Trump akan Sita Semua Kapal Tanker Pembawa Minyak Venezuela Tanpa Izin AS

Rabu, 14 Januari 2026 - 12:15 WIB
loading...
Trump akan Sita Semua...
Penjaga Pantai AS mengamati Marinera di lepas perairan Inggris. Foto/X/@US_EUCOM
A A A
WASHINGTON - Pemerintahan Amerika Serikat (AS) sedang mengupayakan surat perintah pengadilan untuk menyita puluhan kapal tanker lagi yang diduga mengangkut minyak Venezuela tanpa izin Washington. Beberapa sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan kepada Reuters.

Langkah ini bertujuan memperkuat cengkeraman Washington atas ekspor minyak negara Amerika Selatan tersebut, menyusul penculikan Presiden Nicolas Maduro dalam serangan pasukan khusus AS pada 3 Januari.

Militer AS dan Penjaga Pantai telah menyita lima kapal tanker dalam beberapa pekan terakhir di perairan internasional, termasuk Marinera berbendera Rusia di barat laut Skotlandia.

Menurut laporan Reuters pada hari Selasa, Departemen Kehakiman AS telah mengajukan beberapa tindakan penyitaan sipil non-publik, terutama di pengadilan distrik Washington D.C., untuk mendapatkan surat perintah penyitaan “puluhan” kapal tanker lagi yang dituduh menghindari sanksi AS dan memindahkan minyak dari Venezuela, serta Iran dan Rusia.

Masih belum jelas berapa banyak surat perintah penyitaan baru yang dicari Washington, tetapi juru bicara Pentagon Sean Parnell menyatakan pekan lalu bahwa AS akan “memburu dan mencegat SEMUA kapal armada gelap yang mengangkut minyak Venezuela pada waktu dan tempat yang kami pilih.”

Upaya hukum ini sejalan dengan tujuan Presiden Donald Trump untuk mengendalikan sumber daya minyak Venezuela.

Sementara Gedung Putih menggambarkan tindakannya sebagai hal yang diperlukan untuk membangun kembali industri Venezuela demi kesejahteraan rakyat, para kritikus menegaskan kampanye tersebut merupakan penerapan hukum AS dan sanksi sepihak yang belum pernah terjadi sebelumnya di luar wilayah hukum.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengutuk penyitaan Marinera sebagai pelanggaran Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS), yang menjamin kebebasan navigasi di perairan internasional.

Kementerian Transportasi Rusia mengkonfirmasi kapal tanker tersebut beroperasi di bawah bendera sementara Rusia “sesuai dengan hukum Rusia dan internasional” ketika dicegat.

Penggerebekan AS terhadap Marinera dilakukan dengan dukungan Inggris, dan laporan BBC terpisah menunjukkan pemerintah Inggris sedang menjajaki pembenaran hukumnya sendiri untuk menahan kapal tanker yang terkait dengan Rusia.

Sejak eskalasi konflik Ukraina pada tahun 2022, pemerintah Barat telah memberlakukan sanksi besar-besaran terhadap Rusia, menargetkan perdagangan minyaknya dan apa yang mereka sebut sebagai 'armada bayangan'. London sendiri telah memberlakukan sanksi terhadap lebih dari 500 kapal.

Baca juga: Trump Batalkan Pertemuan AS-Iran, Dorong Para Pengunjuk Rasa Mengambil Alih Institusi
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Bertambah Jadi 1.719 Orang, Ribuan Masih Hilang
Kalahkan Jerman di Piala...
Kalahkan Jerman di Piala Dunia, Paraguay Umumkan Hari Libur Nasional
Rekomendasi
Deretan Catatan Bersejarah...
Deretan Catatan Bersejarah Meksiko Usai Singkirkan Ekuador di Piala Dunia 2026
Prabowo: Polri Harus...
Prabowo: Polri Harus Hadir Melindungi, Melayani, dan Mengabdi kepada Rakyat
Apresiasi Catatan Seskab...
Apresiasi Catatan Seskab Letkol Teddy, TII Minta Perluasan Kuota Magang Tetap Transparan
Berita Terkini
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved