Hamas: Jalur Pasukan Internasional Terhenti Tanpa Konsensus Mengenai Identitas, Peran, atau Tugas

Jum'at, 26 Desember 2025 - 06:40 WIB
loading...
Hamas: Jalur Pasukan...
Dr. Bassem Naeem berbicara selama acara yang bertema Amerika adalah penghalang perdamaian.
A A A
GAZA - Anggota biro politik Hamas Bassem Naeem mengatakan perjanjian gencatan senjata dengan jelas mengatur pengerahan pasukan stabilisasi internasional, langkah yang didukung Dewan Keamanan PBB.

Namun, ia mengatakan jalur ini tetap terhenti, tanpa tanda-tanda serius adanya kesepakatan yang akan segera tercapai mengenai pembentukan pasukan tersebut atau mendefinisikan identitas, peran, dan tugasnya.

Naeem menjelaskan upaya regional dan internasional, yang diawasi Amerika Serikat, sejauh ini gagal mengamankan keterlibatan praktis dalam pembentukan pasukan tersebut.

Ia menghubungkan hal ini dengan kurangnya kejelasan mengenai mandatnya, ruang lingkup pekerjaannya, aturan keterlibatan, dan tidak adanya dokumen yang jelas yang mengatur sifat intervensinya.

Dalam pernyataannya kepada surat kabar Felastin pada hari Rabu, Naeem menekankan posisi Hamas teguh.

Ia mengatakan pasukan internasional mana pun harus dibatasi untuk memantau gencatan senjata, memisahkan pihak-pihak yang bertikai, mencegah eskalasi, dan menyampaikan laporan, tanpa keterlibatan apa pun dalam urusan internal Palestina atau administrasi Jalur Gaza.

Dalam konteks yang sama, Naeem menuduh Israel berupaya menghalangi langkah menuju fase kedua perjanjian gencatan senjata.

Ia mengatakan fase ini mengharuskan Israel untuk sepenuhnya menarik diri dari Jalur Gaza, membuka perbatasan, dan memulai proses pemulihan dan rekonstruksi.

Baca juga: Menlu Turki Bertemu Delegasi Hamas, Bahas Situasi Gaza dan Rencana Perdamaian
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Trump Ungkap Selat Hormuz...
Trump Ungkap Selat Hormuz akan Dibuka Kembali Sepenuhnya pada Hari Jumat Secara Permanen
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Hari ke-83 Perang Iran:...
Hari ke-83 Perang Iran: Ketika Diplomasi Menjadi Jeda Kematian
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Nah, Trump Tiba-Tiba...
Nah, Trump Tiba-Tiba Bilang Tak Adil bagi Iran Tidak Punya Rudal Balistik
Rekomendasi
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Kepulangan Haji Capai...
Kepulangan Haji Capai 55 Persen, Kemenhaj Puji Kedisiplinan Jemaah Haji Indonesia
Jonathan David Hattrick,...
Jonathan David Hattrick, Kanada Hancurkan Qatar 6-0 di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Infografis
Siapa yang Menang dalam...
Siapa yang Menang dalam Perang Gaza, Hamas atau Netanyahu?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved