Seorang Anggota ISIS Tembak Mati 2 Tentara AS dan 1 Warga Sipil di Suriah
Minggu, 14 Desember 2025 - 05:29 WIB
loading...
A
A
A
Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi, yang tetap menguasai wilayah timur laut Suriah, menyampaikan belasungkawa terdalam kepada AS atas insiden tersebut.
SDF, sekutu lama Washington di kawasan itu, menegaskan kembali komitmennya untuk memerangi terorisme dan berjanji akan memberikan respons tegas dan langsung terhadap mereka yang bertanggung jawab atas serangan itu dan mereka yang mendukungnya.
Dalam pernyataannya, SDF tidak menyebutkan pemerintah di Damaskus, yang hubungannya tetap tegang. Damaskus telah berupaya untuk menempatkan wilayah yang dikuasai SDF di bawah kendali langsungnya selama berbulan-bulan, namun belum ada terobosan yang dicapai.
Amerika Serikat telah lama mempertahankan kehadiran militer di Suriah, mendukung SDF di timur laut dan kelompok pemberontak kecil di selatan negara itu. Setelah runtuhnya pemerintahan Bashar al-Assad secara tiba-tiba akhir tahun lalu dan pengambilalihan kekuasaan oleh kelompok Islamis, yang dipimpin oleh al-Sharaa, Pentagon juga memperluas kerja sama militer kepada otoritas baru tersebut.
Dalam beberapa bulan terakhir, pasukan keamanan AS dan Suriah telah melakukan beberapa operasi gabungan, yang diklaim ditujukan untuk menargetkan sisa-sisa ISIS. AS telah mengerahkan sebanyak 2.000 tentara ke Suriah, tetapi pemerintahan Trump mengumumkan awal tahun ini bahwa mereka berupaya mengurangi kehadiran militer dan mengurangi jumlah pangkalan yang dipertahankan Pentagon di negara tersebut.
SDF, sekutu lama Washington di kawasan itu, menegaskan kembali komitmennya untuk memerangi terorisme dan berjanji akan memberikan respons tegas dan langsung terhadap mereka yang bertanggung jawab atas serangan itu dan mereka yang mendukungnya.
Dalam pernyataannya, SDF tidak menyebutkan pemerintah di Damaskus, yang hubungannya tetap tegang. Damaskus telah berupaya untuk menempatkan wilayah yang dikuasai SDF di bawah kendali langsungnya selama berbulan-bulan, namun belum ada terobosan yang dicapai.
Amerika Serikat telah lama mempertahankan kehadiran militer di Suriah, mendukung SDF di timur laut dan kelompok pemberontak kecil di selatan negara itu. Setelah runtuhnya pemerintahan Bashar al-Assad secara tiba-tiba akhir tahun lalu dan pengambilalihan kekuasaan oleh kelompok Islamis, yang dipimpin oleh al-Sharaa, Pentagon juga memperluas kerja sama militer kepada otoritas baru tersebut.
Dalam beberapa bulan terakhir, pasukan keamanan AS dan Suriah telah melakukan beberapa operasi gabungan, yang diklaim ditujukan untuk menargetkan sisa-sisa ISIS. AS telah mengerahkan sebanyak 2.000 tentara ke Suriah, tetapi pemerintahan Trump mengumumkan awal tahun ini bahwa mereka berupaya mengurangi kehadiran militer dan mengurangi jumlah pangkalan yang dipertahankan Pentagon di negara tersebut.
(mas)
Lihat Juga :