Bin Laden's Hard Drive: dari Koleksi Porno hingga Paranoia Osama bin Laden

Rabu, 16 September 2020 - 00:41 WIB
loading...
Bin Ladens Hard Drive:...
Video mantan pemimpin al-Qaeda Osama bin Laden yang belum pernah dirilis terlihat dalam gambar diam yang diambil dari video yang dirilis pada 12 September 2011. Foto/REUTERS/SITE Monitoring Service via Reuters TV
A A A
WASHINGTON - Kehidupan digital pendiri al-Qaeda; Osama bin Laden , terungkap dalam video dokumenter National Geographic. Video yang mencakup pengungkapan ratusan ribu file yang disita dari rumah terakhir Osama bin Laden menunjukkan bahwa sosok yang dianggap Amerika Serikat (AS) sebagai dalang serangan teroris itu mengalami paranoia.

Osama, yang lahir di Arab Saudi, dituduh AS mendalangi serangan teroris 11 September 2001 atau 9/11. Dia dibunuh dalam penyergapan tim Navy SEAL AS di kompleksnya di Abbottabad, Pakistan pada Mei 2011. Militer Amerika mengklaim jenazahnya dibuang di Laut Arab Utara. (Baca: Osama bin Laden Dklaim Kirim Pesan Rahasia dalam Video Porno )

Di kompleks bangunan di Abbottabad itu, lebih dari 100 drive USB, CD dan DVD disita, serta lima komputer dan beberapa telepon seluler.

Hampir 470.000 file yang terdiri dari 250 GB data diambil dari kompleks tersebut dan sekarang menjadi subjek dari video dokumenter "Bin Laden's Hard Drive" yang dipandu oleh analis CNN, Peter Bergen.

Film dokumenter itu, ditayangkan di National Geographic, bertujuan untuk meneliti "psikologi pribadi berlapis" Osama bin Laden.

Bergen mengatakan film dokumenter itu menunjukkan seberapa banyak yang dapat diungkapkan oleh informasi digital. (Baca: Keponakan Osama bin Laden: Pilih Trump atau Hadapi 9/11 Lainnya )

File-file yang disita dari Osama bin Laden meninggalkan jejak sosok yang begitu kompleks, yang dianggap Amerika bertanggung jawab atas pembunuhan ribuan orang. Sejarah akan mengingatnya untuk itu, tetapi untuk memotong persepsi "petapa" ini di gua dalam perang suci, penting bagi orang-orang untuk melihat bagaimana dia membuat video yang dikirimkan kepada para pengikutnya.

“Untuk membaca bagaimana istrinya yang berpendidikan tinggi membantunya menulis pidato yang menghasut. Untuk menyaksikan saat dia menanamkan anak-anak dan cucu-cucunya ke dalam ideologi kebencian yang mengarah pada tindakan kekerasan terhadap hewan dan pembacaan puisi jihadis," kata Bergen, yang menambahkan bahwa pemahaman Osama bin Laden dapat membantu memerangi calon pemimpin teroris lainnya di masa depan.

File-file tersebut menunjukkan "paranoia yang meningkat" pada Osama bin Laden saat ia terputus dari dunia, termasuk surat kepada salah satu dari empat istrinya yang menurutnya memiliki alat pelacak yang ditanamkan di giginya.

Dia juga merinci bagaimana dua orang yang bertugas sebagai keamanannya—yang juga mengirim pesan atas namanya—"kelelahan" karena dia tinggal bersama mereka.

Osama bin Laden menghindari email dan metode komunikasi digital lainnya karena kurangnya kepercayaan pada enkripsi mereka. Sebaliknya, dia mengandalkan orang lain untuk mengirimkan pesannya.

Tapi video dokumenter ini juga berteori bahwa banyak gambar pornografi yang disita dari rumah persembunyian Osama bin Laden kemmungkinan juga berperan dalam menyampaikan pesan. (Baca juga: Penembak Jidat Osama bin Laden: Kepalanya Terbelah Berbentuk V )

Menurut laporan The Daily Beast, film dokumenter itu tidak menemukan temuan pasti dan yang lainnya berpendapat bahwa Osama bin Laden mungkin hanya seorang munafik yang suka menonton film mesum sambil memberi tahu orang lain bahwa itu dilarang.

Mengutip news.com.au, Selasa (15/9/2020), film dokumenter Bin Laden's Hard Drive akan ditayangkan di Australia oleh National Geographic pada hari Selasa, 20 Oktober pukul 20.20 waktu setempat.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Trump Murka Harga BBM...
Trump Murka Harga BBM di AS Belum Turun Signifikan, Perintahkan Penyelidikan
Rekomendasi
Maroko Temani Brasil...
Maroko Temani Brasil ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Haiti Tersingkir
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Jalani Sidang Pembacaan Dakwaan Hari Ini
Brasil Lolos ke Fase...
Brasil Lolos ke Fase Gugur usai Hajar Skotlandia: Vinicius Bersinar, Neymar Comeback
Berita Terkini
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Venezuela Diguncang...
Venezuela Diguncang Gempa M7,2 Berturut-turut, Korban Tewas Diperkirakan Ribuan Orang
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved