Insiden Radar Okinawa: Sinyal Eskalasi Baru dalam Dinamika Keamanan Jepang–China

Rabu, 10 Desember 2025 - 08:50 WIB
loading...
A A A
“Dengan menggemborkan isu ‘radar illumination’, Jepang secara sengaja membuat tuduhan palsu untuk meningkatkan ketegangan dan menyesatkan komunitas internasional,” ujarnya.

Bela Diri Kolektif


Insiden ini menambah ketegangan yang meningkat dalam beberapa pekan terakhir, dipicu oleh pernyataan Takaichi bahwa serangan PLA ke Taiwan dapat memicu keterlibatan militer Jepang. Komentar itu memicu kecaman dari China.

Takaichi menegaskan Jepang dapat menggunakan hak bela diri kolektif jika diperlukan, dengan mengatakan Tokyo harus “mengantisipasi skenario terburuk” di Selat Taiwan. Pernyataan itu bahkan mendorong Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerukan agar Takaichi menghindari eskalasi lebih lanjut dalam sengketa dengan China.

Takaichi menolak menarik pernyataannya, menegaskan posisi Jepang tidak berubah. Konstitusi pascaperang Jepang melarang penggunaan kekuatan untuk menyelesaikan sengketa internasional, namun amandemen 2015—yang disahkan saat Shinzo Abe memimpin pemerintahan—memungkinkan penerapan bela diri kolektif dalam situasi tertentu meskipun Jepang tidak diserang secara langsung.

Sebagai respons, Beijing meluncurkan berbagai langkah diplomatik dan ekonomi, termasuk kembali memberlakukan larangan impor seafood Jepang ke China, serta mengirim kapal dan pesawat militer serta penjaga pantai ke perairan Sengketa Senkaku dan wilayah sekitar Okinawa dekat Taiwan. Media pemerintah China juga menghidupkan kembali kampanye yang mempertanyakan klaim teritorial Jepang atas Kepulauan Ryukyu, termasukOkinawa.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Harga Minyak Dunia Naik,...
Harga Minyak Dunia Naik, Aktivitas Pelayaran di Selat Hormuz Belum Pulih
Rekomendasi
3.761 Personel Dikerahkan...
3.761 Personel Dikerahkan Amankan Aksi Unjuk Rasa di 2 Lokasi di Jakarta Hari Ini
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke Kejari Jakarta Selatan, TNI-Polri Siaga di Lokasi
Harga Emas Malas Bergerak...
Harga Emas Malas Bergerak di Posisi Rp2.668.000 per Gram, Intip Daftar Lengkapnya
Berita Terkini
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Yordania Gantung 6 Orang...
Yordania Gantung 6 Orang atas Tuduhan Terorisme
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Iran Jawab Ancaman Trump:...
Iran Jawab Ancaman Trump: AS Sebaiknya Berhati-hati!
Infografis
Daftar 10 Pemain Tersubur...
Daftar 10 Pemain Tersubur dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved