3 Pemicu yang Bisa Seret China dan Jepang ke Ambang Perang Dunia III

Senin, 01 Desember 2025 - 13:22 WIB
loading...
A A A
Skenario seperti ini pernah terjadi dalam sejarah—Insiden Jembatan Marco Polo 1937, yang bermula dari kesalahpahaman kecil, memicu Perang China-Jepang Kedua.

“Ketika ketegangan sudah tinggi, kecelakaan kecil bisa langsung dibaca sebagai serangan,” kata Swain.

2. Tabrakan Kapal Perang atau Kapal Penjaga Pantai


Kepulauan di dekat Taiwan; Senkaku/Diaoyu dan Yonaguni kini menjadi titik aktivitas militer intens.

Tabrakan kapal perang maupun kapal Penjaga Pantai—bahkan yang tidak disengaja—dapat memicu respons cepat dari kedua negara, yang sulit dihentikan sebelum menjadi konflik terbuka.

3. Penempatan Rudal Jepang di Dekat atau di Taiwan


Inilah “garis merah” utama Beijing.

Jika Jepang benar-benar menempatkan rudal di pulau dekat Taiwan atau, lebih buruk, di wilayah Taiwan sendiri, China hampir pasti akan bereaksi “keras dan segera”.

Tokyo berencana mengerahkan rudal Type-03 Surface-to-Air di Yonaguni sebagai pencegah serangan udara China. Rencana itu langsung disambut ancaman terbuka dari Beijing.

AS Bela Jepang, Rusia Bela China


Situasi ini menjadi jauh lebih eksplosif karena keterlibatan Amerika Serikat.

Di bawah Perjanjian Keamanan AS–Jepang, Washington wajib membela Tokyo jika terjadi serangan.

George Glass, duta besar AS untuk Jepang, menegaskan bahwa Amerika mendukung penuh Tokyo menghadapi tekanan Beijing.

Artinya, bentrokan kecil antara kapal atau jet China dan Jepang bisa berkembang menjadi konflik yang menyeret dua kekuatan nuklir dunia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur 21 Target Militer hingga Pangkalan di Yordania
Tegas! Erdogan: Israel...
Tegas! Erdogan: Israel Ancaman bagi Turki dan Dunia
Rekomendasi
Unesa Buka Seleksi Jalur...
Unesa Buka Seleksi Jalur Mandiri Non Tes Rapor 2026, Simak Syaratnya
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
PB LEMKARI Gelar Kongres...
PB LEMKARI Gelar Kongres Luar Biasa 2026, Sempurnakan Nama dan Logo Organisasi
Berita Terkini
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved