Seorang Pria Hindu Dibakar Hidup-hidup oleh Massa di Bangladesh, Ini Alasannya

Minggu, 21 Desember 2025 - 08:38 WIB
loading...
Seorang Pria Hindu Dibakar...
Seorang pria Hindu dibakar hidup-hidup hingga meninggal oleh massa di Bangladesh setelah dituduh melakukan penistaan agama. Foto/X @amitmalviya
A A A
DHAKA - Seorang pria Hindu bernama Dipu Chandra Das dibunuh oleh massa di kota Mymensingh, Bangladesh, pada Kamis malam. Korban dipukuli dan dibakar hidup-hidup setelah dituduh melakukan penistaan agama.

Das (25) tinggal di Mymensingh, tempat dia bekerja di Pabrik Komposit Rajut Pioneer di daerah Square Masterbari di kota tersebut.

Laporan warga setempat dan saksi mata yang dikutip Barta Bazar mengatakan bahwa tuduhan penistaan agama menyebar dengan cepat di dalam lingkungan pabrik dan sekitarnya, yang akhirnya memicu ketegangan. Massa yang marah kemudian menyerang Das, memukulinya dengan parah. Dia dilaporkan meninggal di tempat kejadian akibat serangan tersebut.

Baca Juga: Bangladesh Rusuh setelah Pemimpin Mahasiswa Ditembak Mati di Bagian Kepala

Petugas investigasi dari Kantor Polisi Bhaluka, Abdul Malek, mengatakan bahwa setelah pembunuhan tersebut, massa meninggalkan tubuh Das di pinggir jalan raya Dhaka-Mymensingh dan membakarnya, menyebabkan lalu lintas di kedua sisi jalan terhenti.

Ayah Korban Menceritakan Kengerian


NDTV berbicara dengan ayah Dipu Chandra Das, Ravilal Das, yang menceritakan peristiwa yang menyebabkan kematian putranya. Dia mengatakan keluarga pertama kali mengetahui tentang kejadian itu melalui media sosial.

"Kami melihatnya di Facebook. Dari Facebook kami mulai mendengar berbagai hal, kemudian lebih banyak orang yang mengatakannya - dan kemudian kami mengetahuinya ketika seseorang berkata kepada saya, saudaraku... saudaraku, dia dipukuli, dipukuli dengan parah. Kemudian paman saya datang setengah jam kemudian dan memberi tahu saya bahwa mereka membawa putra saya... dan mereka mengikatnya ke pohon," kata Ravilal Das kepada NDTV menggambarkan bagaimana amuk massa tersebut terjadi.

Ayah yang berduka itu mengatakan massa kemudian menuangkan minyak tanah ke putranya dan membakarnya. "Tubuhnya yang terbakar ditinggalkan di luar. Mereka mengikat tubuh dan kepala yang terbakar di luar bersama-sama. Itu mengerikan," katanya.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada hari Jumat, pemerintah sementara Bangladesh mengecam aksi main hakim sendiri tersebut, menyebutnya sebagai tindakan yang tidak memiliki tempat di negara itu.

"Tidak ada tempat untuk kekerasan seperti itu di Bangladesh yang baru. Para pelaku kejahatan keji ini tidak akan dibiarkan lolos," bunyi pernyataan pemerintah sementara Bangladesh.

Namun, Ravilal Das mengatakan keluarga belum menerima jaminan langsung sejauh ini. "Tidak ada seorang pun dari pemerintah yang memberikan jaminan apa pun. Tidak ada yang mengatakan apa pun," katanya kepada NDTV, Minggu (21/12/2025).

7 Orang Ditangkap dalam Kasus Amuk Massa


Batalyon Aksi Cepat (RAB) telah menangkap tujuh orang terkait dengan pemukulan dan pembunuhan brutal terhadap Dipu Chandra Das. Dalam pernyataan di X, pemerintah Bangladesh mengatakan bahwa penangkapan tersebut menyusul serangkaian operasi yang dilakukan oleh RAB-14 di berbagai lokasi.

Para tersangka telah diidentifikasi sebagai Md Limon Sarkar (19), Md Tarek Hossain (19), Md Manik Mia (20), Ershad Ali, Nijum Uddin, Alomgir Hossain (38) dan Md Miraj Hossain Akon (46).

Penulis dan aktivis hak asasi manusia Bangladesh yang diasingkan, Taslima Nasreen, mengatakan bahwa Dipu Chandra Das dituduh secara keliru melakukan penistaan agama dan ditinggalkan oleh polisi meskipun berada di bawah perlindungan mereka.

Dalam sebuah unggahan di X, Nasreen mengatakan Dipu Chandra Das adalah seorang buruh miskin dan seorang rekan kerja Muslim berusaha menghukum Dipu atas masalah sepele dan secara terbuka menuduhnya membuat pernyataan yang menghina Nabi, yang memicu kekerasan massa.

"Itu sudah cukup," kecam Nasreen atas amuk massa tersebut.

Menyoroti dampak pada keluarga korban, Nasreen mengatakan Dipu Chandra Das adalah satu-satunya pencari nafkah, menghidupi ayah, ibu, istri, dan anaknya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri Bangladesh Selamatkan...
Menteri Bangladesh Selamatkan 'Donald Trump' dari Penyembelihan di Hari Raya Iduladha
BNP Menang Pemilu Bangladesh,...
BNP Menang Pemilu Bangladesh, Raih 209 dari 297 Kursi
Dubes LBBP RI Listyowati...
Dubes LBBP RI Listyowati Serahkan Surat Kepercayaan kepada Presiden Bangladesh
Mantan PM Bangladesh...
Mantan PM Bangladesh Khaleda Zia Meninggal setelah Menderita Banyak Penyakit
Militer Thailand Hancurkan...
Militer Thailand Hancurkan Patung Dewa Hindu di Perbatasan Sengketa, Kamboja Marah
Lautan Manusia Iringi...
Lautan Manusia Iringi Pemakaman Hadi, Aktivis Bangladesh yang Ditembak Kepalanya
Amuk Massa di Stadion...
Amuk Massa di Stadion Lukas Enembe Jayapura, Ini Pemicunya
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
Selat Hormuz Membara,...
Selat Hormuz Membara, Iran Ancam Tembak Kapal-Kapal Tanker yang Tak Patuhi Aturan
Rekomendasi
Kekeringan Landa NTB...
Kekeringan Landa NTB dan Jawa Tengah, Ribuan Warga Terdampak
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
Ducati Kenalkan Panigale...
Ducati Kenalkan Panigale V4 Márquez 2025 World Champion Replica
Berita Terkini
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved