Khamenei Sebut Demonstran Hanya Mencoba Menyenangkan Trump

Sabtu, 10 Januari 2026 - 14:07 WIB
loading...
A A A
Organisasi Hak Asasi Manusia Iran (IHRNGO) yang berbasis di Norwegia mengatakan setidaknya 51 demonstran, termasuk sembilan anak-anak, telah tewas.

BBC Persia telah berbicara dengan keluarga dari 22 orang tersebut dan mengkonfirmasi identitas mereka. BBC dan sebagian besar organisasi berita internasional lainnya dilarang meliput berita di dalam Iran.

Dalam pernyataan bersama, para pemimpin Inggris, Jerman, dan Prancis mengatakan mereka "sangat prihatin atas laporan kekerasan oleh pasukan keamanan Iran, dan mengutuk keras pembunuhan para demonstran".

"Pihak berwenang Iran memiliki tanggung jawab untuk melindungi penduduk mereka sendiri dan harus mengizinkan kebebasan berekspresi dan berkumpul secara damai tanpa takut akan pembalasan," kata Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer, dan Kanselir Jerman Friedrich Merz.

Juru bicara PBB Stéphane Dujarric mengatakan PBB sangat terganggu oleh hilangnya nyawa. "Orang-orang di mana pun di dunia memiliki hak untuk berdemonstrasi secara damai, dan pemerintah memiliki tanggung jawab untuk melindungi hak tersebut dan memastikan bahwa hak tersebut dihormati," katanya.

Sementara itu, otoritas keamanan dan peradilan Iran mengeluarkan serangkaian peringatan terkoordinasi, memperkeras retorika mereka dan menggemakan pesan sebelumnya tentang "tidak ada keringanan" oleh badan keamanan tertinggi Iran, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC).

Dewan Keamanan Nasional Iran - yang bertanggung jawab atas keamanan domestik dan tidak boleh disamakan dengan SNSC - mengatakan "tindakan hukum yang tegas dan perlu akan diambil" terhadap para pengunjuk rasa, yang digambarkan sebagai "perusak bersenjata" dan "pengganggu perdamaian dan keamanan".

Dalam pernyataan singkat, mereka memperingatkan terhadap "segala bentuk serangan terhadap fasilitas militer, penegak hukum, atau pemerintah". Sayap intelijen Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan tidak akan mentolerir apa yang digambarkan sebagai "tindakan teroris", menegaskan bahwa mereka akan melanjutkan operasinya "sampai rencana musuh dikalahkan sepenuhnya".

Reza Pahlavi, putra Shah terakhir Iran yang digulingkan oleh revolusi Islam 1979, menyerukan kepada Trump pada hari Jumat untuk "bersiap campur tangan untuk membantu rakyat Iran".

Pahlavi, yang tinggal di dekat Washington DC, telah mendesak para demonstran untuk turun ke jalan pada hari Kamis dan Jumat.

Protes telah terjadi di seluruh negeri, dengan BBC Verify memverifikasi video dari 67 lokasi.

Video yang diverifikasi oleh BBC Persian dan BBC Verify menunjukkan aksi salat berjamaah di kota Zahedan, bagian tenggara Iran. Dalam salah satu video, terdengar orang-orang meneriakkan "matilah diktator", merujuk pada Khamenei.

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Mengebom Bandara...
AS Mengebom Bandara dan Jembatan Iran, Teheran: Seluruh Wilayah Timur Tengah Tanggung Akibatnya!
AS Lanjutkan Bombardir...
AS Lanjutkan Bombardir Iran 6 Hari Beruntun, Serang Bandara dan Jembatan
Iran Kritik Oman soal...
Iran Kritik Oman soal Pengumuman Koridor Pelayaran Selatan di Selat Hormuz
Iran Tak Punya Rencana...
Iran Tak Punya Rencana Negosiasi dan akan Terus Balas Serangan AS
Bom AS Meledak di Dekat...
Bom AS Meledak di Dekat Rumah Sakit Kanker Iran, 211 Pasien Mengungsi
Wapres AS Vance Tuding...
Wapres AS Vance Tuding Para Pejabat Israel Berusaha Perpanjang Perang Iran: Pergi ke Neraka
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, Bos IEA Wanti-wanti Ekonomi Global dalam Bahaya
AS Serang Abadan dan...
AS Serang Abadan dan Mahshahr di Iran Barat, Wilayah Perbatasan Jadi Sasaran
Trump Tiba-Tiba Berterima...
Trump Tiba-Tiba Berterima Kasih kepada Iran saat 2 Negara Sedang Perang, Ada Apa?
Rekomendasi
Baru Pertama Kali Debut...
Baru Pertama Kali Debut Akting, Axelo langsung Dipercaya Jadi Pemeran Antagonis
Begini Respons Pihak...
Begini Respons Pihak Ruben Onsu Usai Giorgio Antonio Beri Klarifikasi di Medsos
Celuk Open 2026, Turnamen...
Celuk Open 2026, Turnamen Tenis yang Gaungkan Wellness
Berita Terkini
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Epstein Terhubung dengan Level Tertinggi CIA dan Mossad
AS Mengebom Bandara...
AS Mengebom Bandara dan Jembatan Iran, Teheran: Seluruh Wilayah Timur Tengah Tanggung Akibatnya!
AS Lanjutkan Bombardir...
AS Lanjutkan Bombardir Iran 6 Hari Beruntun, Serang Bandara dan Jembatan
Iran Kritik Oman soal...
Iran Kritik Oman soal Pengumuman Koridor Pelayaran Selatan di Selat Hormuz
Israel Akui Hamas Pertahankan...
Israel Akui Hamas Pertahankan Sebagian Besar Kekuatan Militernya Meskipun Perang
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved