Elon Musk Serukan Pembubaran Uni Eropa, Mungkinkah?

Minggu, 07 Desember 2025 - 17:44 WIB
loading...
Elon Musk Serukan Pembubaran...
Elon Musk serukan pembubaran Uni Eropa. Foto/X
A A A
LONDON - Miliarder teknologi yang berbasis di AS, Elon Musk , menyerukan pembubaran Uni Eropa setelah blok tersebut mendenda platform media sosial miliknya, X.

Pada hari Jumat, Komisi Eropa mendenda X sebesar €120 juta (USD163 juta) karena "melanggar kewajiban transparansinya" berdasarkan Undang-Undang Layanan Digital 2022, yang menetapkan standar untuk akuntabilitas dan moderasi konten.

Putusan tersebut menyebut sistem tanda centang biru platform tersebut 'menipu' dan menuduhnya memiliki transparansi periklanan yang lemah dan gagal menyediakan akses data yang diperlukan.

Dalam serangkaian unggahan pada hari Sabtu, Musk, yang sering menuduh Brussels memberlakukan peraturan yang berlebihan, berpendapat bahwa "birokrasi Uni Eropa perlahan-lahan mencekik Eropa hingga mati."

Baca Juga: Apa Yang Akan Terjadi jika AS Menyerang Venezuela?

“Uni Eropa harus dihapuskan dan kedaulatan dikembalikan ke masing-masing negara, agar pemerintah dapat mewakili rakyatnya dengan lebih baik,” tulis Musk, menyebut blok tersebut sebagai “Monster birokrasi.”

Musk, yang juga pemilik Tesla dan SpaceX, sebelumnya menggambarkan Uni Eropa sebagai “katedral raksasa birokrasi,” dengan alasan bahwa regulasi yang berlebihan menghambat inovasi.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengkritik putusan tersebut sebagai “serangan terhadap semua platform teknologi Amerika dan rakyat Amerika oleh pemerintah asing.” Wakil Presiden AS J.D. Vance mengatakan Uni Eropa telah menargetkan X karena “tidak melakukan penyensoran.”

Duta Besar AS untuk Uni Eropa Andrew Puzder juga mengecam langkah tersebut, dengan mengatakan Washington “menentang penyensoran dan akan menentang regulasi yang memberatkan yang menargetkan perusahaan-perusahaan AS di luar negeri.”

Wakil Presiden Eksekutif Komisi Eropa untuk Kedaulatan Teknologi, Keamanan, dan Demokrasi, Henna Virkkunen, membela denda tersebut, dengan mengatakan bahwa "menipu pengguna dengan tanda centang biru, mengaburkan informasi pada iklan, dan menghalangi peneliti tidak memiliki tempat di dunia maya di Uni Eropa."

Menteri Luar Negeri Polandia Radoslaw Sikorski menanggapi omelan Musk dengan menulis, "Pergilah ke Mars. Tidak ada penyensoran salut Nazi di sana," merujuk pada tuduhan bahwa pengusaha tersebut telah melakukan salut tersebut saat merayakan pelantikan Presiden AS Donald Trump untuk periode kedua pada Januari 2025.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Mengapa Proyek Tank...
Mengapa Proyek Tank MGCS Eropa Berisiko Gagal?
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
PM Belanda Rob Jetten...
PM Belanda Rob Jetten Minta Maaf kepada Tentara Maluku
Rekomendasi
6 Poin Pernyataan Roy...
6 Poin Pernyataan Roy Suryo dan Dokter Tifa setelah Penahanan Ditangguhkan
Messi Menyala! Argentina...
Messi Menyala! Argentina Tundukkan Austria 2-0
Jaga HET MinyaKita di...
Jaga HET MinyaKita di Angka Rp15.700 per Liter, Istana Buka Suara
Berita Terkini
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Infografis
Elon Musk: Drone Murah...
Elon Musk: Drone Murah China Bisa Hancurkan Jet Tempur F-35 AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved