Pulau Kinmen, Titik Nyala Baru dalam Sikap Agresif China di Selat Taiwan

Selasa, 02 Desember 2025 - 13:25 WIB
loading...
Pulau Kinmen, Titik...
Kepulauan Kinmen milik Taiwan menjadi titik nyala baru dalam sikap agresif China di Selat Taiwan. Foto/ABC.net.au
A A A
JAKARTA - Kepulauan Kinmen, yang pernah dihantam tembakan artileri pada dekade 1950-an, hingga kini masih menjadi pengingat hidup atas ketegangan yang belum terselesaikan di Selat Taiwan. Saat ini, pulau-pulau tersebut tidak lagi digempur peluru, melainkan terhubung dengan daratan utama melalui pipa air, jalur feri, serta arus wisatawan yang terus mengalir.

Keterhubungan yang tampak tak berbahaya ini, sesungguhnya menyembunyikan strategi yang lebih dalam: niat China untuk mengintegrasikan Kinmen ke dalam orbitnya dengan memperketat ikatan ekonomi dan infrastruktur. Pendekatan Partai Komunis China (CCP) bukan semata soal perdagangan, melainkan tentang membentuk ulang loyalitas dan mengikis ketahanan terhadap proyek politiknya.

Dikutip dari Mekong News, Selasa (2/12/2025), para pengamat mencatat bahwa patroli Penjaga Pantai China di sekitar Kinmen bukanlah latihan maritim rutin, melainkan tindakan kenegaraan yang disengaja. Erik Green dari International Institute for Strategic Studies menggambarkannya sebagai bagian “sentral” dari operasi taktik grey zone China—yakni manuver yang mengaburkan batas antara damai dan konflik.

Baca Juga: Militer Jepang Siap Bela Taiwan, China Kerahkan Coast Guard ke Pulau Sengketa

Langkah-langkah semacam ini, meski belum mencapai perang terbuka, secara perlahan menggerus kedaulatan Taiwan. Tujuannya adalah menormalisasi kehadiran China di perairan yang disengketakan, sehingga perlawanan tampak sia-sia dan integrasi terasa tak terelakkan.

Aktivitas China di Selat Taiwan


Sikap militer CCP meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir. Sepanjang 2024 saja, pesawat China tercatat melakukan lebih dari 3.000 penerobosan ke dalam zona identifikasi pertahanan udara Taiwan, meningkat 81 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Penerbangan-penerbangan ini, yang dibarengi dengan latihan militer skala besar bertajuk “Joint Sword-2024A” dan “Joint Sword-2024B,” digelar bertepatan dengan momen-momen politik penting Taiwan, termasuk pelantikan Presiden William Lai. Pesannya tegas dan jelas: pilihan demokratis Taiwan akan dihadapi dengan intimidasi militer.

Di luar udara, Beijing juga meningkatkan aktivitasnya di sepanjang garis median Selat Taiwan, yang sebelumnya dianggap sebagai batas tak tertulis. Latihan Angkatan Laut, patroli Penjaga Pantai (Coast Guard), dan operasi penegakan hukum kini berlangsung secara rutin, sehingga secara perlahan mengikis status quo.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Belanda vs Swedia: Oranje...
Belanda vs Swedia: Oranje Lebih Dijagokan
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Berita Terkini
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved