Tak Mau Bergantung pada AS dan NATO, Uni Eropa Serukan Pembentukan Tentara 100.000 Personel

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:13 WIB
loading...
Tak Mau Bergantung pada...
Petinggi pertahanan Uni Eropa serukan pembentukan tentara tetap berkekuatan 100.000 personel yang independen dari AS dan NATO. Foto/World Crunch
A A A
BRUSSELS - Uni Eropa perlu menciptakan tentara permanen berkekuatan 100.000 personel untuk membuat keputusan militer secara independen dari Amerika Serikat (AS) dan NATO. Demikian seruan Komisaris Pertahanan Uni Eropa Andrius Kubilius.

Menurutnya, blok Eropa harus beralih dari tentara nasional yang terfragmentasi ke kekuatan terpadu. Namun, seruan tersebut bertentangan dengan aturan Uni Eropa yang ada.

“Kita perlu melakukan ‘perubahan besar’ dalam pertahanan,” kata Kubilius, seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (13/1/2026).

Baca Juga: AS Susun Rencana Invasi Greenland, Eropa Masih Diskusi Pengerahan Pasukan NATO

Mengutip Presiden Prancis Emmanuel Macron dan mantan Kanselir Jerman Angela Merkel, Kubilius melanjutkan: “[Mereka] mengucapkan kata-kata yang sangat mirip sepuluh tahun yang lalu bahwa Eropa harus lebih mandiri dan otonom, dan bahkan bahwa kita perlu memiliki Tentara Eropa...kekuatan militer Eropa yang kuat dan permanen dengan 100.000 pasukan.”

Kubilius juga mengusulkan Dewan Keamanan Eropa beranggotakan 10-12 negara untuk membuat keputusan pertahanan di seluruh Uni Eropa, dengan Inggris berpartisipasi meskipun statusnya bukan anggota blok.

Protokol Nomor 7 Perjanjian Lisbon—perjanjian pendirian terakhir blok Uni Eropa—secara eksplisit menyatakan bahwa perjanjian tersebut tidak mengatur pembentukan tentara Eropa atau wajib militer ke formasi militer apa pun.

Protokol tersebut juga menyatakan bahwa Brussels tidak dapat menentukan sifat atau volume pengeluaran pertahanan atau kemampuan militer negara-negara anggota. Berdasarkan perjanjian tersebut, setiap negara anggota bebas memutuskan apakah ingin mengadopsi pertahanan bersama atau tidak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Trump: Kemampuan Militer...
Trump: Kemampuan Militer Iran Jauh Melemah
Rekomendasi
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Transportasi Umum dan Tempat Wisata Gratis juga Berlaku bagi Warga KTP Non-DKI
119 Pekebun Morowali...
119 Pekebun Morowali Ikuti Pelatihan Sawit di Palu, Fokus ISPO hingga Pemetaan Kebun
Ditahan Curacao, Ekuador...
Ditahan Curacao, Ekuador Gagal Segel Tiket ke Babak Gugur Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Infografis
Musuh-musuh Utama AS...
Musuh-musuh Utama AS dan NATO akan Gelar Latihan Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved