Perilaku Militer China Berisiko Picu Insiden Tak Disengaja dengan Jepang
Jum'at, 26 Desember 2025 - 10:12 WIB
loading...
A
A
A
“Insiden latihan udara Liaoning hanyalah gejala dari penyakit yang lebih serius, yaitu normalisasi perilaku militer China yang ceroboh dan bersifat intimidatif,” ujarnya.
Bosack menegaskan bahwa meningkatnya frekuensi insiden, dikombinasikan dengan kemampuan militer China yang semakin besar, memperbesar risiko kesalahan fatal di masa depan.
“Tanpa koreksi arah, normalisasi perilaku militer China yang sembrono akan membuat krisis di masa depan bukan hanya mungkin terjadi, tetapi semakin besar kemungkinannya,” ujarnya.
Dia menekankan bahwa pencegahan hanya dapat dilakukan jika Jepang dan mitra-mitranya secara konsisten menegakkan hukum dan norma internasional serta menolak mengakomodasi tindakankoersif.
Bosack menegaskan bahwa meningkatnya frekuensi insiden, dikombinasikan dengan kemampuan militer China yang semakin besar, memperbesar risiko kesalahan fatal di masa depan.
“Tanpa koreksi arah, normalisasi perilaku militer China yang sembrono akan membuat krisis di masa depan bukan hanya mungkin terjadi, tetapi semakin besar kemungkinannya,” ujarnya.
Dia menekankan bahwa pencegahan hanya dapat dilakukan jika Jepang dan mitra-mitranya secara konsisten menegakkan hukum dan norma internasional serta menolak mengakomodasi tindakankoersif.
(mas)
Lihat Juga :