Netanyahu: Konsekuensi Sangat Berat bagi Iran Jika Menyerang Israel!
Selasa, 06 Januari 2026 - 10:00 WIB
loading...
PM Benjamin Netanyahu sebut Iran akan menanggung konsekuensi sangat berat jika menyerang Israel. Foto/GPO/Amos Ben Gershom
A
A
A
TEL AVIV - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pihaknya tidak akan membiarkan musuh bebuyutan Zionis Israel, Iran, untuk memulihkan program rudal balistiknya. Pernyataan ini muncul hanya beberapa hari setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan ancaman serupa.
“Kami tidak akan membiarkan Iran untuk memulihkan industri rudal balistiknya, dan tentu saja kami tidak akan membiarkannya untuk memperbarui program nuklir yang telah kami rusak secara signifikan,” kata Netanyahu kepada anggota Parlemen pada hari Senin.
“Jika kami diserang, konsekuensinya bagi Iran akan sangat berat,” ujarnya, seperti dikutip dari AFP, Selasa (6/1/2026).
Baca Juga: Trump Dukung Israel Serang Iran Lagi: 'Harus Sedang dengan Keras!'
Ancaman Netanyahu muncul beberapa hari setelah Trump mengancam akan menghapus program nuklir dan rudal balistik Iran, setelah kedua pemimpin bertemu di Washington pekan lalu.
Para pejabat dan media Israel telah menyatakan keprihatinan dalam beberapa bulan terakhir bahwa Iran sedang membangun kembali persenjataan rudal balistiknya setelah rusak selama perang 12 hari melawan Israel pada bulan Juni.
Trump mengatakan Iran mungkin berperilaku buruk dan sedang mempertimbangkan situs nuklir baru untuk menggantikan situs yang menjadi sasaran serangan AS selama konflik yang sama, serta memulihkan persediaan rudalnya.
"Saya harap mereka tidak mencoba membangun kembali karena jika mereka melakukannya, kami tidak akan punya pilihan selain dengan cepat memberantas pembangunan itu," kata Trump, menambahkan bahwa respons AS mungkin lebih kuat daripada sebelumnya.
Namun Trump mengatakan dia percaya Iran masih tertarik pada kesepakatan dengan Washington tentang program nuklir dan rudalnya. Teheran membantah bahwa mereka sedang mencari senjata nuklir.
Sementara itu, Netanyahu mengatakan protes di Iran telah meluas secara signifikan.
"Sangat mungkin bahwa kita berada pada momen yang menentukan—momen ketika rakyat Iran akan mengambil nasib mereka sendiri," katanya di Parlemen.
Protes pecah di Iran pada 28 Desember ketika para pemilik toko di ibu kota Teheran mogok beroperasi karena harga barang-barang yang tinggi dan stagnasi ekonomi.
Sejak itu, protes telah menyebar ke kota-kota lain dan meluas hingga mencakup tuntutan politik.
Pada hari Minggu, Netanyahu mengatakan bahwa Israel berdiri dalam solidaritas dengan rakyat Iran selama demonstrasi yang sedang berlangsung.
“Kami berdiri dalam solidaritas dengan perjuangan rakyat Iran dan dengan aspirasi mereka untuk kebebasan, kemerdekaan, dan keadilan,” kata Netanyahu pada pertemuan kabinet mingguan.
“Kami tidak akan membiarkan Iran untuk memulihkan industri rudal balistiknya, dan tentu saja kami tidak akan membiarkannya untuk memperbarui program nuklir yang telah kami rusak secara signifikan,” kata Netanyahu kepada anggota Parlemen pada hari Senin.
“Jika kami diserang, konsekuensinya bagi Iran akan sangat berat,” ujarnya, seperti dikutip dari AFP, Selasa (6/1/2026).
Baca Juga: Trump Dukung Israel Serang Iran Lagi: 'Harus Sedang dengan Keras!'
Ancaman Netanyahu muncul beberapa hari setelah Trump mengancam akan menghapus program nuklir dan rudal balistik Iran, setelah kedua pemimpin bertemu di Washington pekan lalu.
Para pejabat dan media Israel telah menyatakan keprihatinan dalam beberapa bulan terakhir bahwa Iran sedang membangun kembali persenjataan rudal balistiknya setelah rusak selama perang 12 hari melawan Israel pada bulan Juni.
Trump mengatakan Iran mungkin berperilaku buruk dan sedang mempertimbangkan situs nuklir baru untuk menggantikan situs yang menjadi sasaran serangan AS selama konflik yang sama, serta memulihkan persediaan rudalnya.
"Saya harap mereka tidak mencoba membangun kembali karena jika mereka melakukannya, kami tidak akan punya pilihan selain dengan cepat memberantas pembangunan itu," kata Trump, menambahkan bahwa respons AS mungkin lebih kuat daripada sebelumnya.
Namun Trump mengatakan dia percaya Iran masih tertarik pada kesepakatan dengan Washington tentang program nuklir dan rudalnya. Teheran membantah bahwa mereka sedang mencari senjata nuklir.
Sementara itu, Netanyahu mengatakan protes di Iran telah meluas secara signifikan.
"Sangat mungkin bahwa kita berada pada momen yang menentukan—momen ketika rakyat Iran akan mengambil nasib mereka sendiri," katanya di Parlemen.
Protes pecah di Iran pada 28 Desember ketika para pemilik toko di ibu kota Teheran mogok beroperasi karena harga barang-barang yang tinggi dan stagnasi ekonomi.
Sejak itu, protes telah menyebar ke kota-kota lain dan meluas hingga mencakup tuntutan politik.
Pada hari Minggu, Netanyahu mengatakan bahwa Israel berdiri dalam solidaritas dengan rakyat Iran selama demonstrasi yang sedang berlangsung.
“Kami berdiri dalam solidaritas dengan perjuangan rakyat Iran dan dengan aspirasi mereka untuk kebebasan, kemerdekaan, dan keadilan,” kata Netanyahu pada pertemuan kabinet mingguan.
(mas)
Lihat Juga :