AS Serang Venezuela dan Culik Maduro, Ini Hukum Internasional yang Dilanggar

Minggu, 04 Januari 2026 - 06:22 WIB
loading...
AS Serang Venezuela...
Para pakar sepakat AS telah melanggar hukum internasional atas serangannya terhadap Venezuela dan penculikannya terhadap Presiden Nicolas Maduro. Foto/Screenshot video Sky News
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Sabtu pagi bahwa pasukan AS telah melakukan serangan skala besar terhadap Venezuela. Dia juga membenarkan bahwa pasukan khusus AS, Delta Force, telah menculik Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya; Cilia Flores.

Pasangan penguasa yang digulingkan itu sekarang telah didakwa di New York atas tuduhan terorisme dan narkoba. Sekadar diketahuii, Trump menuduh Maduro menjalankan "organisasi teroris narkoba".

Namun, legalitas operasi militer AS tersebut telah dipertanyakan—bahkan beberapa sekutu Trump menyatakan bahwa operasi tersebut melanggar hukum internasional.

Baca Juga: Ini Respons Dunia usai AS Mengebom Venezuela dan Culik Maduro, Ada Juga Sikap Indonesia

Mengutip laporan The Guardian, Minggu (4/1/2026), para pakar terkemuka di bidang hukum internasional telah angkat bicara tentang tindakan AS terhadap Venezuela.

Apakah Operasi AS terhadap Venezuela Melanggar Hukum Internasional?


Para pakar sepakat bahwa AS kemungkinan telah melanggar ketentuan piagam PBB, yang ditandatangani pada Oktober 1945 dan dirancang untuk mencegah konflik lain dalam skala Perang Dunia II.

Ketentuan utama dari perjanjian tersebut—yang dikenal sebagai pasal 2(4)—menetapkan bahwa negara harus menahan diri dari menggunakan kekuatan militer terhadap negara lain dan harus menghormati kedaulatan mereka.

Geoffrey Robertson KC, salah satu pendiri Doughty Street Chambers dan mantan presiden pengadilan kejahatan perang PBB di Sierra Leone, mengatakan serangan terhadap Venezuela bertentangan dengan pasal 2(4) piagam tersebut.

“Kenyataannya adalah Amerika melanggar piagam PBB,” katanya. “Amerika telah melakukan kejahatan agresi, yang oleh pengadilan Nuremberg digambarkan sebagai kejahatan tertinggi, kejahatan terburuk dari semuanya.”

Elvira Domínguez-Redondo, seorang profesor hukum internasional di Universitas Kingston, menggambarkan operasi AS sebagai “kejahatan agresi dan penggunaan kekuatan yang melanggar hukum terhadap negara lain”.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Trump Ancam Ambil Alih...
Trump Ancam Ambil Alih Selat Hormuz, Sebut AS Malaikat Pelindung
Rekomendasi
Kebangkitan Sepak Bola...
Kebangkitan Sepak Bola Asia: Pelajaran untuk Pembangunan Ekonomi
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo Setinggi 1 Meter, Kuasa Hukum: Ijazah Jokowi Kembali Menelan Korban
Review ASUS ExpertBook...
Review ASUS ExpertBook P3 P3405 dari Sisi Performa dan Desain
Berita Terkini
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Profil Abelardo De La...
Profil Abelardo De La Espriella, Pengacara Berjam Tangan Mewah yang Jadi Presiden Baru Kolombia
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved