PBB Dikecam Karena Tak Berdaya Hadapi Penculikan Maduro oleh AS

Rabu, 07 Januari 2026 - 09:40 WIB
loading...
PBB Dikecam Karena Tak...
Presiden Venezuela Nicolas Maduro diculik AS. Foto/ilke
A A A
NEW YORK - Kepala Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Volker Turk menilai intervensi militer AS di Venezuela melanggar kedaulatan negara dan piagam PBB, sekaligus merusak fondasi keamanan internasional, membuat setiap negara menjadi kurang aman.

Tak hanya itu, pada tanggal 5-6 Januari 2026, Dewan Keamanan PBB mengadakan pertemuan darurat menyusul penculikan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, pada tanggal 3 Januari 2026 oleh pasukan khusus AS selama operasi militer di Caracas.

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyatakan keprihatinan mendalam bahwa operasi AS tidak menghormati hukum internasional dan memperingatkan akan terjadinya ketidakstabilan regional yang parah.

Para ahli hak asasi manusia PBB dan otoritas hukum telah menggambarkan penangkapan tersebut sebagai "agresi ilegal" dan "penculikan," dengan mengutip pelanggaran Piagam PBB (khususnya Pasal 2 tentang kedaulatan) dan prinsip kekebalan pribadi bagi kepala negara yang sedang menjabat.

Namun banyak netizen mengecam PBB yang dianggap tak berdaya menghadapi berbagai pelanggaran hukum internasional oleh AS dan sekutunya.

Netizen George Alexopoulos menyatakan, “Silakan pindahkan markas besar Anda dari Amerika, dan jangan sampai pintu membentur pantat Anda saat keluar.”

Pengguna X lain menegaskan, “Sekali lagi. Anda tidak akan melakukan apa pun.”

Richard Reeves berkomentar, “Saya benar-benar tidak peduli apa yang dikatakan PBB.”

Brave Etienne mengkritik, “Lalu apa selanjutnya? AS melanggar piagam PBB dan kedaulatan negara, apa yang akan dilakukan?”

Baca juga: Takut Dicaplok Trump, Denmark Perkuat Militer di Greenland
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
Venezuela Luluh Lantak...
Venezuela Luluh Lantak Diguncang 2 Gempa Dahsyat, Ini Pemicunya?
Rekomendasi
Teknik Elektro UMB Hadirkan...
Teknik Elektro UMB Hadirkan Teknologi Tepat Guna dan Akuaponik di Srengseng
Dewan Etik Partai Golkar...
Dewan Etik Partai Golkar Jatuhkan Sanksi kepada 3 Kader dari Sumsel
DPR: Kasus Chromebook...
DPR: Kasus Chromebook Adalah The New White Collar Crime Terbaik Tanpa Kriminalisasi
Berita Terkini
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved