Rekaman Baru Ungkap 6 Tawanan Israel di Terowongan Gaza sebelum Kematian Mereka
Jum'at, 12 Desember 2025 - 22:30 WIB
loading...
Enam tawanan Israel menyalakan lilin Hanukkah di terowongan Hamas di Gaza. Foto/forum keluarga sandera
A
A
A
GAZA - Media Israel menayangkan rekaman enam tawanan Israel menyalakan lilin Hanukkah di terowongan Hamas di Gaza. Rekaman ini delapan bulan sebelum kematian mereka selama perang genosida Israel di wilayah yang terkepung itu.
Rekaman tersebut, yang menggambarkan para tawanan Hersh Goldberg-Polin, Carmel Gat, Eden Yerushalmi, Almog Sarusi, Ori Danino, dan Alex Lobanov, dirilis secara daring pada Kamis malam (11/12/2025) setelah ditayangkan di televisi Israel.
Militer Israel mengatakan rekaman tersebut telah difilmkan Hamas untuk tujuan propaganda tetapi tidak pernah dirilis, dan telah ditemukan militer Israel selama operasinya di Gaza.
Rekaman tersebut, yang sebelumnya hanya ditunjukkan kepada keluarga para tawanan, berbeda dari klip lain tentang tawanan Israel yang dirilis selama perang, yang biasanya menunjukkan orang Israel membacakan pernyataan.
Rekaman itu menunjukkan para tawanan merayakan Hanukkah pada Desember 2023 dengan menyalakan lilin dan bernyanyi, sekitar 80 hari setelah mereka ditawan dan delapan bulan sebelum mereka tewas pada Agustus 2024.
Israel mengatakan keenam tawanan itu dibunuh dengan ditembak dari jarak dekat oleh para penculik mereka di lingkungan Tal as-Sultan, Rafah, pada 29 Agustus 2024, dan ditemukan militer Israel dua hari kemudian, sebelum jenazah mereka dikembalikan ke rumah.
Para tawanan juga diperlihatkan sedang makan saat mereka merayakan awal tahun baru 2024, serta bermain kartu dan backgammon.
Salah satu tawanan, Goldberg-Polin, diperlihatkan kehilangan bagian bawah lengan kirinya, yang hancur akibat ledakan granat selama serangan yang dipimpin Hamas di Israel selatan pada 7 Oktober 2023, menurut laporan media Israel.
Keluarga para tawanan yang ditampilkan dalam rekaman tersebut merilis pernyataan yang mengatakan klip tersebut menggambarkan kemanusiaan, persatuan, dan kekuatan orang-orang yang mereka cintai.
“Menyalakan lilin di tempat gelap ini adalah esensi Yahudi dari kepahlawanan cahaya atas kegelapan,” ungkap pernyataan itu. “Hamas merekam video tersebut sebagai bagian dari rencana untuk menyebarkan propaganda, tetapi kemanusiaan keenam pahlawan itu tetap terpancar.”
Media Israel melaporkan jenazah keenam tawanan tersebut ditemukan sekitar 1 km (0,6 mil) dari tempat tawanan lain, Farhan al-Qadi, diselamatkan oleh militer Israel beberapa hari sebelumnya.
Pemulangan para tawanan, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal, merupakan poin utama dari kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi AS antara Israel dan Hamas.
Pada 13 Oktober, sesuai kesepakatan, Hamas membebaskan semua 20 tawanan Israel yang masih hidup sebagai imbalan atas pembebasan 250 warga Palestina yang menjalani hukuman penjara panjang dan 1.700 warga Palestina yang hilang oleh Israel sejak awal perang.
Banyak warga Palestina yang dibebaskan menggambarkan pemukulan dan pelecehan selama masa penahanan mereka di Israel.
Dalam pertukaran jenazah selanjutnya, 27 dari 28 jenazah tawanan Israel telah dikembalikan, serta lebih dari 300 jenazah warga Palestina, banyak di antaranya dimutilasi dan menunjukkan tanda-tanda penyiksaan dan eksekusi.
Banyak jenazah yang masih belum teridentifikasi, sehingga keluarga yang kehilangan kerabat tidak dapat menemukan ketenangan dalam masa berkabung mereka.
Hamas mengatakan membutuhkan peralatan penggalian berat untuk mengambil jenazah tawanan Israel terakhir yang tersisa dari bawah reruntuhan akibat bombardir Israel.
Baca juga: Israel Setujui Permintaan AS untuk Bayar Biaya Pembersihan Kerusakan di Gaza
Rekaman tersebut, yang menggambarkan para tawanan Hersh Goldberg-Polin, Carmel Gat, Eden Yerushalmi, Almog Sarusi, Ori Danino, dan Alex Lobanov, dirilis secara daring pada Kamis malam (11/12/2025) setelah ditayangkan di televisi Israel.
Militer Israel mengatakan rekaman tersebut telah difilmkan Hamas untuk tujuan propaganda tetapi tidak pernah dirilis, dan telah ditemukan militer Israel selama operasinya di Gaza.
Rekaman tersebut, yang sebelumnya hanya ditunjukkan kepada keluarga para tawanan, berbeda dari klip lain tentang tawanan Israel yang dirilis selama perang, yang biasanya menunjukkan orang Israel membacakan pernyataan.
Rekaman itu menunjukkan para tawanan merayakan Hanukkah pada Desember 2023 dengan menyalakan lilin dan bernyanyi, sekitar 80 hari setelah mereka ditawan dan delapan bulan sebelum mereka tewas pada Agustus 2024.
Israel mengatakan keenam tawanan itu dibunuh dengan ditembak dari jarak dekat oleh para penculik mereka di lingkungan Tal as-Sultan, Rafah, pada 29 Agustus 2024, dan ditemukan militer Israel dua hari kemudian, sebelum jenazah mereka dikembalikan ke rumah.
Para tawanan juga diperlihatkan sedang makan saat mereka merayakan awal tahun baru 2024, serta bermain kartu dan backgammon.
Salah satu tawanan, Goldberg-Polin, diperlihatkan kehilangan bagian bawah lengan kirinya, yang hancur akibat ledakan granat selama serangan yang dipimpin Hamas di Israel selatan pada 7 Oktober 2023, menurut laporan media Israel.
Keluarga para tawanan yang ditampilkan dalam rekaman tersebut merilis pernyataan yang mengatakan klip tersebut menggambarkan kemanusiaan, persatuan, dan kekuatan orang-orang yang mereka cintai.
“Menyalakan lilin di tempat gelap ini adalah esensi Yahudi dari kepahlawanan cahaya atas kegelapan,” ungkap pernyataan itu. “Hamas merekam video tersebut sebagai bagian dari rencana untuk menyebarkan propaganda, tetapi kemanusiaan keenam pahlawan itu tetap terpancar.”
Media Israel melaporkan jenazah keenam tawanan tersebut ditemukan sekitar 1 km (0,6 mil) dari tempat tawanan lain, Farhan al-Qadi, diselamatkan oleh militer Israel beberapa hari sebelumnya.
Pemulangan para tawanan, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal, merupakan poin utama dari kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi AS antara Israel dan Hamas.
Pada 13 Oktober, sesuai kesepakatan, Hamas membebaskan semua 20 tawanan Israel yang masih hidup sebagai imbalan atas pembebasan 250 warga Palestina yang menjalani hukuman penjara panjang dan 1.700 warga Palestina yang hilang oleh Israel sejak awal perang.
Banyak warga Palestina yang dibebaskan menggambarkan pemukulan dan pelecehan selama masa penahanan mereka di Israel.
Dalam pertukaran jenazah selanjutnya, 27 dari 28 jenazah tawanan Israel telah dikembalikan, serta lebih dari 300 jenazah warga Palestina, banyak di antaranya dimutilasi dan menunjukkan tanda-tanda penyiksaan dan eksekusi.
Banyak jenazah yang masih belum teridentifikasi, sehingga keluarga yang kehilangan kerabat tidak dapat menemukan ketenangan dalam masa berkabung mereka.
Hamas mengatakan membutuhkan peralatan penggalian berat untuk mengambil jenazah tawanan Israel terakhir yang tersisa dari bawah reruntuhan akibat bombardir Israel.
Baca juga: Israel Setujui Permintaan AS untuk Bayar Biaya Pembersihan Kerusakan di Gaza
(sya)
Lihat Juga :