Siap Hadapi Perang dengan Rusia, Polandia Pasang Pertahanan Berlapis
Senin, 29 Desember 2025 - 20:25 WIB
loading...
Siap hadapi perang dengan Rusia, Polandia pasang pertahanan Berlapis. Foto/X/@Arrogance_0024
A
A
A
WARSAWA - Polandia mengumumkan rencana untuk menyelesaikan benteng anti-drone baru di sepanjang perbatasan timurnya dalam dua tahun ke depan, di tengah apa yang dikatakan para pejabat sebagai pelanggaran berulang oleh drone Rusia ke wilayah udara Polandia.
Wakil Menteri Pertahanan Cezary Tomczyk mengatakan sistem baru tersebut akan mulai beroperasi dalam beberapa bulan.
“Kami memperkirakan akan memiliki kemampuan pertama dari sistem tersebut dalam waktu sekitar enam bulan, mungkin bahkan lebih cepat. Dan sistem lengkapnya akan membutuhkan waktu 24 bulan untuk diselesaikan,” katanya kepada Guardian.
Proyek yang diperkirakan menelan biaya lebih dari €2 miliar (USD2,3 miliar) ini akan mengintegrasikan teknologi pertahanan udara baru ke dalam garis benteng perbatasan yang lebih tua yang dibangun sekitar satu dekade lalu.
Menurutnya, pertahanan berlapis tersebut akan mencakup senapan mesin, meriam, rudal, dan sistem pengacau sinyal drone. Ia menambahkan bahwa “sebagian dari ini hanya untuk digunakan dalam kondisi ekstrem atau perang.”
Baca Juga: Mantan PM Malaysia Najib Razak Divonis 165 Tahun Penjara
Pengumuman ini menyusul serangkaian insiden pada bulan September, ketika lebih dari selusin drone Rusia yang diduga memasuki wilayah udara Polandia.
Polandia dan jet NATO menembak jatuh beberapa drone tersebut, dengan puing-puing yang menyebabkan kerusakan pada bangunan.
Tomczyk juga mengatakan sebagian besar pendanaan untuk "tembok drone" akan berasal dari sumber-sumber Eropa melalui program pinjaman pertahanan SAFE, dengan kontribusi tambahan dari anggaran negara Polandia.
“Yang benar adalah bahwa selama Ukraina membela diri dan melawan Rusia, Eropa tidak berisiko perang dalam arti konvensional dan ketat,” katanya seperti dikutip oleh Guardian.
Namun, ia memperingatkan bahwa Eropa justru akan menghadapi “provokasi dan tindakan sabotase.”
Wakil Menteri Pertahanan Cezary Tomczyk mengatakan sistem baru tersebut akan mulai beroperasi dalam beberapa bulan.
“Kami memperkirakan akan memiliki kemampuan pertama dari sistem tersebut dalam waktu sekitar enam bulan, mungkin bahkan lebih cepat. Dan sistem lengkapnya akan membutuhkan waktu 24 bulan untuk diselesaikan,” katanya kepada Guardian.
Proyek yang diperkirakan menelan biaya lebih dari €2 miliar (USD2,3 miliar) ini akan mengintegrasikan teknologi pertahanan udara baru ke dalam garis benteng perbatasan yang lebih tua yang dibangun sekitar satu dekade lalu.
Menurutnya, pertahanan berlapis tersebut akan mencakup senapan mesin, meriam, rudal, dan sistem pengacau sinyal drone. Ia menambahkan bahwa “sebagian dari ini hanya untuk digunakan dalam kondisi ekstrem atau perang.”
Baca Juga: Mantan PM Malaysia Najib Razak Divonis 165 Tahun Penjara
Pengumuman ini menyusul serangkaian insiden pada bulan September, ketika lebih dari selusin drone Rusia yang diduga memasuki wilayah udara Polandia.
Polandia dan jet NATO menembak jatuh beberapa drone tersebut, dengan puing-puing yang menyebabkan kerusakan pada bangunan.
Tomczyk juga mengatakan sebagian besar pendanaan untuk "tembok drone" akan berasal dari sumber-sumber Eropa melalui program pinjaman pertahanan SAFE, dengan kontribusi tambahan dari anggaran negara Polandia.
“Yang benar adalah bahwa selama Ukraina membela diri dan melawan Rusia, Eropa tidak berisiko perang dalam arti konvensional dan ketat,” katanya seperti dikutip oleh Guardian.
Namun, ia memperingatkan bahwa Eropa justru akan menghadapi “provokasi dan tindakan sabotase.”
(ahm)
Lihat Juga :