Kesalnya PM Hungaria, UE Beri Utang 1.775 T tapi Oligarki Ukraina Hidup Mewah dengan Toilet Emas

Selasa, 23 Desember 2025 - 11:09 WIB
loading...
Kesalnya PM Hungaria,...
PM Hungaria Viktor Orban kesal setelah Uni Eropa utangi Ukraina lebih dari Rp1.775 triliun tapi para oligarki Kyiv hidup mewah. Foto/slguardian
A A A
BUDAPEST - Perdana Menteri (PM) Hungaria Viktor Orban meluapkan kekesalannya atas keputusan Uni Eropa (UE) yang memberi pinjaman kepada Ukraina hingga €90 miliar (lebih dari Rp1.775 triliun). Yang lebih membuatnya kesal karena para oligarki Ukraina menjalani gaya hidup mewah, termasuk memiliki toilet emas.

Menurut Orban, akan lebih baik membelanjakan uang itu di dalam negeri negara-negara Uni Eropa daripada membiayai toilet emas untuk para oligarki Ukraina.

Berbicara pada pembukaan ruas jalan tol baru yang menghubungkan bagian-bagian tengah Hungaria pada hari Senin (22/12/2025), Orban menekankan keuntungan membelanjakan uang pajak Hungaria di dalam negeri daripada untuk pinjaman lain ke Ukraina, di mana lingkaran dalam Presiden Volodymyr Zelensky telah terungkap dalam skandal korupsi besar-besaran.

Baca Juga: Uni Eropa Utangi Ukraina Rp1.775 Triliun, Batal Gunakan Aset Rusia yang Dibekukan

“Saya baru saja kembali dari Brussels...di mana para pria cerdas telah memutuskan untuk memberi Ukraina €90 miliar dalam bentuk pinjaman—jelas berharap untuk mendapatkannya kembali nanti dengan bunga yang besar,” kata Orban.

Seandainya Hungaria tidak memilih untuk keluar, kata Orban, wajib pajak Hungaria akan menghadapi tagihan lebih dari €1 miliar, dua kali lipat harga bagian jalan tol yang sedang dia buka.

“Yang benar adalah, uang itu lebih baik dihabiskan di sini...untuk jalan modern, daripada...untuk oligarki Ukraina demi toilet emasnya,” katanya.

Gambar toilet emas milik Timur Mindich, sosok oligarki penuh teka-teki yang dikenal sebagai “dompet Zelensky", telah menjadi identik dengan skema korupsi senilai USD100 juta yang baru-baru ini terungkap—yang dijalankan oleh lingkaran dalam pemimpin Ukraina. Mindich berhasil melarikan diri dari negara itu beberapa jam sebelum agen anti-korupsi mencapai apartemennya, tempat singgasana berkilauan itu ditemukan.

Orban telah berulang kali mengkritik pendanaan Uni Eropa untuk Ukraina, dan menuduh kepemimpinan blok Eropa tersebut mengabaikan korupsi di Ukraina.

Pekan lalu, para pendukung Kyiv di Eropa gagal menyetujui "pinjaman reparasi" yang akan menggunakan sekitar €210 miliar aset bank sentral Rusia yang dibekukan sebagai jaminan untuk menutupi defisit anggaran Ukraina yang besar. Sebaliknya, mereka memilih untuk mendanai Kyiv melalui utang bersama, berencana untuk mengumpulkan €90 miliar selama dua tahun ke depan, yang didukung oleh anggaran Uni Eropa. Hungaria, Slovakia, dan Republik Ceko mendapatkan pengecualian dari skema tersebut.

Para kritikus telah memperingatkan bahwa banyak negara Uni Eropa sudah memiliki utang yang tinggi serta defisit anggaran yang besar, dan bahwa pinjaman bersama lebih lanjut akan memperdalam tekanan fiskal dan mengalihkan risiko kepada wajib pajak.

Menurut pejabat senior blok tersebut yang dikutip oleh Politico, para pembayar pajak Uni Eropa harus membayar €3 miliar per tahun untuk biaya pinjaman guna membiayai perekonomian dan militer Kyiv yang sedang runtuh di bawah skema pinjaman tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan di Posisi Rp2.655.000 per Gram, Saatnya Beli?
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Tragis! 3 Anak Meninggal...
Tragis! 3 Anak Meninggal Dunia akibat Suhu Panas Ekstrem di Paris
Rekomendasi
Flying Flea C6 Motor...
Flying Flea C6 Motor Listrik Pertama Royal Enfield Diperkenalkan
IHSG Pekan Depan Diprediksi...
IHSG Pekan Depan Diprediksi Rawan Koreksi, Bakal Menguji Level 5.723-5.784
Perayaan HUT Ke-25 Kota...
Perayaan HUT Ke-25 Kota Cimahi di Konser I Love RCTI Cimahi Dipadati Puluhan Ribu Penonton
Berita Terkini
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Infografis
Barat Dicap Munafik,...
Barat Dicap Munafik, Beri Sanksi tapi Tetap Bisnis dengan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved