Pulau Kinmen, Titik Nyala Baru dalam Sikap Agresif China di Selat Taiwan

Selasa, 02 Desember 2025 - 13:25 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Mengenal T-Dome, Perisai Berlapis Taiwan Senilai Rp666 Triliun untuk Tangkis Rudal-rudal China

CCP membingkai langkah-langkah ini sebagai tindakan defensif, namun dampak akumulasinya justru bersifat ofensif—sebuah upaya untuk mendefinisikan ulang yurisdiksi maritim Taiwan dan melemahkan kapasitasnya untuk memerintah secara independen.

Retorika dari Beijing semakin memperkuat arah kebijakan ini. Dalam berbagai pidatonya, Presiden China Xi Jinping secara konsisten menggambarkan penyatuan sebagai keniscayaan sejarah, dibungkus dengan metafora kekeluargaan tentang kesamaan darah dan takdir. Namun, di balik bahasa persaudaraan itu tersimpan agenda koersif.

Operasi spionase yang menargetkan media Taiwan, pencurian kekayaan intelektual yang bertujuan melemahkan “perisai silikon” pulau tersebut, serta kampanye united front untuk memengaruhi opini publik, semuanya merupakan bagian dari strategi spektrum penuh. Ambisi CCP bukan sekadar teritorial, melainkan sistemik—bertujuan membongkar ketahanan demokrasi Taiwan.

Di Kinmen sendiri, sikap warga terbelah. Sebagian penduduk, yang lelah hidup dalam bayang-bayang perang, menunjukkan dukungan pragmatis terhadap hubungan yang lebih erat dengan China. Pemandangan harian gemerlap cakrawala Xiamen di seberang perairan menjadi sekaligus pengingat kedekatan geografis dan godaan kemakmuran.

Identitas dan Yurisdiksi Taiwan


Sementara itu, para turis dari daratan berbicara dengan keyakinan tentang posisi Taiwan sebagai bagian dari China, memaknai kunjungan mereka sebagai “pulang kampung”. Interaksi semacam ini menggambarkan pendekatan dua jalur CCP: melunakkan perlawanan melalui insentif ekonomi, sembari mengeraskan sikap lewat kehadiran militer.

Namun, para petugas Penjaga Pantai Taiwan yang bertugas di pulau-pulau tersebut merepresentasikan narasi yang berbeda. Bagi mereka, patroli bukan sekadar simbol, melainkan tugas kenegaraan. Kehadiran mereka menegaskan kedaulatan di perairan yang kian padat oleh kapal-kapal China. Seperti diungkapkan salah seorang petugas, menjaga perairan ini merupakan perwujudan sekaligus otoritas dan kemampuan untuk memerintah. Dalam pengertian ini, Kinmen bukan hanya bidak dalam strategi Beijing; ia juga menjadi panggung bagi Taiwan untuk menegaskan identitas dan yurisdiksinya.

Secara kritis, tindakan CCP memperlihatkan kontradiksi antara pesan eksternal dan perilaku internalnya. Di forum-forum internasional seperti KTT Asia-Pacific Economic Cooperation, Xi Jinping berupaya menampilkan China sebagai pemimpin global yang bertanggung jawab serta pembela perdamaian dan stabilitas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Operasi Siber China...
Operasi Siber China Diduga Targetkan Uyghur, Tibet, Hong Kong, dan Taiwan
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
Siapa Zhang Zhidong?...
Siapa Zhang Zhidong? Warga China yang Dituduh sebagai Raja Fentanyl Meksiko
Persaingan Memanas,...
Persaingan Memanas, China Membangun Replika Kapal Perang AS untuk Latihan Tembak Rudal
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
Kritik Baru terhadap...
Kritik Baru terhadap Putusan Arbitrase Laut China Selatan: Perspektif Realisme
Iran Retas Jaringan...
Iran Retas Jaringan Seluler Timur Tengah Lacak Militer AS
Gempur Yordania, Iran...
Gempur Yordania, Iran Klaim Hancurkan Beberapa Drone MQ-9 dan Hanggar Jet Tempur AS
Rekomendasi
Air Mata Antonela dan...
Air Mata Antonela dan Messi Warnai Malam Bersejarah Argentina
Amien Desak Prabowo...
Amien Desak Prabowo Perintahkan KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
Soal Hapus Pajak JHT,...
Soal Hapus Pajak JHT, Purbaya Masih Tunggu Data BPJS Ketenagakerjaan
Berita Terkini
AS Perluas Serangan...
AS Perluas Serangan terhadap Iran, Pengeboman 90 Menit Sebabkan Ledakan di Mana-mana
2 Jenderal Militer Ditangkap...
2 Jenderal Militer Ditangkap karena Korupsi Proyek Senilai Rp1,2 Triliun
Zelensky Pecat Menhan...
Zelensky Pecat Menhan Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia, Menhan ke-4 yang Didepak
Meski Sedang Perang,...
Meski Sedang Perang, Trump Puji Iran karena Bebaskan Warga AS dari Penjara
Rusia: Serangan Drone...
Rusia: Serangan Drone Ukraina Tewaskan Kepala Insinyur Pembangkit Nuklir Terbesar Eropa
Iran Hancurkan Markas...
Iran Hancurkan Markas Besar Armada Ke-5 AS di Bahrain, Amerika Habisi 7 Tentara Teheran
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved