Reza Pahlavi Desak Para Demonstran Rebut Pusat Kota Iran

Minggu, 11 Januari 2026 - 09:03 WIB
loading...
Reza Pahlavi Desak Para...
Reza Pahlavi, putra mahkota dari rezim Shah Iran yang digulingkan dalam Revolusi Islam 1979, desak para demonstran untuk merebut pusat kota Iran. Foto/Free Press Journal
A A A
TEHERAN - Reza Pahlavi, putra mahkota dari rezim Shah Iran yang digulingkan dalam Revolusi Islam 1979, telah mendesak para demonstran untuk meningkatkan protes dengan merebut dan menguasai pusat kota negara tersebut. Desakan ini muncul ketika demo rusuh terus berlanjut dan memasuki minggu ketiga.

“Tujuan kita bukan lagi hanya turun ke jalan,” kata Pahlavi, yang berbasis di Amerika Serikat, dalam pesan video yang diunggah di media sosial. “Tujuannya adalah untuk bersiap merebut dan menguasai pusat kota," katanya lagi, seperti dikutip dari Al Arabiya English, Minggu (11/1/2026).

Baca Juga: Trump: AS Akan Serang Iran Sangat Keras di Titik Lemahnya!

Pahlavi, yang ayahnya; Mohammad Reza Pahlavi, digulingkan dalam Revolusi Islam 1979, memuji apa yang disebutnya sebagai jumlah peserta yang luar biasa dalam protes baru-baru ini dan menyerukan demonstrasi yang lebih terarah pada hari Sabtu dan Minggu.

Dia juga mengatakan bahwa dia sedang bersiap untuk pulang ke Iran, menambahkan bahwa momen itu “sangat dekat".

Kelompok-kelompok hak asasi manusia telah menyuarakan kekhawatiran atas pemadaman komunikasi di Iran, memperingatkan bahwa hal itu dapat menyembunyikan tindakan keras yang penuh kekerasan.

Iran Human Rights (IHR) yang berbasis di Norwegia mengatakan setidaknya 51 orang telah tewas sejauh ini dalam kerusuhan tersebut. Sedangkan laporan TIME, yang mengutip dokter di Teheran, menyebutkan sudah 217 orang telah tewas.

Peraih Nobel Perdamaian asal Iran, Shirin Ebadi, memperingatkan bahwa pasukan keamanan rezim mungkin sedang mempersiapkan "pembantaian di bawah kedok pemadaman komunikasi yang meluas."

Pihak berwenang Iran mengatakan beberapa anggota pasukan keamanan telah tewas. Dalam pidato hari Jumat, Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei mengutuk para pengunjuk rasa sebagai "perusak", bersumpah bahwa Republik Islam "tidak akan mundur", dan menyalahkan Amerika Serikat karena memicu kerusuhan—sebuah klaim yang digaungkan oleh pejabat Iran lainnya.

Presiden AS Donald Trump pada hari Jumat sekali lagi menolak untuk mengesampingkan tindakan militer lebih lanjut terhadap Iran, setelah dukungan Washington untuk Israel selama perang 12 hari dengan Iran pada bulan Juni.

"Iran dalam masalah besar," kata Trump. "Menurut saya, rakyat sedang merebut kota-kota tertentu yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya beberapa minggu yang lalu."

Ketika ditanya tentang pesannya kepada para pemimpin Iran, Trump berkata: “Sebaiknya kalian jangan mulai menembak karena kami juga akan mulai menembak.”
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Mengapa Gol Iran ke...
Mengapa Gol Iran ke Gawang Mesir Dianulir? Ini Penjelasan Aturan Offside di Piala Dunia 2026
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Ngeri! Suhu Paris Lebih...
Ngeri! Suhu Paris Lebih Panas daripada Makkah
Rekomendasi
Lima Korban SPPI dan...
Lima Korban SPPI dan Momentum Membenahi Program Bela Negara bagi Sipil
Inilah Alasan XLSMART...
Inilah Alasan XLSMART Tanam Ratusan Menara 5G di IKN
DPR: Kasus Chromebook...
DPR: Kasus Chromebook Adalah The New White Collar Crime Terbaik Tanpa Kriminalisasi
Berita Terkini
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved