Presiden Iran: Kami Sedang Perang Habis-habisan Melawan AS, Israel, dan Eropa!

Minggu, 28 Desember 2025 - 09:26 WIB
loading...
Presiden Iran: Kami...
Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebut negaranya sedang perang habis-habisan melawan AS, Israel, dan Eropa. Foto/Tehran Times
A A A
TEHERAN - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan pada hari Sabtu bahwa negaranya sedang menghadapi konfrontasi skala penuh dengan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Eropa. Dia menggambarkan kampanye tekanan terhadap Teheran sebagai lebih kompleks dan merusak daripada perang Iran-Irak.

"Menurut saya, kami sedang dalam perang habis-habisan dengan Amerika Serikat, Israel, dan Eropa; mereka tidak ingin negara kami berdiri di atas kakinya sendiri,” kata Masoud Pezeshkian dalam sebuah wawancara dengan situs web resmi Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Dia mengatakan perang saat ini lebih buruk daripada perang Irak pada tahun 1980-an. “Jika dipahami dengan benar, perang ini jauh lebih kompleks dan lebih sulit daripada perang itu," katanya.

Baca Juga: Israel Ketakutan dengan Latihan Rudal Iran, Waswas Jadi Kedok untuk Serangan Mendadak

“Dalam perang dengan Irak, situasinya jelas; mereka menembakkan rudal, dan jelas di mana kami akan membalas. Tetapi di sini, mereka sekarang mengepung kami dalam segala hal, memberi kami tekanan dan menempatkan kami dalam posisi sulit, menciptakan masalah—secara ekonomi, budaya, politik, dan dalam hal keamanan," paparnya.

Pezeshkian menyampaikan komentar tersebut menjelang kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Amerika Serikat, di mana dia berencana untuk memberi pengarahan kepada Presiden AS Donald Trump tentang opsi untuk potensi serangan di masa depan terhadap Iran, di tengah kekhawatiran bahwa Teheran sedang membangun kembali fasilitas produksi rudal balistik dan memperbaiki pertahanan udara yang rusak selama perang Juni lalu.

Israel telah memberi tahu Amerika Serikat bahwa latihan rudal Iran baru-baru ini mungkin menyembunyikan persiapan untuk potensi serangan, menurut laporan Axios pekan lalu, sehari setelah Iran International melaporkan aktivitas udara Iran yang tidak biasa yang terdeteksi oleh badan intelijen Barat.

Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel Letnan Jenderal Eyal Zamir mengangkat masalah ini secara langsung dengan Brad Cooper, kepala Komando Pusat (CENTCOM) AS, memperingatkan bahwa pergerakan rudal Iran baru-baru ini dapat berfungsi sebagai kedok untuk operasi kejutan terhadap negara Yahudi tersebut.

Pezeshkian mengatakan pada hari Sabtu bahwa Iran lebih kuat daripada selama perang 12 hari dengan Israel dalam hal peralatan dan personel. "Jika musuh memilih konfrontasi, mereka tentu akan menghadapi respons yang lebih tegas," ujarnya.

Pada bulan Juni, Israel melakukan serangan udara dan operasi rahasia terhadap situs militer dan nuklir Iran, menewaskan lebih dari 1.000 orang termasuk pejabat senior dan ilmuwan nuklir.

Iran membalas dengan meluncurkan ratusan rudal dan drone ke Israel, menewaskan sedikitnya 33 orang, di antaranya seorang tentara yang sedang tidak bertugas.

Amerika Serikat membantu Israel mencegat serangan Iran dan kemudian bergabung dengan agresi Israel, mengebom tiga fasilitas nuklir Iran pada 22 Juni.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Mengapa Gol Iran ke...
Mengapa Gol Iran ke Gawang Mesir Dianulir? Ini Penjelasan Aturan Offside di Piala Dunia 2026
Teken Perjanjian Damai...
Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapat Perdamaian Permanen di Kawasan
Paris Melarang Warganya...
Paris Melarang Warganya Minum Alkohol di Tempat Umum Mulai Hari Ini
Rekomendasi
PNM Berikan Beasiswa...
PNM Berikan Beasiswa kepada 1.590 Anak dari Jenjang SD hingga Perguruan Tinggi
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Peserta SPPI Meninggal...
Peserta SPPI Meninggal Akibat TBC, Tim Seleksi Ungkap Pemeriksaan Awal hanya Terdeteksi Infeksi Paru
Berita Terkini
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved