Ribut di Laut China Selatan, China Tembakkan 3 Flare ke Arah Pesawat Filipina

Minggu, 07 Desember 2025 - 06:18 WIB
loading...
Ribut di Laut China...
Pasukan China tembakkan 3 flare ke arah pesawat patroli Filipina di sekitar pulau sengketa di Laut China Selatan. Foto/Western Command/PNA
A A A
MANILA - Pasukan China telah menembakkan tiga flare (suar) dari sebuah pulau ke arah pesawat Filipina yang sedang melakukan patroli rutin pada hari Sabtu di wilayah yang disengketakan Laut China Selatan. Penjaga Pantai Filipina mengatakan insiden itu tidak menimbulkan masalah dan pesawat tersebut melanjutkan misi pengintaiannya.

Belum jelas seberapa jauh flare-flare yang menurut pejabat Filipina ditembakkan China dari Terumbu Karang Subi dengan pesawat Cessna Grand Caravan milik biro perikanan Filipina.

Pejabat Beijing tidak segera mengomentari insiden tersebut. Beijing telah mengeklaim hampir seluruh Laut China Selatan, jalur perdagangan global utama, dan telah berjanji untuk dengan gigih mempertahankan kedaulatannya.

Baca Juga: Takut Ditemukan China, AS Ngebut Cari 2 Pesawat Militernya yang Jatuh di Laut China Selatan

Pasukan China kerap menembakkan flare dari pulau-pulau yang didudukinya dan dari pesawatnya sebagai peringatan bagi pesawat asing untuk menjauh dari apa yang disebutnya wilayah udaranya di perairan yang disengketakan.

"Pesawat Biro Perikanan dan Sumber Daya Perairan merekam rekaman video tiga flare yang ditembakkan dari terumbu karang ke arah pesawat tersebut selama penerbangan lintas yang sah," kata Penjaga Pantai Filipina, yang melakukan penerbangan pengintaian pada hari Sabtu bersama badan perikanan tersebut, sebagaimana dikutip dari AP, Minggu (7/12/2025).

"Penerbangan-penerbangan ini bertujuan untuk memantau lingkungan laut, menilai status sumber daya perikanan, dan memastikan keselamatan serta kesejahteraan nelayan Filipina di Laut Filipina Barat," imbuhnya, menggunakan nama Filipina untuk wilayah Laut China Selatan yang diklaim Manila.

Pesawat patroli Filipina mendeteksi sebuah kapal rumah sakit China, dua kapal Penjaga Pantai China, dan 29 kapal yang diduga milik milisi Beijing berlabuh di perairan lepas pantai Subi, kata Penjaga Pantai Filipina.

Subi adalah salah satu dari tujuh terumbu karang yang disengketakan dan sebagian besar terendam, yang diubah China lebih dari satu dekade lalu menjadi pangkalan pulau di Kepulauan Spratly, wilayah yang paling dipersengketakan di Laut China Selatan. Pulau-pulau buatan tersebut dilindungi oleh sistem rudal dan tiga di antaranya memiliki landasan pacu berkelas militer, menurut pejabat keamanan Amerika Serikat dan Filipina.

Selain Subi, pesawat patroli Filipina terbang di dekat enam pulau, terumbu karang, dan atol lain yang disengketakan, termasuk Sabina, sebuah beting tak berpenghuni yang disengketakan, tempat pesawat tersebut memantau sebuah kapal Angkatan Laut China.

"Kapal ini berulang kali mengeluarkan tantangan radio terhadap pesawat milik Biro Perikanan dan Sumber Daya Perairan saat terbang di bawah hak kedaulatan Filipina," kata Penjaga Pantai Filipina.

"Semua aman dan misi selesai," kata Jay Tarriela, pejabat Penjaga Pantai Filipina, tentang penerbangan pengintaian hari Sabtu.

Amerika Serikat tidak memiliki klaim teritorial di jalur laut tersebut, tetapi telah berpatroli di perairan itu selama beberapa dekade dan berulang kali memperingatkan bahwa mereka berkewajiban untuk membela Filipina, sekutu perjanjian tertuanya di Asia, jika pasukan Filipina diserang, termasuk di Laut China Selatan.

Vietnam, Malaysia, Brunei, dan Taiwan juga terlibat dalam sengketa yang telah lama memanas di perairan yang kaya sumber daya tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Tragis! 5 Orang Sekeluarga...
Tragis! 5 Orang Sekeluarga Tewas Disambar Petir
Rekomendasi
Liburan Terima Beres...
Liburan Terima Beres ke Jepang: Jelajah Fukuoka dan Oita yang Unik
Tito Dorong Penguatan...
Tito Dorong Penguatan BNPP RI untuk Percepatan Pembangunan dan Keamanan Perbatasan
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Kenangan Pahit 2002 Hantui La Albirroja
Berita Terkini
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Infografis
Line Up Timnas Indonesia...
Line Up Timnas Indonesia U-22 Lawan Filipina di SEA Games 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved