Mengapa Kamboja Tanpa Memiliki Jet Tempur?

Selasa, 09 Desember 2025 - 12:11 WIB
loading...
Mengapa Kamboja Tanpa...
Kamboja tidak memiliki jet tempur, tetapi berani berperang dengan Thailand.Foto/X
A A A
BANGKOK - Angkatan Udara Kerajaan Kamboja (RCAF) saat ini kekurangan jet tempur yang mampu bertempur. Kamboja hanya mengoperasikan armada helikopter terbatas yang utamanya digunakan untuk peran non-tempur.

Melansir The National Interest, pertempuran perbatasan baru-baru ini antara Thailand dan Kamboja telah meningkatkan minat terhadap angkatan bersenjata masing-masing pihak yang bertikai. Meskipun Thailand memiliki keunggulan yang jelas dalam hal kekuatan udara, Angkatan Udara Kerajaan Kamboja (RCAF) masih layak untuk dikaji. Kemampuan RCAF terbilang sederhana, dengan sekitar 1.500 personel dan—yang perlu dicatat—tidak ada jet tempur yang beroperasi. Armadanya hanya terdiri dari 24 atau 25 pesawat, yang semuanya merupakan pesawat angkut sayap tetap dan helikopter utilitas.

Mengapa Kamboja Tidak Memiliki Jet Tempur?

1. Fokus Pesawat untuk Diplomasi Jarak Jauh

RCAF saat ini tidak memiliki jet tempur berkemampuan tempur yang beroperasi. Armada sayap tetap Kamboja mencakup satu Airbus A320, yang terutama digunakan untuk transportasi VIP dan pemerintahan, seringkali oleh Perdana Menteri dan pejabat tinggi lainnya untuk perjalanan internasional. A320 adalah pesawat setara Air Force One milik negara tersebut, yang mencerminkan prioritas Kamboja pada diplomasi jarak jauh daripada kemampuan tempur.

Baca Juga: 6 Newsmaker yang Pusaran Peristiwa Besar pada 2025

2. Mengandalkan Pesawat Buatan China

Untuk kebutuhan transportasi yang lebih ringan, RCAF mengoperasikan dua Xian MA60—pesawat regional turboprop buatan China yang berguna untuk pergerakan pasukan, pasokan ulang kargo, dan evakuasi medis. MA60 telah terbukti sangat membantu dalam mengakses provinsi-provinsi pedesaan Kamboja yang sulit dijangkau.

RCAF juga memiliki satu Harbin Y-12, pesawat turboprop China lainnya yang mampu melakukan lepas landas dan mendarat singkat (STOL), menjadikan pesawat ini berharga untuk operasi di wilayah-wilayah Kamboja yang paling sulit diakses.

Melengkapi armada sayap tetap Kamboja adalah Britten-Norman BN-2 Islander, pesawat baling-baling ganda buatan Inggris yang dikenal luas karena ketangguhan dan kesederhanaannya. RCAF menggunakan BN-2 untuk tugas transportasi berkapasitas rendah, pengawasan, dan pelatihan pilot.

3. Pernah Memiliki MiG-21 dan Aero L-39 Albatros

Secara historis, RCAF memiliki MiG-21 dan Aero L-39 Albatros dalam jumlah terbatas. Namun, armada pesawat tempur tersebut telah dipensiunkan karena usang dan infrastruktur pendukung yang terbatas. Meskipun RCAF telah membahas pembelian lima L-39NG baru, belum ada rencana yang diformalkan, sehingga Kamboja tidak memiliki jet tempur yang berfungsi dalam armada mereka.

4. Mengandalkan Helikopter

Namun, tulang punggung operasional RCAF adalah armada helikopternya, yang menyediakan sebagian besar mobilitas udara Kamboja yang terbatas. Yang paling menonjol dalam inventaris RCAF adalah helikopter seri Mi-8 dan Mi-17, yang dirancang untuk operasi angkat berat. RCAF mengoperasikan sekitar sepuluh helikopter Mi-8/Mi-17, yang digunakan untuk transportasi pasukan, pengiriman bantuan kemanusiaan, tanggap bencana, dan misi keamanan dalam negeri. Helikopter Soviet/Rusia yang tangguh ini sangat cocok untuk kondisi geografis Kamboja yang rawan banjir, hutan, dan pegunungan.

Melengkapi Mi-8/Mi-17 adalah Harbin Z-9 buatan China, yang memiliki fungsi multiperan, termasuk komando dan kendali, utilitas ringan, dan pengintaian. Terakhir, RCAF memiliki beragam helikopter ringan, termasuk Eurocopter AS350 Ecureuil dan AgustaWestland AW109.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
Bebas dari Penjara,...
Bebas dari Penjara, Thaksin Shinawatra Dapat Pengampunan Raja Thailand
Pria China Hajar Brutal...
Pria China Hajar Brutal Pekerja Seks Thailand karena Ternyata Laki-laki
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Ayatollah Ali Khamenei...
Ayatollah Ali Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
Tragis! Pesawat Bawa...
Tragis! Pesawat Bawa Penerjun Payung Jatuh, 12 Orang Tewas
Rekomendasi
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
Kejutan, Spanyol Ditahan...
Kejutan, Spanyol Ditahan Imbang Cape Verde di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
Berita Terkini
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
4 Fakta Memalukan Keluarga...
4 Fakta Memalukan Keluarga Kerajaan Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara karena Pemerkosaan
Infografis
Tanpa Italia, Ini Daftar...
Tanpa Italia, Ini Daftar Lengkap 48 Negara Kontestan Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved