Mengapa Rusia Mengintensifkan Serangan ke Ukraina pada Akhir Tahun 2025?

Sabtu, 27 Desember 2025 - 20:30 WIB
loading...
A A A
Di aplikasi pesan Telegram, Kuleba mengatakan pada hari Jumat bahwa pasukan Rusia menargetkan infrastruktur listrik dan jembatan di atas Sungai Dniester dekat desa Mayaky, barat daya Pivdennyi, yang dihantam lima kali dalam 24 jam.

Jembatan itu menghubungkan bagian-bagian wilayah yang dipisahkan oleh jalur air dan berfungsi sebagai rute utama ke arah barat menuju perbatasan dengan Moldova. Saat ini jalur tersebut tidak beroperasi. Kuleba mengatakan jalur tersebut biasanya mengangkut sekitar 40 persen pasokan bahan bakar Ukraina.

4. Membatasi Akses ke Laut Hitam

“Fokus perang mungkin telah bergeser ke Odesa,” kata Kuleba, memperingatkan bahwa serangan “gila” tersebut dapat meningkat seiring upaya Rusia untuk melemahkan ekonomi Ukraina.

Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya mengatakan Moskow ingin membatasi akses Ukraina ke Laut Hitam sebagai balasan atas serangan drone Kyiv baru-baru ini terhadap “armada bayangan” Rusia yang menghindari sanksi, yang mengangkut berbagai komoditas.

Ukraina mengatakan kapal-kapal tersebut digunakan untuk mengekspor minyak yang dikenai sanksi secara ilegal, yang memberikan pasokan bagi Rusia.
dengan sumber pendapatan utamanya untuk membiayai invasi skala penuh ke negara tetangganya.

Pelabuhan Odesa telah lama menjadi pusat perekonomian Ukraina. Disebut sebagai "mutiara di tepi laut", Odesa adalah kota terpadat ketiga di Ukraina setelah Kyiv dan Kharkiv.

Pelabuhan Laut Hitam – termasuk Odesa dan dua pelabuhan lainnya di dekatnya, Pivdennyi dan Chornomorsk – dan Mykolaiv di timur menangani lebih dari 70 persen ekspor Ukraina sebelum perang.

Namun peran Odesa sebagai pusat perdagangan telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir karena pelabuhan di wilayah Zaporizhia, Kherson, dan Mykolaiv telah diduduki oleh Rusia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Pecat Menhan...
Zelensky Pecat Menhan Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia, Menhan ke-4 yang Didepak
Rusia: Serangan Drone...
Rusia: Serangan Drone Ukraina Tewaskan Kepala Insinyur Pembangkit Nuklir Terbesar Eropa
Wakil PM Italia Sebut...
Wakil PM Italia Sebut Rusia Bukan Ancaman Utama bagi Eropa, tapi Siapa?
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Wabah Ebola RD Kongo...
Wabah Ebola RD Kongo Tembus 2.000 Kasus, Tewaskan 754 Korban
Saham SpaceX Anjlok,...
Saham SpaceX Anjlok, Kekayaan Elon Musk Menyusut Jadi Rp15 Kuadriliun
Rekomendasi
Usai Diperiksa Kejagung...
Usai Diperiksa Kejagung sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
Hotman Paris Ungkap...
Hotman Paris Ungkap Alasan Bersedia Menjadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
ICW Soroti Mutasi ASN...
ICW Soroti Mutasi ASN Kementerian PU, Diduga Hanya Jadi Alat Balas Dendam
Berita Terkini
Israel Berencana Gunakan...
Israel Berencana Gunakan Buaya untuk Jaga Tahanan Palestina
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
Infografis
5 Kombes Pol Pecah Bintang...
5 Kombes Pol Pecah Bintang Jadi Brigjen pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved