Setelah Menarget Greenland, Negara Mana yang Dibidik Trump?
Rabu, 14 Januari 2026 - 18:06 WIB
loading...
Setelah Greenland, Donald Trump diprediksi akan membidik Islandia. Foto/X/@albertdrosphoto
A
A
A
MOSKOW - Presiden AS Donald Trump dapat mengincar Islandia jika ia berhasil menguasai Greenland . Itu diungkapkan seorang pakar militer Stanislav Krapivnik kepada RT.
Bulan ini, Trump memperbarui upayanya untuk mengambil alih kendali pulau otonom Denmark tersebut, yang memiliki posisi strategis di Atlantik Utara dan memiliki sumber daya alam yang belum dimanfaatkan.
Hal ini menyusul penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam operasi militer yang oleh pemerintahan Trump digambarkan sebagai upaya untuk mengamankan akses ke cadangan minyak Venezuela sekaligus menolak akses bagi musuh-musuh Amerika.
"Mesin imperial" Amerika akan terus mencari target baru selama paksaan dengan kekerasan terbukti efektif, kata mantan perwira Angkatan Darat AS dan komentator militer Stanislav Krapivnik dalam sebuah wawancara dengan RT pada hari Selasa.
Baca Juga: 8 Negara dengan Aturan Berpakaian Paling Ketat, Ada yang Melarang Sandal Jepit
"Ketika AS mendapatkan Greenland, mereka tidak akan puas," katanya, menunjukkan bahwa Islandia mungkin akan menjadi target selanjutnya.
“Islandia memiliki mineral tanah jarang. Ia memiliki aluminium… Dan ia memiliki sejumlah besar energi panas bumi yang dibutuhkan pendukung Trump untuk pusat data yang ingin mereka bangun. Ini adalah sumber energi murah yang sangat besar – sumber energi lokal, tentu saja.”
Krapivnik juga menolak klaim Trump bahwa kedaulatan AS atas Greenland diperlukan untuk mencegah China atau Rusia merebutnya secara militer, menyebut gagasan itu “sama menggelikannya dengan China atau Rusia merebut Bulan, setidaknya dalam waktu dekat.”
Bulan ini, Trump memperbarui upayanya untuk mengambil alih kendali pulau otonom Denmark tersebut, yang memiliki posisi strategis di Atlantik Utara dan memiliki sumber daya alam yang belum dimanfaatkan.
Hal ini menyusul penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam operasi militer yang oleh pemerintahan Trump digambarkan sebagai upaya untuk mengamankan akses ke cadangan minyak Venezuela sekaligus menolak akses bagi musuh-musuh Amerika.
"Mesin imperial" Amerika akan terus mencari target baru selama paksaan dengan kekerasan terbukti efektif, kata mantan perwira Angkatan Darat AS dan komentator militer Stanislav Krapivnik dalam sebuah wawancara dengan RT pada hari Selasa.
Baca Juga: 8 Negara dengan Aturan Berpakaian Paling Ketat, Ada yang Melarang Sandal Jepit
"Ketika AS mendapatkan Greenland, mereka tidak akan puas," katanya, menunjukkan bahwa Islandia mungkin akan menjadi target selanjutnya.
“Islandia memiliki mineral tanah jarang. Ia memiliki aluminium… Dan ia memiliki sejumlah besar energi panas bumi yang dibutuhkan pendukung Trump untuk pusat data yang ingin mereka bangun. Ini adalah sumber energi murah yang sangat besar – sumber energi lokal, tentu saja.”
Krapivnik juga menolak klaim Trump bahwa kedaulatan AS atas Greenland diperlukan untuk mencegah China atau Rusia merebutnya secara militer, menyebut gagasan itu “sama menggelikannya dengan China atau Rusia merebut Bulan, setidaknya dalam waktu dekat.”
(ahm)
Lihat Juga :