Pasukan Israel Serbu Kantor Pusat UNRWA di Yerusalem Timur

Selasa, 09 Desember 2025 - 20:30 WIB
loading...
Pasukan Israel Serbu...
Tentara Israel melakukan penggerebekan di kantor pusat UNRWA di Yerusalem timur pada 8 Desember 2025. Foto/Mostafa Alkharouf/Anadolu Agency
A A A
YERUSALEM - Pasukan Israel pada hari Senin (8/12/2025) menyerbu kantor pusat badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) yang disegel di lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur yang diduduki.

Kompleks tersebut telah berfungsi sebagai kantor UNRWA sejak tahun 1951, tetapi badan tersebut mengosongkannya awal tahun ini menyusul keputusan pemerintah Israel.

Tel Aviv melarang operasi UNRWA di Yerusalem berdasarkan undang-undang yang disahkan Knesset (parlemen).

Kegubernuran Yerusalem, yang berafiliasi dengan Otoritas Palestina, mengatakan, "Pasukan polisi menggerebek kantor pusat, menahan petugas keamanan, dan menyita telepon mereka."

“Penggerebekan itu terjadi bersamaan dengan penutupan total area di sekitarnya dan penggeledahan ekstensif yang dilakukan oleh pasukan pendudukan di seluruh fasilitas gedung," ungkap pernyataan itu.

"Penggerebekan ini merupakan tantangan langsung terhadap suara mayoritas Majelis Umum PBB beberapa hari yang lalu untuk memperbarui mandat UNRWA," papar pihak kegubernuran.

UNRWA menyerukan tindakan internasional yang mendesak untuk meminta pertanggungjawaban Israel "atas pelanggaran hukum internasional," dan untuk mengadili para pemimpin Israel "atas kejahatan dan pelanggaran yang dilakukan terhadap rakyat Palestina dan lembaga-lembaga nasional dan internasional mereka."

UNRWA sendiri menekankan masuknya pasukan Israel secara paksa dan tanpa izin merupakan pelanggaran yang tidak dapat diterima atas statusnya sebagai badan PBB.

UNRWA juga mencatat Israel merupakan pihak dalam Konvensi Hak Istimewa dan Kekebalan Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang menetapkan tempat-tempat PBB tidak dapat diganggu gugat (kekebalan dari penggeledahan dan penyitaan) dan properti serta asetnya kebal dari proses hukum.

Kepolisian Israel mengatakan dalam pernyataan tertulis yang dikirimkan kepada Anadolu bahwa, "Ini adalah masalah kota terkait utang yang belum dibayar kepada kota, dan bukan masalah kepolisian, dan kepolisian hadir untuk mengamankan pegawai kota."

Ketika ditanya tentang bendera Israel di lokasi tersebut, kepolisian Israel kembali merujuk masalah tersebut ke pemerintah kota.

Pada hari Jumat, Majelis Umum PBB mengadopsi resolusi untuk memperbarui mandat UNRWA selama tiga tahun.

Resolusi tersebut didukung 151 suara, 10 suara menentang, dan 14 suara abstain.

UNRWA didirikan Majelis Umum PBB lebih dari 70 tahun yang lalu untuk membantu warga Palestina yang terusir paksa dari tanah mereka.

Badan PBB tersebut telah menghadapi kesulitan keuangan yang parah sejak Israel melancarkan kampanye pencemaran nama baik terhadap UNRWA, dengan klaim staf mereka terlibat dalam serangan 7 Oktober.

Meskipun UNRWA telah meminta pemerintah Israel memberikan informasi dan bukti untuk mendukung tuduhan tersebut, badan tersebut belum menerima tanggapan.

Menyusul tuduhan Israel, beberapa negara donor utama, termasuk AS, menghentikan pendanaan atau dihentikan sementara.

Baca juga: Bos Baru Mossad Lari Terbirit-birit saat Diserang Hamas dalam Pertempuran Banjir Al-Aqsa
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Bertambah Jadi 1.719 Orang, Ribuan Masih Hilang
Prancis Terpanggang!...
Prancis Terpanggang! Korban Tewas Gelombang Panas Tembus 1.000 Orang, 85% Lansia
Rekomendasi
Merger Enam BPR Dapat...
Merger Enam BPR Dapat Restu OJK, Lintas 5 Provinsi di Sumatera
Polisi Tetapkan 3 Mantan...
Polisi Tetapkan 3 Mantan Pejabat Pertamina Niaga dan Samin Tan Tersangka Jual Beli BBM
OTT di Kuansing, KPK...
OTT di Kuansing, KPK Minta Bupati dan Sekda Menyerahkan Diri
Berita Terkini
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved