Penampakan Presiden Maduro Dibawa ke Kapal Perang AS: Diborgol dan Mata Ditutup
Minggu, 04 Januari 2026 - 06:49 WIB
loading...
A
A
A
Negara-negara seperti Rusia dan Iran, yang memiliki hubungan lama dengan pemerintahan Maduro, dengan cepat mengutuk operasi tersebut, tetapi kekhawatiran mereka juga dirasakan oleh sekutu Washington termasuk Prancis dan Uni Eropa.
Operasi untuk menggulingkan Maduro tentu menandai momen besar lainnya bagi kebijakan luar negeri Trump di masa jabatan keduanya, karena dia tidak ragu-ragu untuk memamerkan kekuatan militer AS bahkan ketika dia telah berjanji untuk menjaga Amerika tetap berada di luar perang, tulis kantor berita AFP dalam laporannya, Minggu (4/1/2026).
Trump kini telah dua kali menggunakan pasukan AS untuk melakukan operasi berisiko terhadap musuh Amerika. Pada bulan Juni, dia mengarahkan serangan AS ke situs nuklir utama Iran.
Aksi hari Sabtu memicu kecemasan baru di ibu kota di seluruh dunia yang telah berusaha untuk menyesuaikan diri dengan normal baru di Trump 2.0, di mana gagasan AS mencoba untuk menemukan konsensus global tentang masalah perang dan perdamaian kini sudah usang.
Pada hari Jumat, Trump mengeluarkan ancaman baru kepada Iran bahwa jika mereka "membunuh secara brutal para demonstran damai"—dalam protes dipicu oleh runtuhnya nilai mata uang Iran—Amerika Serikat "akan datang menyelamatkan mereka."
Dengan operasi terhadap Venezuela, Trump menepati janji yang diuraikan dalam Strategi Keamanan Nasional-nya yang diterbitkan bulan lalu, untuk menegaskan dominasi AS di Belahan Barat.
Operasi untuk menggulingkan Maduro tentu menandai momen besar lainnya bagi kebijakan luar negeri Trump di masa jabatan keduanya, karena dia tidak ragu-ragu untuk memamerkan kekuatan militer AS bahkan ketika dia telah berjanji untuk menjaga Amerika tetap berada di luar perang, tulis kantor berita AFP dalam laporannya, Minggu (4/1/2026).
Trump kini telah dua kali menggunakan pasukan AS untuk melakukan operasi berisiko terhadap musuh Amerika. Pada bulan Juni, dia mengarahkan serangan AS ke situs nuklir utama Iran.
Aksi hari Sabtu memicu kecemasan baru di ibu kota di seluruh dunia yang telah berusaha untuk menyesuaikan diri dengan normal baru di Trump 2.0, di mana gagasan AS mencoba untuk menemukan konsensus global tentang masalah perang dan perdamaian kini sudah usang.
Pada hari Jumat, Trump mengeluarkan ancaman baru kepada Iran bahwa jika mereka "membunuh secara brutal para demonstran damai"—dalam protes dipicu oleh runtuhnya nilai mata uang Iran—Amerika Serikat "akan datang menyelamatkan mereka."
Dengan operasi terhadap Venezuela, Trump menepati janji yang diuraikan dalam Strategi Keamanan Nasional-nya yang diterbitkan bulan lalu, untuk menegaskan dominasi AS di Belahan Barat.
(mas)
Lihat Juga :