Rusia Sepakat dengan Trump, Akankah Perang Ukraina Segera Berakhir pada 2025?

Selasa, 30 Desember 2025 - 04:40 WIB
loading...
Rusia Sepakat dengan...
Rusia sepakat dengan Presiden AS Donald Trump, Perang Ukraina diprediksi akan berakhir. Foto/X
A A A
MOSKOW - Presiden AS Donald Trump benar ketika mengatakan bahwa perundingan perdamaian Ukraina berada di fase akhir. Itu diungkapkan juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.

Trump menjamu Vladimir Zelensky dari Ukraina di Miami pada hari Minggu untuk putaran diskusi terbaru tentang kemungkinan proposal perdamaian untuk Rusia. Ditanya apakah Trump benar ketika menyatakan bahwa dunia sekarang jauh lebih dekat dengan perdamaian, Peskov mengatakan bahwa "tentu saja" itu benar.

Selama konferensi pers bersama dengan Zelensky, Trump mengatakan kesepakatan itu sudah 95% siap, meskipun secara pribadi dia tidak suka mengukur kemajuan dalam persentase. "Kita berjalan dengan sangat baik," tambahnya. "Kita bisa sangat dekat."

Peskov mengatakan Trump belum memberi tahu Putin detail pembicaraan terbarunya dengan Zelensky, yang disepakati kedua pemimpin akan dilakukan melalui telepon dalam waktu dekat. Ia juga menegaskan kembali keengganan Moskow untuk memberikan komentar publik tentang detail mediasi Amerika.

Sebelumnya, Zelensky mengungkapkan rencana 20 poin yang menurutnya sedang dipertimbangkan, tetapi Trump tidak menyatakan dukungan untuk rancangan tersebut selama konferensi pers bersama. Ketika ditanya kemudian apakah AS memiliki 'Rencana B' jika mediasi gagal, Zelensky mengatakan bahwa Rusia harus menjadi pihak yang memikirkan cadangan, karena diduga "'Rencana A' Rusia adalah perang."

Ketika ditanya tentang pernyataan tersebut, Peskov mengatakan Kiev harus memperhatikan peringatan Trump bahwa situasi di garis depan semakin memburuk bagi pasukan Ukraina setiap hari. Ia menekankan bahwa "Rusia berupaya menangguhkan konflik militer dalam konteks mencapai tujuannya."

Melansir RT, para pejabat Rusia, termasuk Presiden Vladimir Putin, telah berulang kali menyatakan bahwa Moskow selalu lebih memilih untuk mencari solusi diplomatik untuk semua perbedaan dan menganggap tindakan militer hanya sebagai pilihan terakhir, seperti yang terjadi di Ukraina. Rusia melihat peningkatan keterlibatan NATO di Ukraina dan kebijakan diskriminatif Kiev yang menargetkan etnis Rusia sebagai penyebab utama krisis tersebut.

Sebelumnya, Donald Trump dan Volodymyr Zelensky mengatakan kemajuan telah dicapai untuk mengakhiri perang Ukraina selama pembicaraan di Florida, tetapi gagal mencapai terobosan pada beberapa masalah yang paling pelik.

Para pemimpin AS dan Ukraina bertemu di rumah Trump di Mar-a-Lago pada hari Minggu untuk membahas rencana perdamaian yang direvisi, beberapa bagian penting di antaranya telah ditolak oleh Rusia.

Baca Juga: Mantan PM Malaysia Najib Razak Divonis 165 Tahun Penjara

Pada hari Senin, Zelensky mengatakan AS telah menawarkan jaminan keamanan untuk jangka waktu 15 tahun. Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa kesepakatan mengenai poin ini "hampir 95%" tercapai.

Namun, sedikit yang dibicarakan tentang masa depan wilayah Donbas Ukraina yang diperebutkan, yang ingin dikuasai Rusia sepenuhnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Pecat Menhan...
Zelensky Pecat Menhan Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia, Menhan ke-4 yang Didepak
Rusia: Serangan Drone...
Rusia: Serangan Drone Ukraina Tewaskan Kepala Insinyur Pembangkit Nuklir Terbesar Eropa
Wakil PM Italia Sebut...
Wakil PM Italia Sebut Rusia Bukan Ancaman Utama bagi Eropa, tapi Siapa?
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
AS Bombardir Jembatan...
AS Bombardir Jembatan Bandar-e Khamir Iran, Korban Tewas Bertambah Jadi 7 Orang
Usai Menang Semifinal...
Usai Menang Semifinal Piala Dunia, Argentina Tuduh Kapal Perang Inggris Langgar Kedaulatan
Rekomendasi
Libur Sekolah Lebih...
Libur Sekolah Lebih Pengaruhi Order Online daripada Komisi 8 Persen
Misteri Brankas Rahasia:...
Misteri Brankas Rahasia: Mengapa Banyak Negara Pilih Simpan Cadangan Emasnya di Luar Negeri?
Komisi IX DPR Cecar...
Komisi IX DPR Cecar BGN usai Pamer Dapat WTP dari BPK: Jangan-jangan Dibikin-bikin
Berita Terkini
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
Infografis
Rusia Akui Kerahkan...
Rusia Akui Kerahkan Tentara Korut dalam Perang Lawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved