Praktikkan Qisas, Taliban Dilaporkan Paksa Bocah 13 Tahun Mengeksekusi Pria Pembunuh Keluarganya
Selasa, 09 Desember 2025 - 15:39 WIB
loading...
A
A
A
"Hari ini seorang pembunuh dijatuhi hukuman pembalasan (Qisas) di stadion olahraga di Provinsi Khost," kata Mahkamah Agung di X, menambahkan bahwa eksekusi tersebut menyusul penolakan mereka untuk memberikan grasi.
Banyak media melaporkan bahwa penonton dilarang membawa ponsel ke dalam stadion, tetapi rekaman video dari luar tampaknya menunjukkan puluhan ribu pria berkumpul untuk menyaksikan pelaksanaan eksekusi.
Pelaksanaan eksekusi pekan lalu itu menandai setidaknya eksekusi ke-11 yang dilakukan sejak Taliban menerapkan kembali hukuman publik berdasarkan interpretasi ketat mereka atas hukum Syariah. Hukuman untuk kejahatan seperti pembunuhan, perzinaan, dan pencurian mencakup eksekusi, amputasi, dan cambuk di depan umum.
Sejak Taliban merebut kekuasaan pada tahun 2021 setelah penarikan pasukan Amerika Serikat dan NATO, kelompok tersebut telah memberlakukan pembatasan ketat terhadap perempuan dan anak perempuan Afghanistan. Siswa perempuan dilarang bersekolah di sekolah menengah dan universitas, dan sebagian besar kesempatan kerja telah ditutup, yang memicu kecaman internasional.
Kerumunan Dilarang Merekam
Banyak media melaporkan bahwa penonton dilarang membawa ponsel ke dalam stadion, tetapi rekaman video dari luar tampaknya menunjukkan puluhan ribu pria berkumpul untuk menyaksikan pelaksanaan eksekusi.
Pelaksanaan eksekusi pekan lalu itu menandai setidaknya eksekusi ke-11 yang dilakukan sejak Taliban menerapkan kembali hukuman publik berdasarkan interpretasi ketat mereka atas hukum Syariah. Hukuman untuk kejahatan seperti pembunuhan, perzinaan, dan pencurian mencakup eksekusi, amputasi, dan cambuk di depan umum.
Sejak Taliban merebut kekuasaan pada tahun 2021 setelah penarikan pasukan Amerika Serikat dan NATO, kelompok tersebut telah memberlakukan pembatasan ketat terhadap perempuan dan anak perempuan Afghanistan. Siswa perempuan dilarang bersekolah di sekolah menengah dan universitas, dan sebagian besar kesempatan kerja telah ditutup, yang memicu kecaman internasional.
(mas)
Lihat Juga :