Ini 4 Alasan Utama Trump Mencaplok Greenland

Selasa, 13 Januari 2026 - 15:33 WIB
loading...
A A A
Pengumuman pada hari Selasa bahwa Venezuela akan menyerahkan hingga 50 juta barel minyak yang dikenai sanksi kepada AS untuk dijual — dan bahwa Trump akan terus mengalihkan hasil keuntungan untuk kepentingan warga Amerika dan Venezuela — semakin memicu kekhawatiran bahwa ia bertekad untuk mendapatkan jarahan dari negara-negara berdaulat.

Upaya agresif Trump untuk mengendalikan sepenuhnya Belahan Bumi Barat bertepatan dengan obsesinya yang semakin meningkat terhadap warisan fisiknya, termasuk rencananya untuk membangun ruang dansa Gedung Putih yang besar dan menempatkan namanya di atas nama presiden Amerika yang terbunuh di Kennedy Center di Washington.

Betapa Trump ingin tercatat dalam sejarah bersama Presiden Thomas Jefferson, yang membeli Louisiana pada tahun 1803 seharga USD15 juta dan hampir menggandakan ukuran Amerika Serikat. Atau salah satu pahlawan sejarah pemerintahannya, Presiden William McKinley, yang mencaplok Hawaii pada tahun 1898. Trump hampir pasti akan melakukan hal yang lebih baik dan menamai wilayah Amerika yang luas dan beku itu dengan namanya sendiri.

Masih terasa hampir tak terbayangkan bahwa dunia sekarang mulai melihat Trump sebagai ancaman bagi Greenland.

Bukannya tidak ada kekhawatiran tentang keamanannya di masa lalu. Tetapi hampir semua orang mengira bahwa bahaya bagi NATO akan berasal dari Moskow atau Beijing — bukan dari kekuatan terkuat aliansi tersebut.

Terlepas dari semua sikap agresif Trump, tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa presiden berencana melakukan aksi militer, yang akan menimbulkan kemungkinan teoretis yang tak terbayangkan bahwa pasukan Amerika akan mengangkat senjata mereka melawan saudara-saudara NATO mereka.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Ledakan Dahsyat Runtuhkan...
Ledakan Dahsyat Runtuhkan Terowongan di India, Tewaskan 12 Pekerja
Houthi Peringatkan Kapal-Kapal...
Houthi Peringatkan Kapal-Kapal Tak Bongkar Muat di Pelabuhan Saudi atau Ditembak
Rekomendasi
Rekam Jejak Komjen Karyoto,...
Rekam Jejak Komjen Karyoto, dari Pemberantasan Korupsi hingga Jaga Stabilitas Keamanan Nasional
Pimpin Gerakan ASRI...
Pimpin Gerakan ASRI di Banyuwangi, Safrizal Ajak Masyarakat Bangun Budaya Kebersihan
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
Berita Terkini
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved