Sistem Pertahanan Udara S-300 Rusia Tembak Jatuh Jet F-16 Milik Ukraina

Senin, 12 Januari 2026 - 15:51 WIB
loading...
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem pertahanan udara S-300 Rusia tembak jatuh Jet F-16 milik Ukraina. Foto/X/@BowesChay
A A A
MOSKOW - Sistem pertahanan udara Rusia telah jatuh jet tempur F-16 Eagle buatan AS yang dioperasikan oleh Ukrain. Seorang komandan Rusia, yang diidentifikasi dengan kode panggilan 'Sever,' mengatakan pada hari Minggu bahwa sistem pertahanan udara S-300 negara itu mendeteksi dan menghancurkan jet tempur F-16 Eagle yang dipasok Amerika.

Sistem pertahanan udara S-300 menembakkan dua rudal ke F-16, dengan yang pertama merusak pesawat dan yang kedua "memberikan pukulan terakhir," katanya.

“Kami membutuhkan banyak waktu untuk mempersiapkan operasi ini. Kami melacak dan mengantisipasinya. Musuh membual bahwa pesawat-pesawat ini tidak dapat dihancurkan. Ternyata, mereka jatuh dari langit seperti pesawat lainnya,” tambahnya, dilansir Press TV.

Namun, ia tidak menyebutkan kapan insiden itu terjadi.

Ukraina menerima jet tempur F-16 pertamanya dari AS dan sekutu Eropanya selama pemerintahan mantan Presiden Joe Biden pada Agustus 2024.

Baca Juga: 500 Demonstran Tewas Jadi Dalih Kuat AS Akan Serang Iran

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pada saat itu, “Saat ini, transfer jet F-16 sedang berlangsung, datang dari Denmark, datang dari Belanda.”

Presiden AS Donald Trump melanjutkan kebijakan tersebut. Pada Mei 2025, Washington menandatangani perjanjian senilai 300 juta dolar untuk penjualan jet tempur F-16, peralatan terkait, dan komponen ke Ukraina.

Menurut Business Insider, Kiev secara resmi telah menerima 44 dari 87 jet yang dijanjikan oleh pendukung Baratnya.

Zelensky telah berulang kali mengklaim bahwa pasokan lebih banyak jet tempur F-16 ke Ukraina dapat secara dramatis mengubah jalannya konflik Rusia-Ukraina.

Namun, bukti di lapangan menunjukkan bahwa F-16 belum mampu menghentikan kemajuan tentara Rusia di sepanjang garis depan.

Konflik Rusia-Ukraina dimulai pada tahun 2022, setelah bertahun-tahun campur tangan ekonomi dan politik Barat di Kiev menggoyahkan kawasan tersebut, memaksa Rusia untuk melakukan intervensi militer guna melindungi kepentingannya dan mencegah pembersihan etnis terhadap warga Ukraina keturunan Rusia.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Trump Murka Harga BBM...
Trump Murka Harga BBM di AS Belum Turun Signifikan, Perintahkan Penyelidikan
Rekomendasi
5 Pangdam Lulusan Akmil...
5 Pangdam Lulusan Akmil 1997 Teman Satu Angkatan Danpaspampres Mayjen Edwin Adrian Sumantha
12 Amalan Populer Hari...
12 Amalan Populer Hari Asyura 10 Muharam yang Dianjurkan Rasulullah SAW
Ketua BEM FH UBK Akui...
Ketua BEM FH UBK Akui Terima Rp20 Juta, DPR: Polri Harus Investigasi
Berita Terkini
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Venezuela Diguncang...
Venezuela Diguncang Gempa M7,2 Berturut-turut, Korban Tewas Diperkirakan Ribuan Orang
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
Infografis
AS Setujui Penjualan...
AS Setujui Penjualan Peralatan Senilai Rp5 T untuk F-16 ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved