Bukan Sekali Dua Kali, Ini Deretan Demonstrasi Anti-Khamenei yang Pernah Mengguncang Iran

Selasa, 13 Januari 2026 - 09:44 WIB
loading...
Bukan Sekali Dua Kali,...
Demo besar pecah di Azna, Iran barat pada 1 Januari 2026. Rezim Iran di bawah Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei telah berkali-kali diguncang demo dalam dua dekade terakhir. Foto/via Iran International
A A A
TEHERAN - Gelombang demonstrasi rakyat Iran yang menentang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei telah berulang kali terjadi dalam lebih dari dua dekade terakhir.

Aksi protes tersebut dipicu beragam faktor, mulai dari represi politik, krisis ekonomi, hingga tuntutan kebebasan sipil. Meski rezim Iran masih bertahan, sejarah mencatat bahwa legitimasi Khamenei terus mendapat tantangan serius dari rakyatnya sendiri.

Baca Juga: Iran Nyatakan Siap Perang, Tak Gentar dengan Ancaman AS

Demo Anti-Khamenei dari Masa ke Masa


Berikut rangkuman demonstrasi anti-Khamenei paling menonjol yang pernah mengguncang Iran.

1. Protes Mahasiswa 1999

Demonstrasi besar pertama terjadi pada Juli 1999, dipicu penutupan surat kabar reformis Salam. Ribuan mahasiswa turun ke jalan di Teheran dan sejumlah kota besar.

Meski belum secara terbuka menyerang Khamenei, protes ini dianggap sebagai awal perlawanan terhadap sistem kekuasaan teokratis yang berada di bawah kendali sang Pemimpin Tertinggi.

Aparat keamanan dan milisi Basij menindak keras aksi tersebut, dengan ratusan mahasiswa ditangkap dan puluhan luka-luka. Uni Eropa kala itu mengecam keras tindakan represif pemerintah Iran.

2. Green Movement 2009

Gerakan Hijau atau Green Movement menjadi tantangan terbesar bagi Khamenei sejak dia berkuasa pada 1989. Jutaan warga Iran turun ke jalan menolak hasil pemilu presiden yang dimenangkan Mahmoud Ahmadinejad.

Ayatollah Khamenei secara terbuka mendukung hasil pemilu tersebut, membuat kemarahan massa beralih langsung ke Pemimpin Tertinggi.

Protes ini berakhir dengan penindakan keras, puluhan orang tewas, ribuan ditahan, dan tokoh oposisi dikenai tahanan rumah. Amerika Serikat dan Uni Eropa kemudian menjatuhkan sanksi tambahan terhadap Iran.

3. Demonstrasi Ekonomi 2017–2018

Krisis ekonomi, pengangguran, dan melonjaknya harga kebutuhan pokok memicu demonstrasi di puluhan kota kecil dan menengah. Berbeda dari aksi sebelumnya, demonstrasi ini secara terang-terangan meneriakkan slogan “Matilah diktator”, yang secara luas dimaknai sebagai serangan langsung terhadap Khamenei.

Fakta bahwa protes muncul dari wilayah yang sebelumnya dianggap loyal terhadap rezim mengejutkan pemerintah. Aparat keamanan kembali dikerahkan, menewaskan puluhan demonstran dan menahan ribuan lainnya.

4. Protes Bahan Bakar 2019

Pada November 2019, kenaikan harga bahan bakar secara mendadak memicu salah satu demonstrasi paling berdarah dalam sejarah Iran modern. Aksi berlangsung serentak di lebih dari 100 kota.

Slogan anti-Khamenei terdengar luas, sementara pemerintah merespons dengan pemadaman internet nasional dan pengerahan kekuatan bersenjata.

Organisasi hak asasi manusia (HAM) internasional memperkirakan antara 300 hingga lebih dari 1.000 orang tewas. PBB dan Amnesty International menyebut penindakan ini sebagai pelanggaran HAM berat.

5. Protes Mahsa Amini 2022–2023

Kematian Mahsa Amini setelah ditahan polisi moral memicu gelombang protes nasional dengan slogan “Woman, Life, Freedom”. Untuk pertama kalinya, seruan anti-Khamenei disampaikan secara terbuka dan masif.

Poster serta patung Pemimpin Tertinggi dibakar di berbagai kota. Ratusan orang tewas dan puluhan ribu ditangkap. Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Kanada menjatuhkan sanksi baru terhadap pejabat Iran.

6. Demonstrasi Akhir 2025–Awal 2026

Gelombang terbaru dipicu krisis ekonomi akut, anjloknya nilai rial, dan kemarahan pedagang bazar.

Protes yang awalnya bersifat ekonomi berkembang menjadi politik, dengan slogan anti-Khamenei kembali menggema.

Pemerintah kembali memutus internet dan mengerahkan Korps Garda Revolusi Islam Iran. Puluhan hingga ratusan korban jiwa dilaporkan para aktivis, sementara PBB menyerukan penyelidikan independen.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Kemlu Pastikan 3 WNI...
Kemlu Pastikan 3 WNI di Venezuela Aman Pascagempa Dahsyat M7,1
Trump Murka Harga BBM...
Trump Murka Harga BBM di AS Belum Turun Signifikan, Perintahkan Penyelidikan
Rekomendasi
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.873, Asing Net Sell Rp1,17 Triliun
5 Pangdam Lulusan Akmil...
5 Pangdam Lulusan Akmil 1997 Teman Satu Angkatan Danpaspampres Mayjen Edwin Adrian Sumantha
Tanda Tangani PKB 2026,...
Tanda Tangani PKB 2026, Menaker Titip 3 Agenda Strategis ke Jasa Raharja
Berita Terkini
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Venezuela Diguncang...
Venezuela Diguncang Gempa M7,2 Berturut-turut, Korban Tewas Diperkirakan Ribuan Orang
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved