Bagaimana Perseteruan Anwar Vs Mahathir Jadi Representasi Pertarungan Pengaruh AS dan China di Malaysia?

Selasa, 23 Desember 2025 - 14:08 WIB
loading...
Bagaimana Perseteruan...
Anwar Ibrahim dan Mahathir Mohammad kerap berkonflik. Foto/X
A A A
KUALA LUMPUR - Hubungan Anwar Ibrahim, Perdana Menteri (PM) Malaysia dan Mantan PM Mahathir Mohamad seperti kisah film dengan konflik yang tak pernah berhenti. Berbagai perbedaan pandangan dan kebijakan menjadi perseteruan yang ramai dalam pemberitaan media.

Itu tidak lepas dari kisah di mana Mahathir selalu menganggap dirinya adalah mentornya Anwar Ibrahim. Meski keduanya pernah memiliki hubungan seperti ayah dan anak, tetapi keduanya juga pernah memiliki permusuhan yang hebat. Tapi, kesepakatan politik pernah menyatukan, tetapi digoyangkan dengan ambisi pribadi.

Bagaimana Perseteruan Anwar Vs Mahathir Jadi Representasi Pertarungan Pengaruh AS dan China di Malaysia?

1. Anwar Dituding Melanggar Konstitusi

Yang terbaru adalah Mahathir Mohamad mengajukan laporan polisi terhadap Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim terkait Perjanjian Perdagangan Timbal Balik (ART) antara Malaysia dan Amerika Serikat.

Menurut Sinar Harian, mantan perdana menteri tersebut mengklaim bahwa tindakan Anwar dilakukan tanpa mandat penuh dari entitas yang seharusnya mewakili Federasi Malaysia.

"Perjanjian itu tidak sah karena dia (Anwar) bukan satu-satunya perwakilan Federasi. Perjanjian semacam itu seharusnya memerlukan persetujuan dari empat entitas utama: Yang di-Pertuan Agong, Dewan Rakyat, Dewan Raja-Raja, dan eksekutif (pemerintah)," katanya dalam konferensi pers setelah menyampaikan laporan tersebut di Markas Besar Kepolisian Distrik Putrajaya pada Selasa (2 Desember).

Mahathir mengatakan persetujuan dari keempat pihak tersebut tidak diperoleh, sehingga perjanjian tersebut tidak konstitusional.

"Dokumen perjanjian tersebut setebal 400 halaman tetapi tidak pernah diungkapkan kepada publik. Ada banyak klausul yang menyatakan bahwa kekuasaan negara kita diserahkan kepada Amerika Serikat, yang mengharuskan kita untuk merujuk tindakan kepada mereka dan membiarkan mereka menentukan apa yang dapat atau tidak dapat dilakukan," katanya.

Mengomentari status dan posisi Bumiputera dalam perjanjian tersebut, Mahathir menjelaskan bahwa hal itu tidak disebutkan secara langsung.

“Dalam perjanjian ini, semua hak istimewa Bumiputera tidak dapat dikenakan pada barang atau perdagangan Amerika. Ini berarti kekuasaan AS mengesampingkan hak istimewa Bumiputera, dan setiap manfaat yang diberikan kepada Bumiputera juga harus diberikan kepada Amerika Serikat,” katanya.

Mahathir juga menyatakan bahwa polisi harus menyelidiki apakah Anwar telah melanggar hukum nasional atau Konstitusi. Ia mencatat bahwa lebih dari 139 laporan polisi telah diajukan di seluruh negeri oleh individu dan LSM mengenai masalah yang sama.

Baca Juga: 8 Miliarder Dunia yang Membeli Ribuan HektareTanah untuk Jadi Hutan

2. Pemerintahan Anwar Klaim Memprioritaskan Bumiputera

ART, yang ditandatangani oleh Anwar dan Presiden AS saat itu, Donald Trump, pada 26 Oktober, bertujuan untuk meningkatkan aktivitas ekonomi di kedua negara, menyesuaikan tarif, dan memperkuat kerja sama Malaysia-AS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Momen PM Inggris Keir...
Momen PM Inggris Keir Starmer Tak Kuasa Menahan Tangis saat Umumkan Mundur
Rekomendasi
Pegadaian CPS Pondok...
Pegadaian CPS Pondok Aren Gelar Pengobatan Gratis bagi Ratusan Masyarakat
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
Inggris vs Ghana 0-0,...
Inggris vs Ghana 0-0, Laga Hambar di Boston
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved