Trump: Kuba Tak Lagi Dapat Minyak dan Uang Venezuela, Bikin Kesepakatan sebelum Terlambat!

Senin, 12 Januari 2026 - 07:54 WIB
loading...
A A A
Sejak penangkapan Maduro akhir pekan lalu, para pemimpin Partai Republik telah memberi sinyal bahwa rezim komunis Kuba mungkin akan segera jatuh. Meskipun intelijen AS telah mengindikasikan situasi politik dan ekonomi Kuba sangat buruk, penilaian mereka tidak menunjukkan dukungan yang jelas untuk prediksi Trump bahwa Kuba "siap untuk jatuh", menurut laporan Reuters, mengutip tiga orang yang mengetahui penilaian rahasia tersebut.

Sehari setelah AS menangkap Maduro, Rubio mengeluarkan peringatan kepada Kuba, mengatakan kepada "Meet the Press" NBC News bahwa dia berpikir negara itu "dalam masalah besar."

"Saya tidak akan berbicara kepada Anda tentang langkah-langkah masa depan kita dan kebijakan kita saat ini dalam hal ini," kata Rubio. "Tetapi saya rasa bukan rahasia lagi bahwa kami bukan penggemar berat rezim Kuba, yang, omong-omong, adalah pihak yang mendukung Maduro."

Sementara itu, hilangnya jatah minyak Venezuela akan menghancurkan Kuba.

Antara Januari hingga November tahun lalu, Venezuela mengirimkan rata-rata 27.000 barel per hari ke Kuba, yang mencakup sekitar 50 persen dari defisit minyak negara itu, menurut data dari perusahaan minyak Venezuela; PDVSA.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Dobrak Tradisi, Raja...
Dobrak Tradisi, Raja Charles Ungkap Bayar Tagihan Pajak Rp306 Miliar Setahun
Rekomendasi
Demokrasi Belum Utuh...
Demokrasi Belum Utuh Jika Perempuan Masih Minim Keterwakilan
Hajar Makau, Indonesia...
Hajar Makau, Indonesia Amankan Tiket Perempat Final Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Asia 2026
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Berita Terkini
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
Infografis
AS Bombardir ISIS, Trump:...
AS Bombardir ISIS, Trump: Kami akan Temukan dan Membunuhmu!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved