Kibuli Rusia, Ukraina Palsukan Kematian Pengkhianat Kremlin yang Kepalanya Dihargai Rp8 Miliar

Jum'at, 02 Januari 2026 - 13:07 WIB
loading...
Kibuli Rusia, Ukraina...
Denis Kapustin, pemimpin Korps Sukarelawan Rusia tapi memilih bertempur membela Ukraina. Rusia pun menawarkan hadiah lebih dari Rp8 miliar untuk pembunuhannya. Foto/armyinform.com.ua
A A A
KYIV - Ukraina berhasil merekayasa kematian seorang komandan paramiliter Rusia yang bertempur di pihak Kyiv untuk mencegahnya dibunuh atas perintah Kremlin. Sosok pengkhianat Rusia itu telah diburu Moskow yang menawarkan hadiah sebesar USD500.000 atau lebih dari Rp8 miliar.

Denis Kapustin, yang juga dikenal sebagai Denis Nikitin, adalah pemimpin Korps Sukarelawan Rusia atau Russian Volunteer Corps (RVC). Namun, dia mengkhianati Rusia dengan memilih bertempur di pihak Ukraina.

Unit Khusus Timur, kelompok relawan Ukraina yang bekerja di bawah supervisi Intelijen Militer Ukraina (GUR), pada Sabtu lalu mengumumkan bahwa Kapustin telah tewas di garis depan. Namun, pengumuman itu ternyata bagian dari rekayasa untuk menipu Rusia.

Baca Juga: Drone Ukraina Bantai 24 Warga Sipil Kherson saat Rayakan Tahun Baru, Rusia Kecam Bungkamnya Barat

Pada hari Kamis, Kapustin muncul melalui tautan video dalam sebuah pengarahan bersama kepala GUR, Kyrylo Budanov.

"Pembunuhannya diperintahkan oleh dinas khusus negara agresor Rusia, yang mengalokasikan setengah juta dolar untuk melaksanakan kejahatan tersebut. Sebagai hasil dari operasi khusus yang komprehensif, [nyawanya] diselamatkan, dan lingkaran individu diidentifikasi: dalang di dalam dinas khusus Rusia dan para pelakunya," kata GUR dan Unit Khusus Timur.

Unit Khusus Timur mengeklaim anggotanya, dengan identitas yang tidak diketahui intelijen Rusia, bekerja seolah-olah menjalankan perintah badan intelijen Rusia untuk membunuh Kapustin.

"Pihak kami juga menerima sejumlah dana yang sesuai yang dialokasikan oleh badan intelijen Rusia untuk pelaksanaan kejahatan ini," kata unit tersebut, seperti dikutip dari The Guardian, Jumat (2/1/2026).

Budanov mengatakan dalam sebuah video yang diunggah daring, yang menunjukkan dirinya dan Kapustin: “Pertama-tama, Denis, saya mengucapkan selamat atas kembalinya Anda ke kehidupan. Ini selalu menyenangkan. Saya senang bahwa dana yang diterima dari perintah pembunuhan Anda digunakan untuk membantu perjuangan kami.”

Menurut laporan kantor berita AFP, Kapustin memiliki masa lalu yang kontroversial yang terkait dengan sayap kanan dan hooliganisme sepak bola, dan beberapa milisinya telah menyuarakan pandangan neo-Nazi.

Rusia telah mendeklarasikan Kapustin sebagai teroris atas pengkhianatan yang dilakukannya.

Kasus Kapustin ini memiliki kemiripan dengan kasus wartawan anti-Kremlin Arkady Babchenko, yang menjadi berita utama internasional pada tahun 2018 karena memalsukan pembunuhannya sendiri, bekerja sama dengan pihak berwenang Ukraina.

Kyev awalnya mengumumkan bahwa Babchenko telah ditembak mati di rumahnya dalam pembunuhan berencana.

Namun pada konferensi pers keesokan harinya, Babchenko muncul kembali secara langsung, mengejutkan dunia dan memicu kemarahan di kalangan jurnalis dan kelompok-kelompok pembela kebebasan di seluruh dunia.

Kyiv pun mendapat kecaman keras karena merekayasa pembunuhan tersebut, tetapi bersikeras bahwa itu adalah satu-satunya cara untuk mencegah "pembunuhan yang sebenarnya".
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Momen PM Inggris Keir...
Momen PM Inggris Keir Starmer Tak Kuasa Menahan Tangis saat Umumkan Mundur
Rekomendasi
Cristiano Ronaldo Mengamuk,...
Cristiano Ronaldo Mengamuk, Portugal Pulangkan Uzbekistan
Mengapa Harga Beras...
Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?
Disambut Antusias! 86...
Disambut Antusias! 86 SD Ikuti Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
Zion Suzuki, Tembok...
Zion Suzuki, Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved