Perundingan AS dan Denmark Tak Ngaruh, Trump Ngotot Akan Caplok Greenland

Kamis, 15 Januari 2026 - 10:48 WIB
loading...
A A A
Beberapa perwira militer Swedia tiba di Greenland pada hari Rabu, kata Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson dalam pengumuman di X.

Sedangkan Kementerian Pertahanan Jerman mengatakan 13 tentara pengintai Jerman akan tiba pada hari Kamis untuk kunjungan tiga hari,

Swedia dan Jerman mengatakan pengerahan tersebut atas undangan pemerintah Denmark dan terkait dengan latihan militer yang dipimpin Denmark bernama Operasi Ketahanan Arktik.

Pada saat yang sama, tidak ada tanda-tanda bahwa upaya Trump untuk membujuk warga Greenland agar mendukung persatuan dengan Amerika Serikat dengan janji-janji manfaat ekonomi telah membuahkan hasil.

Berdiri di samping Rasmussen di luar Kedutaan Denmark di Washington setelah bergabung dengannya di Gedung Putih, Menteri Luar Negeri Greenland Vivian Motzfeldt mengatakan bahwa tanah airnya menyambut baik kerja sama yang lebih besar dengan Washington. "[Tetapi] itu tidak berarti bahwa kami ingin dimiliki oleh Amerika Serikat," katanya.

Pada hari Jumat pekan lalu, Trump mengatakan bahwa dia bertekad untuk mengakuisisi Greenland "apakah mereka suka atau tidak."

Baik Departemen Luar Negeri AS maupun Gedung Putih tidak memberikan ringkasan pertemuan atau detail tentang kelompok kerja tersebut. Ketika dimintai informasi lebih lanjut, seorang petugas pers Gedung Putih mengutip unggahan Truth Social pagi hari dari Trump.

Rasmussen berbicara dengan nada muram setelah pertemuannya dengan Vance dan Rubio, yang juga menjabat sebagai penasihat keamanan nasional Trump. Vance telah menunjukkan antusiasme publik yang lebih besar untuk memperoleh Greenland daripada Rubio.

Vance telah melakukan kunjungan pada bulan Maret ke Pituffik, sebuah Pangkalan Angkatan Luar Angkasa AS yang kecil di Greenland. Itu adalah satu-satunya yang tersisa dari kehadiran militer Amerika yang lebih besar di Greenland pada masa Perang Dingin.

Rasmussen mengatakan dia menyambut pertemuan di kompleks Gedung Putih sebagai kesempatan untuk "menurunkan ketegangan" dalam perdebatan yang sebagian besar terjadi melalui pernyataan publik dan unggahan media sosial.

"Kami sepakat bahwa masuk akal untuk mencoba duduk bersama di tingkat tinggi untuk mengeksplorasi apakah ada kemungkinan untuk mengakomodasi kekhawatiran presiden sementara pada saat yang sama kami menghormati garis merah Kerajaan Denmark," ujarnya.

Trump mengatakan kepada wartawan pada hari Rabu bahwa dia belum diberi pengarahan tentang pertemuan tentang Greenland sebelumnya, tetapi dia menegaskan kembali pandangannya bahwa Denmark tidak dapat mempertahankan pulau itu secara memadai.

"Jika kami tidak masuk, Rusia akan masuk dan China akan masuk, dan tidak ada yang bisa dilakukan Denmark tentang itu," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
China Tangkap Warga...
China Tangkap Warga Negara AS Atas Tuduhan Spionase
Kisah Curacao Negara...
Kisah Curacao Negara Berpenduduk 150.000 Jiwa, Dulu Dikalahkan Timnas Indonesia Kini Tampil di Piala Dunia 2026
Rekomendasi
Tren Paylater Makin...
Tren Paylater Makin Menjangkit, Literasi Keuangan Dinilai Jadi Faktor Penting
Ruben Onsu Unggah Video...
Ruben Onsu Unggah Video Giorgio Ngopi di Rumah Sarwendah, Captionnya Bikin Heboh
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
Berita Terkini
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
4 Fakta Tempat Tinggal...
4 Fakta Tempat Tinggal Elon Musk, Rumah Sewa dan Ukurannya Mungil
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved