Billboard 'Yesus Adalah Orang Palestina' Hebohkan Times Square AS
Jum'at, 26 Desember 2025 - 19:20 WIB
loading...
A
A
A
“Ini seperti mencoba memprovokasi, bukan?” katanya.
Pengunjung lain berpendapat bahwa Yesus adalah “untuk semua orang”, dan tidak perlu “spesifik”.
Adeb Ayoub, direktur eksekutif nasional organisasi Arab-Amerika, mengatakan bahwa organisasi nirlaba tersebut telah menyewa ruang iklan di Times Square sejak awal tahun ini, dengan pesan yang berbeda berganti setiap minggu.
Dia menjelaskan bahwa tema utama papan reklame tersebut adalah “America First", dengan tujuan untuk mendorong orang-orang untuk mengenali kesamaan antara komunitas Arab dan Muslim serta umat Kristen di AS selama “waktu tersibuk di New York City”.
“Ada lebih banyak kesamaan antara orang Arab, Muslim, dan Kristen di negara ini daripada yang ingin orang lain percayai, dan ada kesamaan serta ketakutan akan budaya, agama yang sama,” kata Ayoub kepada The New York Post, yang dilansir Jumat (26/12/2025).
“Sebagian besar warga Amerika di negara ini beragama Kristen dan tempat kelahiran Kekristenan adalah Palestina. Jika orang ingin berdebat tentang hal itu, maka bagus, papan reklame itu memicu perdebatan. Setidaknya Anda sedang membicarakannya. Jika tidak, kami dibungkam dan suara serta posisi kami tidak akan terdengar," paparnya.
Pengunjung lain berpendapat bahwa Yesus adalah “untuk semua orang”, dan tidak perlu “spesifik”.
Adeb Ayoub, direktur eksekutif nasional organisasi Arab-Amerika, mengatakan bahwa organisasi nirlaba tersebut telah menyewa ruang iklan di Times Square sejak awal tahun ini, dengan pesan yang berbeda berganti setiap minggu.
Dia menjelaskan bahwa tema utama papan reklame tersebut adalah “America First", dengan tujuan untuk mendorong orang-orang untuk mengenali kesamaan antara komunitas Arab dan Muslim serta umat Kristen di AS selama “waktu tersibuk di New York City”.
“Ada lebih banyak kesamaan antara orang Arab, Muslim, dan Kristen di negara ini daripada yang ingin orang lain percayai, dan ada kesamaan serta ketakutan akan budaya, agama yang sama,” kata Ayoub kepada The New York Post, yang dilansir Jumat (26/12/2025).
“Sebagian besar warga Amerika di negara ini beragama Kristen dan tempat kelahiran Kekristenan adalah Palestina. Jika orang ingin berdebat tentang hal itu, maka bagus, papan reklame itu memicu perdebatan. Setidaknya Anda sedang membicarakannya. Jika tidak, kami dibungkam dan suara serta posisi kami tidak akan terdengar," paparnya.
Lihat Juga :