Putin Nyatakan Rusia Siap Perang, Beranikah Eropa? Ini Analisisnya

Kamis, 04 Desember 2025 - 06:57 WIB
loading...
Putin Nyatakan Rusia...
Presiden Vladimir Putin menyatakan Rusia siap perang melawan Eropa jika negara-negara benua biru itu menginginkannya. Foto/Layanan Pers Kepresidenan Rusia/TASS
A A A
LONDON - Presiden Rusia Vladimir Putin sudah melontarkan ancaman mengerikan kepada Eropa pada hari Selasa. Dia mengatakan Rusia tidak hanya siap untuk berperang di benua biru itu, tetapi juga dapat menerapkannya dengan kekuatan sedemikian rupa sehingga tidak akan ada lagi yang bisa diajak bernegosiasi damai.

Di tengah perundingan yang putus asa untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina, Putin mengatakan bahwa dia tidak mencari konflik lain—tetapi dia tidak akan ragu untuk menyerang jika diprovokasi oleh para pendukung Kyiv di Eropa.

"Kami tidak akan berperang dengan Eropa; saya sudah mengatakannya ratusan kali. Tetapi jika Eropa tiba-tiba ingin melawan kami dan memulainya, kami siap sekarang juga," kata Putin kepada para wartawan.

Baca Juga: Putin Siap Serang Eropa Jika Ada Agresi Anggota NATO

Menurutnya, tentara Rusia telah bertindak "surgically [secara bedah]" di Ukraina. Tentara Rusia, lanjut dia, tidak akan melakukan pengekangan yang sama jika terjadi konfrontasi dengan NATO.

Terlepas dari semua kemegahan parade dan latihan di perbatasan timur Eropa, tentara Rusia telah terkuras oleh perang panjang di Ukraina. Namun, tentara tersebut tetap yang terbesar di Eropa–dan siap menghadapi tuntutan peperangan modern.

The Independent pada Kamis (4/12/2025) telah menganalisis apakah Eropa saat ini memiliki kekuatan militer dan ekonomi yang memadai untuk berhasil di medan perang melawan Rusia.

Tentara Rusia telah membengkak menjadi 1,32 juta personel aktif selama perang, meskipun mengalami kerugian besar di medan perang. Angka itu melampaui jumlah angkatan bersenjata tetap di benua itu.

Perang telah memungkinkan Putin untuk mengesahkan tiga perluasan angkatan bersenjatanya sejak 2022. Dia bertujuan untuk membangun angkatan bersenjata terbesar kedua di dunia, setelah China, dengan angkatan bersenjata reguler sebanyak 1,5 juta, hingga 2,38 juta termasuk cadangan.

Eropa baru menyadari kekurangan pertahanannya, didorong oleh ancaman yang dirasakan di perbatasannya dan pemerintahan Gedung Putih yang enggan untuk terus menanggung biayanya. Pengeluaran militer secara umum telah menurun sejak berakhirnya Perang Dingin, sehingga kekuatannya terletak pada persatuan.

Bersama-sama, NATO dapat mengerahkan 3,14 juta personel aktif dan 2,75 juta personel cadangan, dengan total 5,89 juta personel. Blok ini memiliki lebih dari 14.000 tank dan sekitar 21.000 pesawat.

Rusia saat ini dapat mengerahkan sekitar 2 juta personel cadangan, dengan total sekitar 3,32 juta personel. Rusia memiliki sekitar 12.000 tank dan hampir 4.500 pesawat. Kedua belah pihak memiliki senjata nuklir.

Perbedaan Pengeluaran Militer


Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar bahwa NATO sangat bergantung pada Amerika Serikat untuk kekuatan— meskipun hal ini perlahan-lahan mulai seimbang. Total pengeluaran sekutu diperkirakan mencapai USD1,59 triliun pada tahun 2025, tetapi Washington berada di jalur untuk menutupi USD980 miliar dari jumlah tersebut.

Jika Washington gagal bergabung dalam perang Eropa dengan Rusia, NATO saat ini diperkirakan akan memiliki USD608 miliar untuk mengimbangi sekitar USD145 miliar yang dikeluarkan Rusia setiap tahunnya.

Institut Internasional untuk Studi Strategis (IISS) mengatakan jumlah Rusia tersebut dapat bernilai lebih dari USD460 miliar (£345 miliar), setelah disesuaikan dengan daya beli.

Variasi taktik dan teknologi Eropa juga akan menciptakan inefisiensi, sebuah masalah yang tidak akan dihadapi Rusia yang bersatu.

Dukungan Publik di Eropa Terpecah


Dukungan publik sebagian besar akan bergantung pada siapa yang menyerang lebih dulu. Namun, meskipun Rusia telah memobilisasi, negara-negara demokrasi Eropa akan lebih sulit menemukan relawan yang bersedia.

Seorang jenderal Prancis bulan lalu memicu kegemparan ketika dia mengatakan Prancis harus "siap kehilangan anak-anaknya" dan menderita kerugian ekonomi jika terjadi perang.

Ketika Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak mengusulkan skema dinas nasional pada tahun 2024—jauh lebih singkat daripada wajib militer—hanya 47 persen publik yang mendukungnya. Yang terpenting, generasi muda yang dibutuhkan untuk berperang sangat menentangnya.

Lalu ada biayanya. Bisnis-bisnis Eropa masih pulih dari Covid-19 karena harga sewa dan energi naik, yang terakhir sudah dikaitkan dengan perang di Ukraina. Mobilisasi mungkin untuk sementara mengangkat ekonomi yang lesu, tetapi konflik yang berkepanjangan akan mengganggu perdagangan dan menghalangi investasi.

Rusia, setidaknya, memiliki waktu hampir satu dekade untuk memperketat kebijakan moneter dan fiskalnya antara aneksasi Crimea tahun 2014 dan invasi tahun 2022.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Viral, Ribuan Warga...
Viral, Ribuan Warga Malaysia Antre 2 Km di Bawah Terik Matahari untuk Melamar Kerja
Rekomendasi
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri, Langsung Teriak: Siap!
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Berita Terkini
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved