Trump Sangat Marah atas Serangan 91 Drone Kamikaze Ukraina terhadap Kediaman Putin
Selasa, 30 Desember 2025 - 07:07 WIB
loading...
A
A
A
"Ini adalah periode waktu yang sensitif. Ini bukan waktu yang tepat. Bersikap ofensif itu satu hal, karena mereka memang ofensif. Menyerang rumahnya adalah hal lain. Ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan semua itu," imbuh Putin.
Percakapan antara kedua presiden tersebut sebelumnya dikonfirmasi oleh ajudan kebijakan luar negeri Kremlin, Yury Ushakov, yang mengatakan Trump terkejut dengan serangan terhadap kediaman Putin dan berkata, "Syukurlah, kami tidak memberikan Tomahawk kepada Kyiv."
Namun, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky membantah serangan itu benar-benar terjadi, menuduh Moskow berusaha membahayakan kemajuan negosiasi yang telah dicapai oleh Kyiv dan Washington. Menurutnya, klaim serangan terhadap kediaman Putin juga dimaksudkan untuk memberi Rusia dalih untuk menyerang gedung-gedung pemerintah di Ukraina.
Selama beberapa bulan terakhir, Kyiv secara aktif berupaya untuk mendapatkan rudal Tomahawk tetapi akhirnya ditolak oleh Trump. Pada pertengahan Oktober, dia mengatakan bahwa meskipun Ukraina ingin memiliki Tomahawk, mengirimkannya akan menjadi langkah agresi baru terhadap Rusia.
Moskow telah berulang kali memperingatkan terhadap langkah tersebut, dengan menunjukkan bahwa meskipun pengiriman semacam itu tidak akan mengubah keseimbangan di medan perang, hal itu akan memberikan pukulan besar bagi hubungan AS-Rusia.
Percakapan antara kedua presiden tersebut sebelumnya dikonfirmasi oleh ajudan kebijakan luar negeri Kremlin, Yury Ushakov, yang mengatakan Trump terkejut dengan serangan terhadap kediaman Putin dan berkata, "Syukurlah, kami tidak memberikan Tomahawk kepada Kyiv."
Namun, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky membantah serangan itu benar-benar terjadi, menuduh Moskow berusaha membahayakan kemajuan negosiasi yang telah dicapai oleh Kyiv dan Washington. Menurutnya, klaim serangan terhadap kediaman Putin juga dimaksudkan untuk memberi Rusia dalih untuk menyerang gedung-gedung pemerintah di Ukraina.
Selama beberapa bulan terakhir, Kyiv secara aktif berupaya untuk mendapatkan rudal Tomahawk tetapi akhirnya ditolak oleh Trump. Pada pertengahan Oktober, dia mengatakan bahwa meskipun Ukraina ingin memiliki Tomahawk, mengirimkannya akan menjadi langkah agresi baru terhadap Rusia.
Moskow telah berulang kali memperingatkan terhadap langkah tersebut, dengan menunjukkan bahwa meskipun pengiriman semacam itu tidak akan mengubah keseimbangan di medan perang, hal itu akan memberikan pukulan besar bagi hubungan AS-Rusia.
(mas)
Lihat Juga :