Thailand Dibombardir Mortir dan Rudal Kamboja, Bangkok Kirim Jet Tempur
Rabu, 24 Desember 2025 - 21:35 WIB
loading...
A
A
A
Konflik ini berakar dari sengketa teritorial atas demarkasi perbatasan sepanjang 800 km (500 mil) peninggalan era kolonial dan sejumlah reruntuhan candi kuno yang terletak di perbatasan.
Masing-masing pihak saling menyalahkan atas terjadinya kembali pertempuran, mengklaim membela diri, sambil saling tuding melakukan serangan terhadap warga sipil.
Menghancurkan patung Hindu di daerah perbatasan yang disengketakan, pemerintah mengutuk penghancuran benda-benda yang memiliki makna keagamaan.
Kim Chanpanha, juru bicara pemerintah di provinsi perbatasan Preah Vihear, mengatakan patung Wisnu, yang dibangun pada tahun 2014, dihancurkan oleh pasukan Thailand pada hari Senin.
“Kami mengutuk penghancuran kuil dan patung kuno yang disembah oleh pengikut Buddha dan Hindu,” kata Chanpanha.
Video yang menunjukkan penghancuran patung menggunakan alat berat (backhoe loader) beredar di media sosial.
Militer Thailand belum berkomentar tentang insiden tersebut, tetapi mengeluarkan pernyataan yang menolak klaim Kamboja bahwa mereka menggunakan amunisi tandan yang dimaksudkan untuk melukai warga sipil.
Pernyataan tersebut mengatakan amunisi tandan mereka adalah peluru artileri dua tujuan yang digunakan terhadap target militer, sesuai dengan prinsip “kebutuhan militer” dan “proporsionalitas”.
Ditambahkan pula bahwa Konvensi tentang Amunisi Klaster (CCM), yang melarang negara-negara penandatangan untuk menggunakan senjata semacam itu, tidak berlaku karena baik Thailand maupun Kamboja bukanlah pihak dalam perjanjian tersebut.
Masing-masing pihak saling menyalahkan atas terjadinya kembali pertempuran, mengklaim membela diri, sambil saling tuding melakukan serangan terhadap warga sipil.
Menghancurkan patung Hindu di daerah perbatasan yang disengketakan, pemerintah mengutuk penghancuran benda-benda yang memiliki makna keagamaan.
Kim Chanpanha, juru bicara pemerintah di provinsi perbatasan Preah Vihear, mengatakan patung Wisnu, yang dibangun pada tahun 2014, dihancurkan oleh pasukan Thailand pada hari Senin.
“Kami mengutuk penghancuran kuil dan patung kuno yang disembah oleh pengikut Buddha dan Hindu,” kata Chanpanha.
Video yang menunjukkan penghancuran patung menggunakan alat berat (backhoe loader) beredar di media sosial.
Militer Thailand belum berkomentar tentang insiden tersebut, tetapi mengeluarkan pernyataan yang menolak klaim Kamboja bahwa mereka menggunakan amunisi tandan yang dimaksudkan untuk melukai warga sipil.
Pernyataan tersebut mengatakan amunisi tandan mereka adalah peluru artileri dua tujuan yang digunakan terhadap target militer, sesuai dengan prinsip “kebutuhan militer” dan “proporsionalitas”.
Ditambahkan pula bahwa Konvensi tentang Amunisi Klaster (CCM), yang melarang negara-negara penandatangan untuk menggunakan senjata semacam itu, tidak berlaku karena baik Thailand maupun Kamboja bukanlah pihak dalam perjanjian tersebut.
(ahm)
Lihat Juga :