Khamenei Sebut Demonstran Hanya Mencoba Menyenangkan Trump

Sabtu, 10 Januari 2026 - 14:07 WIB
loading...
Khamenei Sebut Demonstran...
Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Khamenei sebut demonstran hanya mencoba menyenangkan Trump. Foto/X/@khamenei_ir
A A A
TEHERAN - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyebut para pengunjuk rasa anti-pemerintah sebagai "pembuat onar" yang mencoba "menyenangkan presiden AS".

Iran juga mengirimkan surat kepada Dewan Keamanan PBB yang menyalahkan AS karena mengubah protes menjadi apa yang disebutnya "tindakan subversif kekerasan dan vandalisme yang meluas" di Iran. Sementara itu, Trump mengatakan Iran "dalam masalah besar".

Aksi protes, yang memasuki hari ke-13, meletus karena masalah ekonomi dan telah berkembang menjadi yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir - menyebabkan seruan untuk mengakhiri Republik Islam dan beberapa pihak mendesak pemulihan monarki.

Setidaknya 48 demonstran dan 14 personel keamanan telah tewas, menurut kelompok hak asasi manusia.

Pemadaman internet diberlakukan.

"Kita akan menyerang mereka dengan sangat keras di titik lemah mereka," kata Trump di Gedung Putih pada hari Jumat, dilansir BBC. Dia menambahkan bahwa pemerintahannya mengamati situasi di Iran dengan cermat dan bahwa keterlibatan AS tidak berarti "pasukan darat".

"Menurut saya, rakyat sedang menguasai kota-kota tertentu yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya beberapa minggu yang lalu," katanya.

Pernyataan ini menggemakan pernyataan yang dibuat presiden AS tentang pemerintah Iran pada hari Kamis, di mana ia berjanji untuk "menyerang mereka dengan sangat keras" jika mereka "mulai membunuh orang".

Khamenei tetap menantang dalam pidato yang disiarkan televisi pada hari Jumat.

"Biarkan semua orang tahu bahwa Republik Islam berkuasa melalui darah ratusan ribu orang terhormat dan tidak akan mundur menghadapi mereka yang mengingkari hal ini," kata pria berusia 86 tahun itu.

Kemudian, dalam pidato yang disampaikan kepada para pendukungnya dan disiarkan di televisi pemerintah, Khamenei menegaskan kembali, mengatakan Iran "tidak akan menghindar dari berurusan dengan unsur-unsur perusak".

Duta Besar Iran untuk PBB menuduh AS "mencampuri urusan internal Iran melalui ancaman, hasutan, dan dorongan yang disengaja terhadap ketidakstabilan dan kekerasan," dalam surat kepada Dewan Keamanan.

Sejak protes dimulai pada 28 Desember, selain 48 demonstran yang tewas, lebih dari 2.277 orang juga telah ditangkap, kata Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) yang berbasis di AS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Banyak Manfaat jika Mau Berdamai, tapi...
Rekomendasi
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Timwas Sebut Presiden...
Timwas Sebut Presiden Prabowo Ingin Antrean Haji Dipangkas Lagi
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Berita Terkini
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved