Drone AL Ukraina Serang 2 Kapal Tanker Minyak Armada Bayangan Rusia, Picu Kebakaran Dahsyat
Minggu, 30 November 2025 - 05:33 WIB
loading...
Drone-drone AL Ukraina serang 2 kapal tanker minyak armada bayangan Rusia di Laut Hitam, picu kebakaran dahsyat. Foto/X/@denizcilikgm
A
A
A
KYIV - Drone-drone Angkatan Laut (AL) Ukraina telah menyerang dua kapal tanker minyak di Laut Hitam saat keduanya menuju pelabuhan Rusia untuk memuat minyak yang ditujukan ke pasar luar negeri. Serangan pada Jumat dan Sabtu tersebut memicu kebakaran dahsyat.
Dua kapal tanker minyak tersebut, yang telah dijatuhi sanksi oleh Barat, dianggap Ukraina sebagai armada bayangan Rusia.
Keduanya, yang diidentifikasi sebagai Kairos dan Virat, dalam keadaan kosong dan berlayar menuju Novorossiyskâterminal minyak utama Rusia di Laut Hitam, kata pejabat di Dinas Keamanan Ukraina kepada Reuters.
Baca Juga: Putin Ngotot Syarat Akhiri Perang Adalah Ukraina Serahkan Wilayah ke Rusia
Drone-drone AL terlihat melaju kencang menuju kapal-kapal tanker raksasa, diikuti oleh ledakan dahsyat yang menyebabkan kebakaran pada kapal-kapal tersebut, menurut rekaman video yang dibagikan oleh pejabat Ukraina.
"Video menunjukkan bahwa setelah dihantam, kedua kapal tanker mengalami kerusakan kritis dan secara efektif dihentikan layanannya. Ini akan memberikan pukulan telak bagi transportasi minyak Rusia," kata pejabat itu dalam sebuah pernyataan tertulis, Minggu (30/11/2025).
Ukraina telah menyerang kilang minyak Rusia selama berbulan-bulan, menggunakan drone udara jarak jauh untuk menyerang jauh di belakang garis depan perang skala penuh Moskow melawan Kyiv. Serangan terhadap kapal-kapal tanker tersebut merupakan jenis serangan yang berbeda.
Kyiv telah berulang kali mendesak Barat untuk mengambil tindakan nyata terhadap apa yang disebut "armada bayangan" Rusia, yang menurut pemerintah Ukraina membantu Moskow mengekspor minyak dalam jumlah besar dan mendanai perangnya di Ukraina meskipun ada sanksi Barat.
Armada yang terdiri dari ratusan kapal yang seringkali tua dan tidak teregulasi ini menjadi terkenal setelah invasi Rusia ke Ukraina, melewati sanksi Barat yang bertujuan mengurangi pendapatan minyak Moskow.
Terpisah, Konsorsium Pipa Kaspia (CPC), yang menangani lebih dari 1% minyak dunia, mengatakan pada hari Sabtu bahwa mereka menghentikan operasi setelah tambatan di terminal Laut Hitam Rusia rusak parah akibat serangan drone AL Ukraina.
CPC mengekspor terutama dari Kazakhstan melalui Rusia dan terminal Laut Hitam. Kazakhstan menyebut serangan itu tidak dapat diterima.
Drone AL adalah kapal cepat tanpa awak yang diisi dengan bahan peledak yang berlayar menuju target mereka sebelum meledak. Mereka memainkan peran penting dalam serangan balik Ukraina di Laut Hitam, membantu memukul mundur armada kapal perang Rusia yang besar.
Kapal tanker Kairos sepanjang 274 meter mengalami ledakan dan terbakar pada hari Jumat saat dalam perjalanan dari Mesir ke Rusia, ungkap Kementerian Perhubungan Turki.
Awak kapal dievakuasi dengan kapal penyelamat sementara upaya pemadaman api terus berlanjut, imbuhnya.
Menurut kementerian tersebut, Virat dilaporkan diserang sekitar 35 mil laut lepas pantai, lebih jauh ke timur di Laut Hitam.
Kapal itu diserang lagi pada hari Sabtu oleh kapal-kapal nirawak, mengalami kerusakan ringan di sisi kanannya di atas garis air. Kementerian tersebut menyatakan bahwa kapal tersebut dalam kondisi stabil dan awaknya dalam keadaan sehat.
Baik Kairos maupun Virat masuk dalam daftar kapal yang dikenai sanksi terhadap Rusia setelah invasi besar-besarannya ke Ukraina pada tahun 2022, menurut data LSEG.
Turki menyuarakan keprihatinan atas serangan tersebut, dengan mengatakan bahwa insiden itu terjadi di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)-nya dan menimbulkan risiko keselamatan yang serius.
Ankara sedang berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait untuk mencegah meluasnya perang di Laut Hitam dan untuk melindungi kepentingan ekonomi serta operasi negara di kawasan tersebut, ungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki, Oncu Keceli, dalam sebuah unggahan di X.
Dua kapal tanker minyak tersebut, yang telah dijatuhi sanksi oleh Barat, dianggap Ukraina sebagai armada bayangan Rusia.
Keduanya, yang diidentifikasi sebagai Kairos dan Virat, dalam keadaan kosong dan berlayar menuju Novorossiyskâterminal minyak utama Rusia di Laut Hitam, kata pejabat di Dinas Keamanan Ukraina kepada Reuters.
Baca Juga: Putin Ngotot Syarat Akhiri Perang Adalah Ukraina Serahkan Wilayah ke Rusia
Drone-drone AL terlihat melaju kencang menuju kapal-kapal tanker raksasa, diikuti oleh ledakan dahsyat yang menyebabkan kebakaran pada kapal-kapal tersebut, menurut rekaman video yang dibagikan oleh pejabat Ukraina.
"Video menunjukkan bahwa setelah dihantam, kedua kapal tanker mengalami kerusakan kritis dan secara efektif dihentikan layanannya. Ini akan memberikan pukulan telak bagi transportasi minyak Rusia," kata pejabat itu dalam sebuah pernyataan tertulis, Minggu (30/11/2025).
Ukraina telah menyerang kilang minyak Rusia selama berbulan-bulan, menggunakan drone udara jarak jauh untuk menyerang jauh di belakang garis depan perang skala penuh Moskow melawan Kyiv. Serangan terhadap kapal-kapal tanker tersebut merupakan jenis serangan yang berbeda.
Kyiv telah berulang kali mendesak Barat untuk mengambil tindakan nyata terhadap apa yang disebut "armada bayangan" Rusia, yang menurut pemerintah Ukraina membantu Moskow mengekspor minyak dalam jumlah besar dan mendanai perangnya di Ukraina meskipun ada sanksi Barat.
Armada yang terdiri dari ratusan kapal yang seringkali tua dan tidak teregulasi ini menjadi terkenal setelah invasi Rusia ke Ukraina, melewati sanksi Barat yang bertujuan mengurangi pendapatan minyak Moskow.
Terpisah, Konsorsium Pipa Kaspia (CPC), yang menangani lebih dari 1% minyak dunia, mengatakan pada hari Sabtu bahwa mereka menghentikan operasi setelah tambatan di terminal Laut Hitam Rusia rusak parah akibat serangan drone AL Ukraina.
CPC mengekspor terutama dari Kazakhstan melalui Rusia dan terminal Laut Hitam. Kazakhstan menyebut serangan itu tidak dapat diterima.
Drone AL adalah kapal cepat tanpa awak yang diisi dengan bahan peledak yang berlayar menuju target mereka sebelum meledak. Mereka memainkan peran penting dalam serangan balik Ukraina di Laut Hitam, membantu memukul mundur armada kapal perang Rusia yang besar.
Kapal tanker Kairos sepanjang 274 meter mengalami ledakan dan terbakar pada hari Jumat saat dalam perjalanan dari Mesir ke Rusia, ungkap Kementerian Perhubungan Turki.
Awak kapal dievakuasi dengan kapal penyelamat sementara upaya pemadaman api terus berlanjut, imbuhnya.
Menurut kementerian tersebut, Virat dilaporkan diserang sekitar 35 mil laut lepas pantai, lebih jauh ke timur di Laut Hitam.
Kapal itu diserang lagi pada hari Sabtu oleh kapal-kapal nirawak, mengalami kerusakan ringan di sisi kanannya di atas garis air. Kementerian tersebut menyatakan bahwa kapal tersebut dalam kondisi stabil dan awaknya dalam keadaan sehat.
Baik Kairos maupun Virat masuk dalam daftar kapal yang dikenai sanksi terhadap Rusia setelah invasi besar-besarannya ke Ukraina pada tahun 2022, menurut data LSEG.
Turki menyuarakan keprihatinan atas serangan tersebut, dengan mengatakan bahwa insiden itu terjadi di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)-nya dan menimbulkan risiko keselamatan yang serius.
Ankara sedang berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait untuk mencegah meluasnya perang di Laut Hitam dan untuk melindungi kepentingan ekonomi serta operasi negara di kawasan tersebut, ungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki, Oncu Keceli, dalam sebuah unggahan di X.
(mas)
Lihat Juga :