AS Blokir Produk China dari Xinjiang, Diduga Hasil Kerja Paksa

Selasa, 15 September 2020 - 16:29 WIB
loading...
AS Blokir Produk China...
AS blokir produk China dari Xinjiang, diduga hasil dari kerja paksa di kamp-kamp penjara massal minoritas Muslim. Foto/Financial Times
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) mengeluarkan pembatasan impor baru terhadap perusahaan China yang dituding menggunakan tenaga kerja budak, termasuk produk yang diduga berasal dari kamp penjara massal di wilayah Xinjiang barat China.

Lima perusahaan atau kawasan industri di Xinjiang dan satu perusahaan di provinsi Anhui timur, yang membuat produk pakaian, kapas, komputer, dan rambut, telah masuk dalam urutan baru Perlindungan Bea dan Perbatasan Amerika Serikat (US CBP).

Salah satu pusat pendidikan dan pelatihan keterampilan kejuruan Xinjiang juga dimasukkan dalam perintah tersebut, nama yang digunakan secara halus oleh Beijing untuk merujuk pada kamp pendidikan ulang tempat narapidana dari minoritas Muslim diduga ditahan. Kamp-kamp tersebut dibuat untuk berjanji setia kepada Partai Komunis China, dan bekerja dengan sistem kerja paksa gratis atau berbiaya rendah di pabrik dan fasilitas terdekat.

"Ini bukan pusat kejuruan, ini kamp konsentrasi," kata Ken Cuccinelli, pejabat senior yang menjalankan tugas wakil sekretaris Departemen Dalam Negeri.

"Tempat di mana agama dan etnis minoritas menjadi sasaran pelecehan dan dipaksa untuk bekerja dalam kondisi keji tanpa bantuan dan kebebasan. Ini adalah perbudakan modern," cetusnya seperti dilansir dari CNN, Selasa (15/9/2020).

Badan tersebut mengeluarkan "Perintah Pembebasan Penahanan" untuk keenam entitas China, yang dimaksudkan untuk mencegah barang-barang yang diduga dibuat dengan kerja paksa memasuki AS. Perintah tersebut memungkinkan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan untuk menahan pengiriman di pelabuhan AS dan memberi perusahaan kesempatan untuk mengekspor kiriman mereka atau menunjukkan bahwa barang dagangan tidak diproduksi dengan kerja paksa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Indonesia Perkuat Kerja...
Indonesia Perkuat Kerja Sama Sosial Ekonomi Perbatasan dengan Malaysia
Trump Ulang Tahun Ke-80,...
Trump Ulang Tahun Ke-80, Dimeriahkan dengan Laga UFC di Gedung Putih
Rekomendasi
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, PSI Perkuat Konsolidasi Akar Rumput di Kalimantan
Ayyoub Bouaddi Moncer...
Ayyoub Bouaddi Moncer di Debut Piala Dunia, Gelandang 18 Tahun Maroko Berhasil Redam Brasil
Dorong Pengembangan...
Dorong Pengembangan Sport Tourism, PPK Kemayoran Gelar Turnamen Padel
Berita Terkini
4 Fakta Tempat Tinggal...
4 Fakta Tempat Tinggal Elon Musk, Rumah Sewa dan Ukurannya Mungil
Apa Itu Front Kedelapan...
Apa Itu Front Kedelapan Israel? Propaganda Digital terhadap Politikus Pro-Palestina
Pejuang Hizbullah Sergap...
Pejuang Hizbullah Sergap Pasukan Israel di Lebanon
Ini 5 Bukti Perjanjian...
Ini 5 Bukti Perjanjian Damai AS dan Iran Tunjukkan Kegagalan Tujuan Perang Israel
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved