Senator Amerika: NATO Tamat Jika AS Mencaplok Greenland!
Senin, 12 Januari 2026 - 10:00 WIB
loading...
A
A
A
Senator Rand Paul, dari Partai Republik, juga mengkritik retorika Gedung Putih tentang Greenland dalam sebuah wawancara dengan acara "This Week" ABC News.
Dia membahas kemungkinan AS mencoba membeli Greenland, dengan mengatakan, "Anda tidak akan sampai ke sana dengan membuat marah dan merendahkan orang-orang yang tinggal di sana dan mengatakan, 'Kami akan mengerahkan Marinir dan merebutnya jika Anda tidak menjualnya kepada kami'."
"Itu tidak membuat mereka menjadi penjual yang sangat bersedia," imbuh dia.
Gedung Putih telah membingkai keinginan pemerintah Trump untuk mengendalikan Greenland sebagai "prioritas keamanan nasional". Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt mengatakan bahwa pemerintah belum mengesampingkan penggunaan militer untuk menguasai Greenland. AS sudah memiliki pangkalan militer di Greenland.
“Presiden dan timnya sedang membahas berbagai opsi untuk mengejar tujuan kebijakan luar negeri yang penting ini, dan tentu saja, penggunaan Militer AS selalu menjadi pilihan yang tersedia bagi Panglima Tertinggi,” katanya dalam sebuah pernyataan.
Akhir pekan lalu, Trump meningkatkan retorika, dengan mengatakan, “Kita akan melakukan sesuatu di Greenland, suka atau tidak suka.” Dia mengeklaim bahwa wilayah tersebut akan diambil alih oleh Rusia atau China jika AS tidak melakukannya.
Pekan lalu, Trump mem-posting di Truth Social bahwa dia ragu apakah NATO akan ada untuk AS jika AS benar-benar membutuhkannya. "AS akan selalu ada untuk NATO, bahkan jika mereka tidak akan ada untuk kita," tulis Trump.
Dalam sebuah wawancara dengan New York Times yang diterbitkan akhir pekan itu, Presiden Trump mengakui bahwa "itu mungkin sebuah pilihan" antara mempertahankan aliansi NATO atau mengakuisisi Greenland.
Dia membahas kemungkinan AS mencoba membeli Greenland, dengan mengatakan, "Anda tidak akan sampai ke sana dengan membuat marah dan merendahkan orang-orang yang tinggal di sana dan mengatakan, 'Kami akan mengerahkan Marinir dan merebutnya jika Anda tidak menjualnya kepada kami'."
"Itu tidak membuat mereka menjadi penjual yang sangat bersedia," imbuh dia.
Gedung Putih telah membingkai keinginan pemerintah Trump untuk mengendalikan Greenland sebagai "prioritas keamanan nasional". Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt mengatakan bahwa pemerintah belum mengesampingkan penggunaan militer untuk menguasai Greenland. AS sudah memiliki pangkalan militer di Greenland.
“Presiden dan timnya sedang membahas berbagai opsi untuk mengejar tujuan kebijakan luar negeri yang penting ini, dan tentu saja, penggunaan Militer AS selalu menjadi pilihan yang tersedia bagi Panglima Tertinggi,” katanya dalam sebuah pernyataan.
Akhir pekan lalu, Trump meningkatkan retorika, dengan mengatakan, “Kita akan melakukan sesuatu di Greenland, suka atau tidak suka.” Dia mengeklaim bahwa wilayah tersebut akan diambil alih oleh Rusia atau China jika AS tidak melakukannya.
Pekan lalu, Trump mem-posting di Truth Social bahwa dia ragu apakah NATO akan ada untuk AS jika AS benar-benar membutuhkannya. "AS akan selalu ada untuk NATO, bahkan jika mereka tidak akan ada untuk kita," tulis Trump.
Dalam sebuah wawancara dengan New York Times yang diterbitkan akhir pekan itu, Presiden Trump mengakui bahwa "itu mungkin sebuah pilihan" antara mempertahankan aliansi NATO atau mengakuisisi Greenland.
(mas)
Lihat Juga :