Trump Sangat Marah atas Serangan 91 Drone Kamikaze Ukraina terhadap Kediaman Putin
Selasa, 30 Desember 2025 - 07:07 WIB
loading...
Presiden AS Donald Trump (kanan) menyatakan sangat marah atas serangan 91 drone kamikaze Ukraina terhadap kediaman Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto/GPO/Avi Ohayon
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dirinya sangat marah atas serangan 91 drone kamikaze militer Ukraina terhadap kediaman negara Presiden Rusia Vladimir Putin. Menurutnya, serangan itu terjadi pada periode waktu yang sensitif.
Sebelumnya pada hari Senin, Moskow mengatakan kediaman Putin di Wilayah Novgorod menjadi target drone-drone kamikaze jarak jauh yang terkonsentrasi pada Minggu malam. Sebanyak 91 drone kamikaze tersebut berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara.
Para pejabat tinggi Rusia mengecam serangan itu sebagai tindakan teroris, berjanji akan membalas dan mengisyaratkan bahwa insiden tersebut pasti akan memengaruhi posisi Moskow dalam negosiasi yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat untuk menyelesaikan perang Rusia-Ukraina.
Baca Juga: Ukraina Luncurkan 91 Drone Kamikaze ke Kediaman Putin, Rusia Ancam Balas Dendam
Berbicara bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di luar Gedung Putih, Trump mengonfirmasi bahwa dia mengetahui tentang serangan itu dari Putin selama percakapan telepon sebelumnya pada hari itu.
"Saya tidak menyukainya. Ini tidak baik," kata Trump. "Saya mengetahuinya dari Presiden Putin hari ini. Saya sangat marah tentang hal itu," katanya lagi, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (30/12/2025).
“Pagi-pagi sekali [Putin] mengatakan dia diserang. Itu tidak baik. Jangan lupa, Anda tahu, Tomahawk. Saya menghentikan Tomahawk. Saya tidak menginginkannya,” kata Trump, merujuk pada rudal jelajah buatan AS yang telah berulang kali diminta oleh Kyiv.
"Ini adalah periode waktu yang sensitif. Ini bukan waktu yang tepat. Bersikap ofensif itu satu hal, karena mereka memang ofensif. Menyerang rumahnya adalah hal lain. Ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan semua itu," imbuh Putin.
Percakapan antara kedua presiden tersebut sebelumnya dikonfirmasi oleh ajudan kebijakan luar negeri Kremlin, Yury Ushakov, yang mengatakan Trump terkejut dengan serangan terhadap kediaman Putin dan berkata, "Syukurlah, kami tidak memberikan Tomahawk kepada Kyiv."
Namun, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky membantah serangan itu benar-benar terjadi, menuduh Moskow berusaha membahayakan kemajuan negosiasi yang telah dicapai oleh Kyiv dan Washington. Menurutnya, klaim serangan terhadap kediaman Putin juga dimaksudkan untuk memberi Rusia dalih untuk menyerang gedung-gedung pemerintah di Ukraina.
Selama beberapa bulan terakhir, Kyiv secara aktif berupaya untuk mendapatkan rudal Tomahawk tetapi akhirnya ditolak oleh Trump. Pada pertengahan Oktober, dia mengatakan bahwa meskipun Ukraina ingin memiliki Tomahawk, mengirimkannya akan menjadi langkah agresi baru terhadap Rusia.
Moskow telah berulang kali memperingatkan terhadap langkah tersebut, dengan menunjukkan bahwa meskipun pengiriman semacam itu tidak akan mengubah keseimbangan di medan perang, hal itu akan memberikan pukulan besar bagi hubungan AS-Rusia.
Sebelumnya pada hari Senin, Moskow mengatakan kediaman Putin di Wilayah Novgorod menjadi target drone-drone kamikaze jarak jauh yang terkonsentrasi pada Minggu malam. Sebanyak 91 drone kamikaze tersebut berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara.
Para pejabat tinggi Rusia mengecam serangan itu sebagai tindakan teroris, berjanji akan membalas dan mengisyaratkan bahwa insiden tersebut pasti akan memengaruhi posisi Moskow dalam negosiasi yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat untuk menyelesaikan perang Rusia-Ukraina.
Baca Juga: Ukraina Luncurkan 91 Drone Kamikaze ke Kediaman Putin, Rusia Ancam Balas Dendam
Berbicara bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di luar Gedung Putih, Trump mengonfirmasi bahwa dia mengetahui tentang serangan itu dari Putin selama percakapan telepon sebelumnya pada hari itu.
"Saya tidak menyukainya. Ini tidak baik," kata Trump. "Saya mengetahuinya dari Presiden Putin hari ini. Saya sangat marah tentang hal itu," katanya lagi, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (30/12/2025).
“Pagi-pagi sekali [Putin] mengatakan dia diserang. Itu tidak baik. Jangan lupa, Anda tahu, Tomahawk. Saya menghentikan Tomahawk. Saya tidak menginginkannya,” kata Trump, merujuk pada rudal jelajah buatan AS yang telah berulang kali diminta oleh Kyiv.
"Ini adalah periode waktu yang sensitif. Ini bukan waktu yang tepat. Bersikap ofensif itu satu hal, karena mereka memang ofensif. Menyerang rumahnya adalah hal lain. Ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan semua itu," imbuh Putin.
Percakapan antara kedua presiden tersebut sebelumnya dikonfirmasi oleh ajudan kebijakan luar negeri Kremlin, Yury Ushakov, yang mengatakan Trump terkejut dengan serangan terhadap kediaman Putin dan berkata, "Syukurlah, kami tidak memberikan Tomahawk kepada Kyiv."
Namun, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky membantah serangan itu benar-benar terjadi, menuduh Moskow berusaha membahayakan kemajuan negosiasi yang telah dicapai oleh Kyiv dan Washington. Menurutnya, klaim serangan terhadap kediaman Putin juga dimaksudkan untuk memberi Rusia dalih untuk menyerang gedung-gedung pemerintah di Ukraina.
Selama beberapa bulan terakhir, Kyiv secara aktif berupaya untuk mendapatkan rudal Tomahawk tetapi akhirnya ditolak oleh Trump. Pada pertengahan Oktober, dia mengatakan bahwa meskipun Ukraina ingin memiliki Tomahawk, mengirimkannya akan menjadi langkah agresi baru terhadap Rusia.
Moskow telah berulang kali memperingatkan terhadap langkah tersebut, dengan menunjukkan bahwa meskipun pengiriman semacam itu tidak akan mengubah keseimbangan di medan perang, hal itu akan memberikan pukulan besar bagi hubungan AS-Rusia.
(mas)
Lihat Juga :