Insiden Radar Okinawa: Sinyal Eskalasi Baru dalam Dinamika Keamanan Jepang–China

Rabu, 10 Desember 2025 - 08:50 WIB
loading...
Insiden Radar Okinawa:...
PM Jepang Sanae Takaichi janji merespons tegas insiden jet tempur J-15 China membidik pesawat F-15 Jepang. Sebaliknya, China membantah tuduhan tersebut. Foto/via RNA
A A A
JAKARTA - Sengketa diplomatik antara Jepang dan China tampak semakin memanas pada akhir pekan setelah pesawat militer China dituduh mengunci radar mereka pada jet tempur Jepang di dekat Kepulauan Okinawa.

Dikutip dari The Guardian, Rabu (10/12/2025), Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi berjanji akan “merespons dengan tenang namun tegas” atas insiden tersebut, seraya menegaskan bahwa Jepang akan mengambil seluruh langkah yang diperlukan untuk memperkuat pengawasan maritim dan ruang udaranya, serta memantau secara ketat aktivitas militer China.

Kementerian Luar Negeri Jepang juga memanggil Duta Besar China pada Minggu lalu. Pemerintah China membantah keras tuduhan itu dan justru mengajukan protes balasan.

Baca Juga: Kronologi Radar Jet Tempur J-15 China Kunci F-15 Jepang di Atas Pasifik

Insiden tersebut dilaporkan terjadi di tenggara pulau utama Okinawa, saat Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China mengatakan sedang melakukan “latihan laut jauh". Kementerian Pertahanan Jepang menyebut pihaknya mencatat sekitar 100 kali lepas landas jet tempur dari kapal induk Liaoning milik China.

Menurut kementerian tersebut, pesawat tempur J-15 dari kapal Liaoning mengarahkan radar pengendali tembakan pada F-15 Jepang sebanyak dua kali—pukul 16.32 dan kembali dua jam kemudian pada Sabtu. Tidak ada konfirmasi visual karena jarak yang terlalu jauh, dan tidak ada kerusakan maupun korban.

Adu Argumen Jepang-China


Penguncian radar pengendali tembakan dianggap sebagai tindakan paling mengancam dalam interaksi antar pesawat militer karena mengindikasikan potensi serangan dan memaksa pesawat yang menjadi target untuk mengambil manuver penghindaran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina,...
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina, Warga Syok Dasar Laut kini Jadi Daratan
Rekomendasi
Ruben Onsu Akui Sempat...
Ruben Onsu Akui Sempat Minta Bertemu Anak di Sekolah, Namun Gagal karena Alasan Ini
Ubedilah Badrun Bongkar...
Ubedilah Badrun Bongkar Upaya Pembelahan Gerakan Mahasiswa
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Berita Terkini
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved