Mengapa Rusia Mengintensifkan Serangan ke Ukraina pada Akhir Tahun 2025?

Sabtu, 27 Desember 2025 - 20:30 WIB
loading...
Mengapa Rusia Mengintensifkan...
Rusia mengintensifkan serangan ke Ukraina pada akhir tahun 2025. Foto/X/@GlobalUpdate00
A A A
MOSKOW - Pasukan Rusia menyerang pelabuhan Odesa di Laut Hitam selatan Ukraina, merusak fasilitas pelabuhan dan sebuah kapal. Serangan itu sebagai sinyal untuk intensitas perang pada akhir tahun 2025.

Serangan pada Senin malam itu menyusul serangan lain pada akhir pekan ketika Moskow melakukan serangan drone dan rudal yang berkelanjutan di wilayah sekitar Odesa, yang merupakan rumah bagi pelabuhan-pelabuhan penting bagi perdagangan luar negeri dan impor bahan bakar Ukraina. Serangan-serangan tersebut menyusul ancaman Rusia untuk memutus "Ukraina dari laut".

Mengapa Rusia Mengintensifkan Serangan ke Ukraina pada Akhir Tahun 2025?

1. Rusia Ingin Menghancurkan Infrastruktur Pelabuhan dan Energi

Eskalasi serangan Rusia terhadap Odesa, kota pelabuhan terbesar Ukraina, telah terjadi ketika Washington meningkatkan upaya diplomatik untuk mengakhiri perang. Pejabat Ukraina bertemu dengan anggota delegasi AS pada hari Jumat di Florida sementara utusan AS mengadakan pembicaraan dengan perwakilan Rusia pada hari Sabtu.

“Situasi di wilayah Odesa sangat sulit akibat serangan Rusia terhadap infrastruktur pelabuhan dan logistik,” kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy kepada wartawan di Kyiv pada hari Senin. “Rusia sekali lagi mencoba membatasi akses Ukraina ke laut dan memblokir wilayah pesisir kita.”

Baca Juga: 11 Miliarder Paling Aneh di Dunia, Salah Satunya Tak Punya Rumah karena Selalu Berkeliling Dunia

2. Menghancurkan Ekonomi Ukraina

Pada hari Selasa, kepala Administrasi Militer Regional Odesa, Oleh Kiper, mengatakan serangan Rusia semalam telah merusak kapal kargo sipil dan gudang di sebuah distrik di Odesa sementara atap bangunan tempat tinggal dua lantai terbakar.

Sementara itu, serangan pada hari Sabtu di pelabuhan Pivdennyi dekat Odesa merusak waduk penyimpanan, kata Wakil Perdana Menteri Ukraina Oleksii Kuleba. Serangan-serangan itu terjadi hanya satu hari setelah serangan rudal balistik, juga di Pivdennyi, yang menewaskan delapan orang dan melukai setidaknya 30 orang.

Ini hanyalah serangan terbaru dalam eskalasi permusuhan di daerah tersebut selama beberapa minggu terakhir.

3. Meneror Rakyat Ukraina

Minggu lalu, Rusia melancarkan salah satu serangan udara terbesar dalam perang di wilayah Laut Hitam, merusak infrastruktur energi dan menyebabkan pemadaman listrik di Odesa, membuat ratusan ribu penduduk tanpa listrik selama beberapa hari.

Kementerian Pertahanan Rusia tidak segera mengomentari serangan tersebut, tetapi Kremlin sebelumnya telah menggambarkan infrastruktur ekonomi Ukraina sebagai "sasaran militer yang sah" selama perang yang berlangsung hampir empat tahun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Pecat Menhan...
Zelensky Pecat Menhan Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia, Menhan ke-4 yang Didepak
Rusia: Serangan Drone...
Rusia: Serangan Drone Ukraina Tewaskan Kepala Insinyur Pembangkit Nuklir Terbesar Eropa
Wakil PM Italia Sebut...
Wakil PM Italia Sebut Rusia Bukan Ancaman Utama bagi Eropa, tapi Siapa?
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Wabah Ebola RD Kongo...
Wabah Ebola RD Kongo Tembus 2.000 Kasus, Tewaskan 754 Korban
Kebakaran Hutan Kanada,...
Kebakaran Hutan Kanada, Laga Final Piala Dunia Spanyol Vs Argentina Ditunda?
Rekomendasi
Pelimpahan Berkas Perkara...
Pelimpahan Berkas Perkara Febrie Dinilai Tindakan Rasional
MA-Kemenkum: Kepastian...
MA-Kemenkum: Kepastian Hukum dan Pemahaman BJR Penting dalam Pengambilan Keputusan di BUMN
Komisi IX DPR Cecar...
Komisi IX DPR Cecar BGN usai Pamer Dapat WTP dari BPK: Jangan-jangan Dibikin-bikin
Berita Terkini
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
Infografis
5 Titik Rawan Perang...
5 Titik Rawan Perang Dunia III pada Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved