Putin Siap Serang Eropa jika Ada Agresi Anggota NATO

Rabu, 03 Desember 2025 - 17:38 WIB
loading...
Putin Siap Serang Eropa...
Presiden Rusia Vladimir Putin mengungkapkan Moskow siap menyerang Eropa jika ada agresi anggota NATO. Foto/X
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Moskow tidak mencari konflik dengan Eropa. Tetapi Putin memperingatkan bahwa Rusia sepenuhnya siap untuk merespons jika negara-negara Eropa memilih untuk meningkatkan ketegangan.

Berbicara kepada wartawan pada hari Selasa, sesaat sebelum bertemu dengan utusan Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner, di Kremlin, Putin mengkritik pemerintah Eropa karena menghalangi upaya untuk mengamankan gencatan senjata di Ukraina.

"Kami tidak berencana berperang dengan Eropa – saya sudah mengatakannya berkali-kali – tetapi jika Eropa tiba-tiba ingin melawan kami, kami siap segera. Tidak ada keraguan tentang itu," dilansir RT.

"Eropa menghalangi pemerintah AS mencapai perdamaian di Ukraina," kata Putin. Dia menambahkan bahwa tuntutan Eropa "tidak dapat diterima oleh Rusia."

Utusan Trump bertemu Putin di Moskow untuk membahas rencana perdamaian 28 poin yang disusun bulan lalu oleh para pejabat AS dan Rusia.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan diskusi dengan delegasi AS akan berlanjut "selama diperlukan."

Trump sempat menyinggung perundingan yang sedang berlangsung di Rusia dalam rapat kabinet di Washington, dengan mengatakan "orang-orangnya sedang berada di Rusia sekarang untuk melihat apakah kita bisa menyelesaikannya."

Pemerintah Eropa dan Ukraina telah menolak persyaratan sebelumnya, yang mereka klaim sangat menguntungkan Moskow, termasuk proposal penarikan Ukraina dari kota-kota Donbas timur, pembatasan jumlah militer Kiev, dan pembatasan untuk bergabung dengan NATO.

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pada hari Selasa bahwa Washington dan Kiev telah menyepakati kerangka kerja perdamaian 20 poin yang telah direvisi.

Baca Juga: 19 Negara yang Warganya Dilarang Mendapatkan Green Card di AS

Berbicara dalam kunjungannya ke Dublin, ia mengatakan bahwa "beberapa detail masih perlu digarap" dan bahwa proposal Eropa telah disempurnakan berdasarkan diskusi Jenewa sebelumnya.

Para pemimpin Eropa telah berjuang untuk memberikan pengaruh terhadap proses perdamaian, menawarkan apa yang disebut "koalisi yang bersedia" yang dipimpin oleh Prancis dan Inggris untuk memberikan jaminan keamanan pascaperang kepada Ukraina. Rusia telah menolak gagasan tersebut.

Seiring berlarut-larutnya negosiasi, Eropa masih terpecah belah mengenai cara memberikan pengaruh pada proses perdamaian.

Para pemimpin Eropa sejauh ini gagal menyepakati proposal untuk menggunakan ratusan miliar euro aset Rusia yang dibekukan di seluruh blok untuk mendanai pinjaman sebesar 140 miliar euro kepada Ukraina yang akan mendukung Kiev.

Perselisihan ini telah mengungkap keretakan yang semakin besar di dalam Uni Eropa, dengan beberapa negara anggota mendorong pendekatan tegas untuk menekan Moskow, sementara yang lain memperingatkan bahwa langkah tersebut berisiko menimbulkan gugatan hukum, pembalasan ekonomi, dan eskalasi ketegangan lebih lanjut dengan Rusia.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Mengapa Proyek Tank...
Mengapa Proyek Tank MGCS Eropa Berisiko Gagal?
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Nah, Trump Tiba-Tiba...
Nah, Trump Tiba-Tiba Bilang Tak Adil bagi Iran Tidak Punya Rudal Balistik
Rekomendasi
Cedera Patah Kaki di...
Cedera Patah Kaki di Piala Dunia 2026, Ismael Kone Terancam Absen Setahun
Gelar Unjuk Rasa di...
Gelar Unjuk Rasa di Monas, Ini Pernyataan Sikap BEM Persatuan Indonesia
Polda Metro: Barang...
Polda Metro: Barang Bukti Kasus Roy Suryo Sudah Diuji Lab oleh Lembaga Tersertifikasi
Berita Terkini
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Infografis
Donald Trump Marah Besar...
Donald Trump Marah Besar kepada Vladimir Putin, Ada Apa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved