Penasihat Senior PM Ungkap Jepang Perlu Kembangkan Senjata Nuklir Sendiri

Jum'at, 19 Desember 2025 - 17:49 WIB
loading...
Penasihat Senior PM...
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi. Foto/anadolu
A A A
TOKYO - Penasihat senior Perdana Menteri Sanae Takaichi menyatakan Jepang perlu mempertimbangkan pengembangan senjata nuklir sendiri.

Pejabat yang tidak disebutkan namanya, yang memberi nasihat kepada perdana menteri tentang keamanan nasional, berpendapat ketergantungan Jepang yang sudah lama pada penangkal nuklir Amerika Serikat (AS) mungkin tidak lagi sepenuhnya dapat diandalkan, menurut laporan media.

“Dalam kondisi ini, penyimpangan dari kebijakan non-nuklir pasca-perang negara itu mungkin menjadi perlu,” ungkap penasihat tersebut, seperti yang dikutip NHK.

Berbicara dengan wartawan pada hari Kamis (18/12/2025), pejabat tersebut mengakui langkah tersebut akan menimbulkan biaya politik yang tinggi di dalam negeri.

Dia menambahkan tidak ada indikasi Takaichi saat ini sedang mempertimbangkan perubahan kebijakan.

Jepang tetap menjadi satu-satunya negara yang pernah mengalami serangan nuklir. AS menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki pada bulan-bulan terakhir Perang Dunia II, ketika Uni Soviet memasuki perang melawan Kekaisaran Jepang.

Setelah perang, Jepang bergabung dengan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir, yang hanya mengakui lima negara bersenjata nuklir – China, Prancis, Rusia, AS, dan Inggris.

Selain itu, Tokyo mengadopsi prinsip unilateral pada tahun 1967, berjanji tidak memiliki, memproduksi, atau mengizinkan penempatan senjata nuklir di wilayahnya.

Penasihat tersebut dilaporkan menyarankan Jepang mungkin perlu mempertimbangkan kembali komitmennya untuk membangun pencegahan independen sebagai respons terhadap ancaman yang dirasakan dari China, Rusia, dan Korea Utara.

Baca juga: 7.000 Petani Bentrok dengan Polisi di Kantor Pusat Uni Eropa, 1.000 Traktor Lumpuhkan Kota
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Gempa Dahsyat Venezuela,...
Gempa Dahsyat Venezuela, Bandara Internasional Ditutup hingga Warga Berhamburan ke Jalan
Iran Peringatkan Kapal-Kapal:...
Iran Peringatkan Kapal-Kapal: Selat Hormuz Masih Berbahaya!
Rekomendasi
Dembele Ukir Hat-trick...
Dembele Ukir Hat-trick Tercepat Kedua dalam Sejarah Piala Dunia
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
Ancam Hancurkan Separuh...
Ancam Hancurkan Separuh Dunia, Ini Kekuatan Sebenarnya Senjata Nuklir Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved