Orang-orang Pro-Rusia Iri Lihat Operasi Militer Kilat AS di Venezuela

Selasa, 06 Januari 2026 - 08:20 WIB
loading...
Orang-orang Pro-Rusia...
Orang-orang pro-perang Rusia merasa iri dengan operasi militer kilat AS di Venezuela yang berhasil menculik Presiden Nicolas Maduro. Foto/El Media
A A A
MOSKOW - Bayangkan serangan mendadak di ibu kota pada tengah malam, yang berakhir dengan penangkapan pemimpin negara tersebut. Keesokan harinya, kekuatan penyerang mengumumkan akan memerintah negara itu untuk jangka waktu yang tidak terbatas.

Begitulah Presiden Rusia Vladimir Putin membayangkan invasi skala penuhnya ke Ukraina pada Februari 2022. Namun, justru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang berhasil melakukannya di Venezuela, dalam operasi yang dikecam dunia internasional sebagai ilegal, dan membawa pergi sekutu bersejarah Kremlin, Presiden Nicolás Maduro, yang kini menghadapi persidangan di New York.

Di depan umum, para pejabat Rusia bereaksi dengan marah, mengecam serangan AS itu sebagai pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional dan preseden yang berbahaya.

Baca Juga: Mengapa Militer Venezuela Diam Saja saat Militer AS Mengacak-acak dan Menculik Maduro?

Tetapi di balik retorika tersebut, ada rasa hormat yang enggan—dan bahkan iri—terhadap efektivitas kudeta yang pernah dibayangkan Moskow sendiri, tetapi gagal dilaksanakan karena serangkaian kesalahan intelijen dan perlawanan kuat Ukraina.

“Operasi tersebut dilakukan dengan kompeten,” tulis saluran Telegram pro-Kremlin, Dva Mayora, yang memiliki hubungan dekat dengan militer Rusia.

“Kemungkinan besar, inilah tepatnya bagaimana ‘operasi militer khusus’ kita seharusnya berlangsung: cepat, dramatis, dan menentukan. Sulit dipercaya [Jenderal Valery] Gerasimov berencana untuk berperang selama empat tahun,” imbuhnya, merujuk pada kepala staf umum Rusia, sengaimana dikutip The Guardian, Selasa (6/1/2026).

Komentar semacam itu telah memicu suasana introspeksi di antara suara-suara pro-perang Rusia, dengan beberapa secara terbuka mempertanyakan bagaimana blitzkrieg yang dijanjikan Moskow di Ukraina berubah menjadi perang yang berkepanjangan dan mematikan.

Olga Uskova, seorang pengusaha teknologi pro-Kremlin, mengatakan dia merasa “malu” atas nama Rusia dalam menghadapi betapa beraninya intervensi AS.

“Dalam waktu sehari, Trump menangkap Maduro dan tampaknya menyelesaikan ‘operasi militer khusus’-nya sendiri,” tulisnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Momen Penyelamatan...
5 Momen Penyelamatan Korban Gempa Venezuela yang Mengharukan
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Ayah dan Anak Diselamatkan...
Ayah dan Anak Diselamatkan Setelah 4 Hari Terkubur Reruntuhan Bangunan Pasca-gempa Venezuela
Serangan Pembalasan...
Serangan Pembalasan Iran ke Pangkalan Militer AS Makan Korban, 1 Warga Qatar Tewas
Rekomendasi
Rekam Jejak Paraguay,...
Rekam Jejak Paraguay, Spesialis Adu Penalti yang Pulangkan Jerman di Piala Dunia 2026
Profil Orlando Gill,...
Profil Orlando Gill, Pahlawan Paraguay yang Kubur Ambisi Jerman di Piala Dunia 2026
Sundulan Issa Diop Paksa...
Sundulan Issa Diop Paksa Laga Belanda vs Maroko Lanjut ke Extra Time
Berita Terkini
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Momen Penyelamatan...
5 Momen Penyelamatan Korban Gempa Venezuela yang Mengharukan
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved